AI Menjadi Bintang Wall Street: Nvidia dan Amazon Pimpin Reli di Tengah Keraguan The Fed.

  • Sektor AI kembali memimpin reli, dengan Nvidia dan Amazon mencatat kenaikan signifikan dan menjaga sentimen positif di Wall Street.

  • Earnings kuartal III yang kuat dan akuisisi besar memperkuat optimisme pasar, meskipun The Fed masih berhati-hati soal pemangkasan suku bunga.

Pasar saham AS dibuka positif pada awal pekan, didorong oleh reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang kembali menarik minat investor. Indeks S&P 500 naik 0,2%, sementara Nasdaq menguat 0,5% dipimpin oleh lonjakan saham Nvidia dan Amazon masing-masing lebih dari 2% dan 4%. Reli ini menegaskan bahwa minat terhadap sektor AI masih kuat, bahkan setelah peringatan dari pejabat AS mengenai potensi risiko ekspor chip canggih Nvidia ke China.

Optimisme pasar juga didukung oleh hasil laporan keuangan yang solid. Lebih dari 80% perusahaan dalam S&P 500 telah melaporkan kinerja kuartal III 2025 di atas ekspektasi, dengan tingkat “earnings beat” tertinggi sejak periode pemulihan COVID-19. Saham Berkshire Hathaway naik setelah melaporkan kas tertinggi sepanjang sejarah sebesar $381,7 miliar, sementara Kenvue melonjak setelah diakuisisi Kimberly-Clark senilai $48,7 miliar. Sentimen positif ini memperkuat keyakinan investor bahwa pasar saham AS masih punya ruang pertumbuhan.

Namun, komentar hawkish dari pejabat The Fed seperti Austan Goolsbee dan Lisa Cook menahan ekspektasi terhadap pemangkasan suku bunga lanjutan di Desember. Meski The Fed memangkas suku bunga 25 bps pekan lalu, peringatan bahwa inflasi masih perlu diwaspadai membuat pelaku pasar berhati-hati. Dengan dukungan kuat dari saham AI dan kinerja korporasi, indeks utama tetap menunjukkan momentum bullish meskipun kebijakan moneter belum pasti longgar.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish untuk indeks saham AS – Reli saham AI, laporan keuangan solid, dan optimisme sektor teknologi menegaskan momentum bullish di pasar saham AS meskipun kebijakan The Fed tetap berhati-hati.

Emas Anjlok di Bawah $4.000 Akibat Membaiknya Hubungan AS–China dan PBoC Hentikan Pembelian.

  • Hubungan AS–China membaik, memicu arus keluar dari aset safe haven termasuk emas.

  • PBoC menghentikan pembelian emas, sementara impor emas China turun 17,6% pada September.

Harga emas (XAU/USD) turun tajam 2,8% ke level $3.995 setelah sempat menyentuh titik terendah harian di $3.971, menembus di bawah level psikologis $4.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan Oktober. Pelemahan ini terjadi karena membaiknya hubungan antara Amerika Serikat dan China yang mendorong minat risiko global, sehingga mengurangi aliran dana ke aset safe haven seperti emas. Kesepakatan awal antara kedua negara untuk menahan tarif dan membebaskan kendali ekspor mineral langka mendorong reli pasar saham global.

Selain itu, tekanan tambahan datang dari laporan bahwa People’s Bank of China (PBoC) menghentikan sementara program pembelian emasnya. Data dari Hong Kong menunjukkan ekspor bersih ke China turun 17,6% pada September. Faktor ini menambah tekanan jual terhadap emas, meskipun dolar AS melemah dan imbal hasil obligasi AS menurun — kondisi yang biasanya mendukung harga emas.

Meski begitu, sebagian pelaku pasar masih memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada pertemuan 28–29 Oktober mencapai 96%. Ekspektasi ini bisa menjadi penopang harga emas dalam jangka pendek, mengingat suku bunga rendah umumnya meningkatkan daya tarik logam mulia tersebut. Namun untuk saat ini, sentimen pasar masih didominasi oleh risk appetite yang tinggi pasca-meredanya ketegangan perdagangan AS–China.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish — Karena kombinasi risk-on global dan melemahnya permintaan dari China menekan harga di bawah area psikologis $4.000.

OPEC+ Tahan Kenaikan Produksi, Harga Minyak Stabil di Tengah Kekhawatiran Oversupply dan Dolar Kuat.

  • OPEC+ menahan rencana kenaikan produksi di awal 2026, memberi sedikit dukungan pada harga minyak meski kekhawatiran oversupply masih besar.

  • Dolar AS yang menguat dan lemahnya permintaan Asia menekan potensi kenaikan harga minyak lebih lanjut.

Harga minyak bergerak stabil pada Senin (21/10) karena pasar menyeimbangkan antara kenaikan kecil produksi OPEC+ dan rencana kelompok tersebut untuk menghentikan peningkatan pasokan di kuartal pertama 2026. Brent ditutup naik 0,2% di $64,89 per barel, sementara WTI naik 0,1% ke $61,05 per barel. Keputusan OPEC+ menaikkan output sebesar 137.000 barel per hari di Desember dianggap tidak terlalu berdampak negatif karena adanya komitmen untuk menahan kenaikan produksi lebih lanjut awal tahun depan.

Morgan Stanley menaikkan proyeksi harga Brent menjadi $60 per barel untuk paruh pertama 2026, dengan alasan keputusan OPEC+ dan sanksi AS–Uni Eropa terhadap aset energi Rusia yang bisa memperketat pasokan global. Namun, kekhawatiran terhadap kelebihan suplai masih membayangi setelah IEA memperkirakan surplus hingga 4 juta barel per hari tahun depan. Di sisi lain, permintaan di Asia melemah akibat data manufaktur yang lesu dan perlambatan konsumsi minyak di China, meskipun permintaan India masih menjadi penopang jangka panjang.

Faktor tambahan yang menekan harga datang dari penguatan dolar AS, yang membuat minyak lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Pernyataan hawkish dari pejabat Federal Reserve yang menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga Desember turut memperkuat dolar. Dengan kombinasi kekhawatiran oversupply, lemahnya data manufaktur Asia, dan dolar yang kuat, pasar minyak saat ini cenderung bergerak hati-hati dengan risiko penurunan yang masih terbuka.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish — Harga minyak tetap stabil tetapi tertekan oleh dolar yang kuat, potensi surplus pasokan, dan melemahnya permintaan Asia, meskipun keputusan OPEC+ untuk menahan produksi membantu membatasi penurunan lebih dalam.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi AUD:

RBA diperkirakan mempertahankan suku bunga, AUD berpotensi cenderung stabil kecuali ada kejutan dalam pernyataan.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: