Berikut 3 Katalis Utama Untuk Dollar AS
Dolar AS Tertekan Turun:
Indeks Dolar AS (DXY) melemah 0,1% ke 98,93 mendekati level terendah sejak pertengahan Mei, tertekan oleh membaiknya sentimen risiko, penurunan harga minyak, serta melandainya yield Treasury.
- Yield Obligasi Melandai via Rekening TGA:
Penurunan yield obligasi AS berlanjut setelah rumor bahwa Depkeu AS dapat memanfaatkan dana sekitar $1 triliun dari akun TGA untuk memperbesar program buyback obligasi jangka panjang.
- Dolar Kanada (Loonie) Rebound:
Pasangan USD/CAD turun 0,1% ke $1,3827 setelah Kanada mengumumkan tarif balasan hingga 50% terhadap impor AS senilai $27,6 miliar menyusul buntunya negosiasi dagang kedua negara.
Sumber materi berita: investing.com
Sentimen positif untuk Dollar AS: Pelemahan Dolar AS (DXY ke 98,93) terdorong oleh dua faktor utama: melandainya yield Treasury AS akibat spekulasi penggunaan rekening TGA untuk membiayai buyback obligasi, serta anjloknya harga minyak akibat laporan potensi gencatan senjata AS-Iran. Sementara itu, Dolar Kanada membalas tekanan lewat pengenaan tarif balasan terhadap produk AS.
Harga Emas Konsolidasi di Level Tertinggi $4.523/oz; Morgan Stanley Proyeksikan Tembus $5.000
Berikut 3 Katalis Utama Untuk XAUUSD
Emas Naik Tipis (Ke $4.658/oz):
Emas spot naik 0,2% ke $4.658,87/oz terdorong oleh pelemahan Dolar AS, penurunan yield Treasury, serta penurunan harga minyak.
- Penyebab Penurunan Yield Obligasi:
Yield obligasi AS turun setelah laporan bahwa pemerintah AS dapat menggunakan rekening TGA (~$1 triliun) untuk membiayai program buyback obligasi jangka panjang.
- Picu Pelemahan Harga Minyak:
Laporan potensi gencatan senjata AS-Iran menekan harga minyak Brent turun 5% ke $86,06/barel, yang turut memberi sentimen positif bagi emas.
Sumber materi berita: investing.com
Sentimen positif:Â Meskipun kenaikan yield obligasi AS dan reli Dolar AS menahan laju kenaikan harian emas, tren jangka panjang tetap kuat. Kekhawatiran mendalam atas defisit fiskal AS ($40T), permintaan fisik/ETF yang pulih, serta potensi inflasi akibat eskalasi perang ekonomi AS-Iran menjadi pilar utama penopang harga emas di atas level $4.500.
Berikut 3 Katalis Utama Untuk OIL
Minyak Anjlok Hampir 5%:
Harga minyak Brent turun ke $86,06/barel dan WTI ke $81,07/barel menyusul laporan kesepakatan gencatan senjata AS-Iran serta penurunan volume perdagangan akibat aksi lepas untung (profit-taking).
- Isu Jalur Aman Selat Hormuz:
Iran dan Oman merencanakan koridor pelayaran sementara untuk pembersihan ranjau guna memulihkan lalu lintas minyak global di Selat Hormuz.
- Pasar Apatis Terhadap Sanksi AS:
Trader mengabaikan ancaman sanksi baru AS (Operation Economic Outcast) karena tidak ada batasan waktu yang jelas serta dinilai minim dampak tanpa penindakan pada China.
Sumber materi berita: investing.com
Sentimen negatif untuk harga OIL:Â Minyak anjlok hampir 5% (Brent ke $86,06 dan WTI ke $81,07) terutama didorong oleh membaiknya prospek geopolitik seiring munculnya laporan potensi gencatan senjata AS-Iran serta rencana pembukaan koridor aman di Selat Hormuz bersama Oman
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Prediksi USD
Core PCE Price Index (YoY) (Jul) (USD)
Diperkirakan tingkat inflasi pengeluaran konsumsi pribadi inti (ukuran inflasi favorit The Fed) secara tahunan berada di level stabil 3.3%, tidak mengalami perubahan dari data sebelumnya.
Dampak: Berpotensi USD menguat jika data dirilis lebih besar dari forecast (karena inflasi inti yang persisten memperkuat alasan suku bunga tinggi lebih lama)
- Core PCE Price Index (MoM) (Jul) (USD)
Diperkirakan ada sedikit kenaikan pada indeks harga PCE inti secara bulanan dari data sebelumnya 0.1% menjadi 0.2%.
Dampak Berpotensi USD menguat jika data dirilis lebih besar dari forecast (mengindikasikan memanasnya kembali tekanan inflasi jangka pendek).
- GDP (QoQ) (Q2) P (USD)
Diperkirakan terjadi perlambatan pada laju pertumbuhan ekonomi kuartalan estimasi awal (preliminary) Amerika Serikat Kuartal II dari data sebelumnya 2.1% menjadi 1.5%.
Dampak: Berpotensi USD melemah jika data dirilis sesuai atau lebih kecil dari forecast (mengindikasikan pendinginan pertumbuhan ekonomi).
- Durable Goods Orders (MoM) (Jul) (USD)
Diperkirakan ada peningkatan pada pemesanan barang tahan lama secara bulanan dari data sebelumnya 0.3% menjadi 0.4%.
Dampak: Berpotensi USD menguat jika data dirilis lebih besar dari forecast (mengindikasikan daya tahan sektor manufaktur dan belanja modal industri).
- Crude Oil Inventories (USD)
Diperkirakan terjadi penambahan stok minyak mentah mingguan AS sebesar 1.900M, melambat dibandingkan penumpukan stok sebelumnya sebesar 4.405M.
Dampak: Berpotensi memicu volatilitas pada harga minyak mentah global (WTI/Brent). Dampaknya terhadap DXY/USD secara langsung dikategorikan Netral.
Disclaimer:
This analysis is prepared solely for reference purposes and does not constitute a solicitation to engage in transactions. Trading decisions should take into account various factors, including market conditions, risk profiles, and individual strategies. Futures trading involves high risk; therefore, all decisions and the consequences of transactions are the sole responsibility of the individual.
