Dolar Tersungkur, Harapan Damai Iran Guncang Arah Safe Haven Global

  • Harapan damai AS–Iran menekan dolar AS dan memicu risk-on sentiment di pasar global.

  • Ketidakpastian komunikasi kedua pihak menjaga volatilitas tetap tinggi.

Pasar keuangan global berbalik arah setelah pernyataan Donald Trump mengenai “pembicaraan produktif” dengan Iran. Indeks Dolar AS (DXY) melemah sekitar 0,5% ke level 99,13, seiring meningkatnya harapan de-eskalasi konflik. Keputusan untuk menunda serangan militer terhadap infrastruktur Iran selama lima hari menjadi katalis utama perubahan sentimen pasar.

Optimisme tersebut turut mendorong reli di pasar saham global dan menekan harga minyak secara tajam. Penurunan risiko geopolitik mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS, sementara investor mulai beralih ke aset berisiko. Namun, pernyataan ini masih diselimuti ketidakpastian karena pihak Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat.

Ketidakjelasan komunikasi antara kedua pihak membuat pasar tetap waspada. Meski Trump menyebut peluang kesepakatan cukup besar, Iran tetap pada sikap sebelumnya terkait Selat Hormuz. Kondisi ini menciptakan volatilitas tinggi, di mana sentimen pasar mudah berubah tergantung perkembangan geopolitik selanjutnya.

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen negatif untuk Dollar AS: Pelemahan dolar dipicu turunnya permintaan safe haven akibat harapan de-eskalasi konflik, meskipun risiko masih tinggi dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Harapan Damai Angkat Emas: Dolar & Yield Melemah, Minyak Tersungkur

  • Harapan de-eskalasi konflik Iran menekan harga minyak dan melemahkan dolar AS.

  • Penurunan yield dan peluang pemangkasan suku bunga mendukung rebound harga emas.

Harga emas (XAU/USD) berhasil rebound menuju $4.370 setelah sempat anjlok mendekati area MA 200 di sekitar $4.071. Pemulihan ini terjadi setelah pernyataan Donald Trump mengenai pembicaraan yang “produktif” dengan Iran, yang meredakan kekhawatiran eskalasi konflik. Sentimen ini mendorong perbaikan harga emas dari level terendahnya meskipun secara keseluruhan masih mencatat penurunan signifikan dalam sesi sebelumnya.

Komentar terkait potensi de-eskalasi konflik berdampak langsung pada pasar energi, di mana harga minyak turun sekitar 10% dan menekan kekuatan dolar AS. Pelemahan dolar serta penurunan imbal hasil obligasi AS, khususnya yield 10 tahun yang turun ke sekitar 4,34%, menjadi faktor utama yang mendukung kenaikan emas. Kondisi ini menciptakan kombinasi bullish bagi emas dalam jangka pendek setelah tekanan berat sebelumnya.

Di sisi kebijakan moneter, pejabat Federal Reserve mulai membuka kembali peluang penurunan suku bunga, meskipun masih dibayangi ketidakpastian inflasi akibat harga energi. Harapan pelonggaran kebijakan ini turut membantu pemulihan emas, di tengah sikap bank sentral global yang masih cenderung hawkish.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Sentimen positif: Pelemahan dolar AS, turunnya yield obligasi, serta meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter menjadi katalis kuat yang mendukung kenaikan harga emas dalam jangka pendek.

Minyak Mendekati $100, Dunia di Ambang Krisis Energi — Tapi Permintaan Belum Tumbang

  • Harga minyak tinggi dipicu perang dan gangguan suplai global, namun belum menghancurkan permintaan.

  • Risiko krisis energi global meningkat meski intervensi cadangan minyak mulai dilakukan.

Harga minyak global tetap tinggi mendekati $100 per barel di tengah perang AS–Iran dan gangguan besar pada jalur energi utama seperti Selat Hormuz. Chris Wright menyatakan bahwa kenaikan harga belum cukup tinggi untuk menghancurkan permintaan, meski pasar terus bergejolak dan dunia menghadapi salah satu krisis energi terburuk dalam beberapa dekade.

Konflik yang merusak infrastruktur energi dan menghambat distribusi global telah mendorong harga bahan bakar naik tajam serta meningkatkan tekanan ekonomi dan politik, termasuk bagi Donald Trump menjelang pemilu. Sebagai respons, pemerintah AS bersama International Energy Agency melepas cadangan minyak strategis hingga jutaan barel per hari untuk menstabilkan pasar.

Namun, para pelaku industri memperingatkan bahwa lonjakan harga energi mulai memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Penutupan Selat Hormuz yang mengalirkan sekitar 20% pasokan energi dunia menjadi ancaman besar, sementara kerusakan infrastruktur berpotensi berdampak jangka panjang terhadap suplai dan stabilitas pasar energi global.

Sumber materi berita: reuters.com

Sentimen positif: Gangguan suplai besar, penutupan jalur distribusi utama, dan risiko geopolitik tinggi menjaga harga minyak tetap kuat meskipun ada upaya stabilisasi dari pemerintah.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

  • S&P Global Manufacturing PMI (Mar) – USD

Aktivitas sektor manufaktur AS diproyeksikan melambat ke level 51.0 dari sebelumnya 51.6. Meskipun angka di atas 50 masih menunjukkan ekspansi, penurunan ini mengindikasikan bahwa momentum pertumbuhan di sektor industri mulai kehilangan tenaga.

 

Dampak:

USD berpotensi melemah (Bearish) jika angka aktual rilis di bawah forecast, karena memperkuat sinyal perlambatan ekonomi sektor riil.

  • S&P Global Services PMI (Mar) – USD

Sektor jasa, yang merupakan kontributor terbesar ekonomi AS, diprediksi tetap stabil di level 51.7, sama dengan bulan sebelumnya. Stabilitas ini menunjukkan ketahanan konsumsi domestik di tengah kebijakan suku bunga tinggi.

Dampak:

USD cenderung Netral, namun pergerakan akan menjadi volatil jika terjadi deviasi yang signifikan dari angka forecast 51.7.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: