Dolar AS Perkasa di Atas Bara Konflik: Ancaman Trump Bikin Global Ketar-Ketir
Dolar Perkasa Akibat Sentimen Perang: Dolar AS menguat ke 100,94 dipicu oleh ancaman balas dendam Trump kepada Iran, mengalahkan sentimen pelonggaran moneter dari data inflasi AS sebelumnya.
Gejolak Politik Inggris Tekan Sterling: Poundsterling merosot ke $1,3434 setelah Andy Burnham terpilih menjadi PM ketujuh dalam 10 tahun, memicu aksi jual obligasi karena kekhawatiran anggaran.
Dolar AS (DXY) menguat 0,2% ke level 100,94 setelah Presiden Donald Trump bersumpah akan membuat Iran “membayar mahal” atas tewasnya tiga tentara AS. Ketegangan militer sembilan malam berturut-turut di Timur Tengah ini menjadi motor utama penguatan greenback di awal pekan. Respons pasar yang memburu aset aman (safe-haven) langsung menghapus dampak positif dari melandainya data inflasi Juni lalu.
Di belahan Eropa, mata uang Poundsterling tergelincir 0,2% ke $1,3434 menyusul gejolak politik baru di Inggris. Perdana Menteri ketujuh dalam sedekade, Andy Burnham, resmi menjabat menggantikan Keir Starmer dengan menunjuk John Healey sebagai Kanselir baru. Pasar merespons negatif transisi ini melalui aksi jual massal obligasi pemerintah (gilt) akibat ketatnya ruang fiskal Inggris.
Sementara itu, fokus pasar mata uang kini tertuju pada pengumuman suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis mendatang. Terangkatnya harga minyak akibat perang di Selat Hormuz diprediksi akan membuat kubu hawkish ECB mempertahankan sikap agresifnya. Meskipun The Fed sedang dalam masa tenang, ancaman inflasi energi baru dinilai berpotensi memaksa bank sentral global mengetatkan moneter.
Sumber materi berita: investing.com
Sentimen negatif untuk Dolar AS:Â Sumpah balas dendam dari Trump meningkatkan risiko perang terbuka yang lebih luas di Timur Tengah, memicu ketakutan akan lonjakan inflasi energi baru secara global. Kondisi ini diperparah oleh ketidakstabilan politik di Inggris serta potensi sikap agresif (hawkish) dari ECB, yang secara keseluruhan menekan pertumbuhan ekonomi global dan memicu penguatan dolar AS sebagai aset aman.
Emas Terus Tergerus ke $4.008: Kalah Pamor dari Dolar AS saat Perang AS-Iran Membara
Emas Spot Tertekan ke $4.008: Harga emas melemah 0,2% akibat kalah bersaing dengan dolar AS yang mendominasi sebagai pilihan utama aset safe-haven saat perang AS-Iran meluas.
Ancaman Bunga Tinggi Hantam Emas: Lonjakan harga minyak akibat perang skala penuh di Selat Hormuz memicu kecemasan inflasi baru, memperkuat ekspektasi pengetatan suku bunga oleh The Fed.
Harga emas spot memerah 0,2% ke level $4.008,88 per ons pada perdagangan Senin akibat tertekan oleh penguatan dolar AS. Penurunan ini memperpanjang tren koreksi mingguan emas sebesar lebih dari 2% di tengah sepinya rilis data ekonomi AS. Status safe-haven emas tergeser oleh greenback yang melaju kencang setelah ketegangan di Timur Tengah terus membara tanpa ada tanda-tanda de-eskalasi.
Eskalasi militer makin memanas setelah serangan udara AS berlangsung selama sepuluh hari berturut-turut, memicu gertakan Donald Trump bahwa Teheran akan “membayar mahal” atas tewasnya tiga tentara AS. Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan telah mengumumkan status “perang skala penuh” dengan AS. Ketegangan ini menghapus efektivitas data inflasi Juni yang sempat melandai, serta memupuskan ekspektasi pelonggaran suku bunga dalam waktu dekat.
Analis menegaskan bahwa korelasi negatif antara emas dan dolar AS kian menguat, di mana investor lebih memilih mengamankan dana dalam bentuk dolar. Selain itu, lonjakan harga minyak akibat kelumpuhan Selat Hormuz memicu spekulasi bahwa The Fed akan terpaksa menaikkan suku bunga tahun ini. Prospek tingginya suku bunga acuan moneter ini terus menekan daya pikat emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Sumber materi berita: investing.com
Sentimen negatif:Â Meskipun terjadi krisis geopolitik besar, peran emas sebagai aset aman tergeser oleh dolar AS yang terus menguat. Ditambah dengan ancaman kembalinya inflasi energi yang mendorong potensi kenaikan suku bunga The Fed, kombinasi ini menjadi beban berat yang menahan pemulihan harga emas.
Brent Nyaris Tembus $90: Konflik AS-Iran malam kesepuluh dan pembekuan perjanjian damai oleh Teheran mendorong Brent ke $88,88 per barel di tengah pengumuman perang skala penuh.
Ancaman Blokade Ganda: Lalu lintas Selat Hormuz lumpuh hingga digit tunggal, diperparah oleh ancaman Houthi yang mendeklarasikan embargo maritim terhadap Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb.
Harga minyak dunia naik 0,9% pada perdagangan Senin dengan Brent menembus $88,88 setelah sempat menyentuh $90 per barel, sementara WTI naik ke $82,48. Lonjakan harga dipicu serangan udara AS malam kesepuluh berturut-turut serta gertakan tegas Presiden Donald Trump bahwa Teheran akan “membayar mahal” atas gugurnya tiga prajurit AS. Eskalasi kian memanas setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan negaranya resmi terlibat dalam perang skala penuh.
Krisis pasokan energi global semakin kritis setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb. Pada saat yang sama, lalu lintas tanker di Selat Hormuz macet total dengan data Kpler yang hanya mencatat angka perlintasan harian di digit tunggal. Kebijakan Teheran yang resmi membekukan kesepakatan damai Juni lalu kian memperketat stok persediaan minyak mentah dunia.
Di tengah ancaman krisis pasokan, celah diplomasi mulai terbuka setelah pihak mediator mengirimkan proposal gencatan senjata 10 hari kepada Iran. Proposal de-eskalasi ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kesepakatan damai serta meredakan bentrokan militer yang melumpuhkan Selat Hormuz. Pasar energi kini menanti keputusan Teheran untuk menerima tawaran negosiasi tersebut atau melanjutkan konfrontasi terbuka dengan AS.
Sumber materi berita: investing.com
Sentimen positif untuk harga OIL:Â Deklarasi perang skala penuh dari Iran, aksi saling serang yang menewaskan tentara AS, serta ancaman embargo baru dari Houthi memperparah krisis energi global. Ketakutan akan terhentinya pasokan minyak melalui dua selat vital (Hormuz dan Bab el-Mandeb) menciptakan risiko inflasi tinggi dan instabilitas ekonomi makro yang sangat membahayakan pasar global.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Hari ini tidak ada rilis data ekonomi penting meski demikian, para pelaku pasar tetap akan mengamati perkembangan teknikal dan sentimen global sebagai acuan arah selanjutnya.
Disclaimer:
This analysis is prepared solely for reference purposes and does not constitute a solicitation to engage in transactions. Trading decisions should take into account various factors, including market conditions, risk profiles, and individual strategies. Futures trading involves high risk; therefore, all decisions and the consequences of transactions are the sole responsibility of the individual.
