Damai AS-Iran di Depan Mata, Kedigdayaan Dolar AS Mulai Runtuh

  • Dolar Loyo karena Pasar Optimis: Rencana penandatanganan damai AS-Iran memicu gairah investasi pada aset berisiko dan meruntuhkan dominasi dolar sebagai tempat berlindung aman.

  • Harga Minyak Anjlok Tekan Inflasi: Kepastian pembukaan kembali Selat Hormuz langsung menjatuhkan harga minyak Brent, meredakan ancaman krisis energi dunia

Indeks dolar AS merosot ke level 99,78 dan mencatat pelemahan mingguan sebesar 0,3% akibat lonjakan sentimen berisiko global. Penurunan aset safe haven ini dipicu oleh pengumuman rencana penandatanganan kesepakatan damai elektronik antara AS dan Iran.

Optimisme pasar kian membubung setelah draf perdamaian memastikan pembukaan kembali Selat Hormuz yang menyandera pasokan energi dunia. Imbasnya, harga minyak mentah Brent langsung anjlok ke level terendah dalam dua bulan terakhir dan meredakan ketegangan geopolitik.

Anjloknya harga minyak mentah menjadi berkah karena efektif memangkas beban inflasi global dan memicu penguatan mata uang nondolar. Situasi kondusif ini juga memberikan ruang bernapas bagi bank sentral dunia menjelang rapat moneter pekan depan.

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen negatif untuk Dollar AS: Kepastian damai dan jaminan pembukaan kembali jalur minyak vital efektif menurunkan harga energi global, meredakan badai inflasi, serta menjauhkan ekonomi dunia dari risiko resesi akibat perang.

 

UBS Pangkas Target Emas, Isu Damai AS-Iran Bikin Kilau Logam Mulia Redup

  • Target Emas Dipangkas Drastis: UBS memotong proyeksi harga emas hingga $900 per ons karena kuatnya ekonomi AS dan mundurnya jadwal pelonggaran moneter The Fed ke tahun 2027.

  • Sentimen Damai Hilangkan Pamor Emas: Kemajuan pesat kesepakatan damai AS-Iran meredakan tensi geopolitik, menurunkan harga minyak, dan memicu pelarian modal dari aset safe haven.

Bank raksasa UBS memangkas target harga emas global sebesar $300–$900 per ons akibat hantaman data ekonomi AS yang solid. Meskipun emas spot menguat tipis 0,2% ke $4.218,91 per ons pada Jumat, aksi ambil untung investor tetap menyeret harga ke tren penurunan mingguan.

Daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven) kian runtuh menyusul melonjaknya optimisme kesepakatan damai antara AS dan Iran akhir pekan ini. Konfirmasi kemajuan draf final dari pihak mediator sukses memicu sentimen berani ambil risiko (risk-on), yang langsung menjatuhkan harga minyak Brent ke level terendah dua bulan.

Tekanan bagi emas diperkirakan memuncak menjelang rapat moneter perdana The Fed di bawah kepemimpinan Kevin Warsh pekan depan. Prospek penundaan pemotongan suku bunga hingga tahun 2027 membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas kehilangan daya tariknya, meskipun bank sentral China dan Uzbekistan terus memborong fisik emas

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen negatif: Pasar emas kehilangan dua pilar utamanya sekaligus, yaitu hilangnya kecemasan perang di Timur Tengah dan menguatnya potensi pengetatan moneter (suku bunga tinggi) oleh The Fed yang membuat aset tanpa imbal hasil ini kehilangan daya tariknya di mata investor.

Militer AS Diam-Diam Dobrak Selat Hormuz, 7 Juta Barel Minyak Berhasil Lolos
  • Operasi Senyap Sukses Amankan Pasokan: Intervensi militer AS berhasil mengawal keluar 7 juta barel minyak per hari, jauh melampaui ekspektasi pasar.

  • Opsi Damai atau Paksaan Militer: AS siap menghapus sebagian sanksi jika Iran berdamai, namun tidak ragu membuka paksa Selat Hormuz jika negosiasi gagal.

Menteri Energi AS Chris Wright mengungkap militer AS diam-diam meloloskan 7 juta barel minyak per hari dari Teluk Persia. Angka operasi senyap ini dua kali lipat lebih besar dari perkiraan industri dan sukses menahan harga minyak di kisaran $88 per barel.

Wright menegaskan tidak ada minyak Iran yang lolos, dan arus energi baru pulih total jika kesepakatan damai tercapai. Namun, jika negosiasi dengan Teheran buntu, militer AS siap mengambil tindakan lebih tegas untuk membuka paksa jalur vital tersebut.

Di sisi domestik, jumlah rig minyak aktif AS justru melonjak ke level tertinggi sejak Juni 2025 menjadi 433 unit. EIA memproyeksikan produksi minyak AS akan mencetak rekor 13,7 juta barel per hari pada tahun 2026 demi menutupi kelangkaan global.

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen negatif: Keberhasilan militer AS mengamankan pasokan minyak dalam jumlah besar di tengah konflik efektif meredam kepanikan pasar, menstabilkan harga energi, dan menjauhkan ekonomi global dari ancaman lonjakan inflasi yang ekstrem.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Hari ini tidak ada rilis data ekonomi penting yang karena beberapa negara besar masih libur. Meski demikian, para pelaku pasar tetap akan mengamati perkembangan teknikal dan sentimen global sebagai acuan arah selanjutnya.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: