Dolar AS Menguat di Tengah Pasar Tenaga Kerja yang Stabil namun Sempit

  • Pasar tenaga kerja AS stabil, tetapi perekrutan yang sangat terkonsentrasi di sektor tertentu menciptakan ketidaknyamanan bagi The Fed.

  • Dolar AS tetap kuat meskipun data ekonomi AS bercampur, menekan Euro dan mata uang utama lainnya.

Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menyatakan bahwa penurunan tingkat pengangguran merupakan perkembangan positif, sementara pertumbuhan lapangan kerja masih berlangsung secara moderat dan stabil. Namun, ia menyoroti bahwa perekrutan tenaga kerja saat ini sangat terkonsentrasi di sektor kesehatan dan kecerdasan buatan (AI), sehingga menciptakan gambaran pasar tenaga kerja yang “terlalu sempit” dan kurang merata. Barkin juga menegaskan bahwa permintaan ekonomi tetap terlihat sehat, meski proses penurunan inflasi masih membutuhkan waktu lebih panjang.

Komentar Barkin muncul bersamaan dengan rilis data ekonomi AS yang bercampur. Nonfarm Payrolls Desember menunjukkan penambahan 50.000 lapangan kerja, lebih rendah dari ekspektasi, tetapi tingkat pengangguran justru turun dari 4,6% menjadi 4,4%. Sementara itu, sektor perumahan menunjukkan pelemahan melalui penurunan izin bangunan dan pembangunan rumah, namun sentimen konsumen AS justru menguat, menandakan daya beli masyarakat masih relatif terjaga.

Di pasar valuta asing, kekuatan Dolar AS tetap mendominasi, membuat EUR/USD tertekan meskipun data ekonomi Eropa relatif solid. Penjualan ritel Zona Euro dan produksi industri Jerman melampaui ekspektasi, tetapi arus dana global masih lebih tertarik pada aset berbasis Dolar. Dengan agenda data inflasi dan pidato bank sentral pekan depan, pelaku pasar semakin fokus pada arah kebijakan moneter AS.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish untuk indeks saham AS: Karena stabilitas pasar tenaga kerja dan daya tahan ekonomi AS menjaga daya tarik Greenback di tengah ketidakpastian global, sekaligus membebani mata uang pesaing seperti Euro.

Emas Melonjak Mendekati Rekor saat Data Tenaga Kerja AS Jaga Harapan Pemangkasan Suku Bunga

  • Data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan menjaga ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, mendorong reli emas.

  • Imbal hasil obligasi AS yang stabil dan perlambatan sektor perumahan memperkuat daya tarik emas sebagai aset safe haven.

Harga emas menguat tajam pada Jumat dan berada di jalur kenaikan mingguan hampir 4% setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan penambahan lapangan kerja yang lebih lemah dari perkiraan. Meski tingkat pengangguran turun menjadi 4,4%, perlambatan perekrutan membuat pasar tetap yakin bahwa Federal Reserve masih akan memangkas suku bunga tahun ini. XAU/USD diperdagangkan di sekitar USD 4.507, mendekati level tertinggi sepanjang masa.

Data ekonomi AS yang bercampur memperkuat daya tarik emas. Nonfarm Payrolls hanya bertambah 50.000, di bawah ekspektasi, sementara upah dan sentimen konsumen relatif stabil. Di sisi lain, sektor perumahan menunjukkan tanda perlambatan, dengan izin bangunan dan pembangunan rumah yang melemah. Imbal hasil obligasi AS yang cenderung datar turut mendukung kenaikan emas karena menurunkan opportunity cost memegang aset tanpa bunga seperti emas.

Di tengah reli harga, pasar kini menunggu rangkaian data penting pekan depan, termasuk inflasi dan penjualan ritel AS, yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed. Meski permintaan fisik dari China masih relatif lemah akibat harga emas yang tinggi, sentimen finansial global tetap kuat karena ekspektasi pemangkasan suku bunga dan ketidakpastian ekonomi, menjaga minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish: Karena ekspektasi pemangkasan suku bunga tetap terjaga dan kondisi makro AS yang bercampur terus mendukung permintaan emas di dekat level rekor.

Naphtha AS Kembali Mengalir ke Venezuela, Produksi Minyak Siap Bangkit

  • Pasokan diluent dari AS kembali dibuka, memungkinkan Venezuela meningkatkan produksi minyak berat yang sebelumnya terhambat.

  • Ekspor Venezuela ke AS direstart hingga 50 juta barel, mempercepat arus minyak ke pasar global dan mengurangi peran Rusia dalam pasokan diluent.

Vitol dijadwalkan memuat kargo pertama naphtha dari Amerika Serikat ke Venezuela akhir pekan ini, menandai dimulainya kembali pasokan setelah kesepakatan baru yang diumumkan Presiden Donald Trump. Naphtha berfungsi sebagai diluent untuk mengencerkan minyak mentah berat Venezuela agar lebih mudah diproduksi, diangkut, dan diproses. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya menghidupkan kembali industri minyak Venezuela pasca perubahan politik di Caracas.

Sebelumnya, perusahaan minyak negara PDVSA terpaksa menurunkan produksi akibat blokade laut AS yang memutus pengiriman dan membuat persediaan menumpuk di kapal serta tangki darat penuh. Kini, dengan kesepakatan antara pemerintah AS, Vitol, dan Trafigura untuk memasarkan minyak Venezuela yang sempat terhambat, aliran ekspor diproyeksikan pulih. Pemerintah sementara Venezuela juga menyetujui ekspor hingga 50 juta barel ke AS.

Untuk mendukung pemulihan produksi, Vitol telah mencarter kapal Hellespont Protector guna memuat sekitar 460.000 barel naphtha dari Houston, yang dijadwalkan tiba di Venezuela pekan depan. Selama setahun terakhir, pasokan diluent Venezuela banyak ditopang Rusia, namun kini AS berpeluang merebut kembali pangsa tersebut. Di sisi lain, Gedung Putih menegaskan perlindungan atas pendapatan minyak Venezuela di rekening AS agar tidak disita, demi menjaga stabilitas ekonomi dan politik negara itu.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish: Karena menambah potensi pasokan dari Venezuela dan memperlancar arus ekspor ke AS, yang dapat memberi tekanan pada harga jika permintaan tidak naik sepadan.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD

  • USD – Initial Jobless Claims
    Forecast naik ke 217K dari 214K mengindikasikan pasar tenaga kerja sedikit melemah. Jika rilis sesuai atau lebih tinggi, USD berpotensi tertekan karena sinyal pendinginan ekonomi.
  • USD – Crude Oil Inventories
    Perkiraan penurunan stok yang tajam dari sebelumnya menunjukkan pasokan minyak makin ketat. Kondisi ini berpotensi mendorong harga minyak naik, meningkatkan tekanan inflasi, dan dalam jangka pendek dapat melemahkan USD

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: