Bursa Saham AS Bangkit dari Keterpurukan Sektor Teknologi, Tensi Timur Tengah Mereda
Pemulihan Sektor Teknologi: Bursa Wall Street berhasil bangkit berkat aksi rebound teknis saham sektor teknologi dan komunikasi yang berhasil keluar dari tekanan koreksi tajam pekan lalu.
Redaman Sentimen Geopolitik: Kenaikan harga minyak akibat konflik baru AS-Iran berhasil ditenangkan oleh prospek jalur diplomasi baru melalui rencana pertemuan kedua negara di Qatar.
Pasar saham AS mengawali pekan dengan penguatan, di mana S&P 500 naik 1,2% dan NASDAQ melonjak 2,1%. Kenaikan dipimpin oleh rebound saham-saham teknologi setelah mengalami aksi jual tajam pada pekan sebelumnya.
Di sisi lain, ketegangan AS–Iran di Selat Hormuz sempat mendorong harga minyak naik akibat kekhawatiran gangguan pasokan. Namun, sentimen pasar membaik setelah muncul kabar mengenai peluang pertemuan diplomatik antara kedua negara di Doha.
Meski Wall Street ditutup menguat, investor masih cenderung berhati-hati dan menunggu arah pasar selanjutnya. Fokus utama pekan ini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan AS yang diperkirakan menjadi penentu ekspektasi kebijakan Federal Reserve.
Sumber materi berita: investing.com
Sentimen positif untuk Dollar AS:Â Meskipun sempat diwarnai oleh ketegangan militer di Timur Tengah pada akhir pekan, pasar merespons positif kembalinya gairah di sektor teknologi dan peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Ekspektasi ini sukses mendorong indeks saham utama bergerak menguat secara signifikan.
Emas Babak Belur, Timur Tengah Kembali Membara di Ambang Gencatan Senjata Palsu
Emas Gagal Manfaatkan Pelemahan Dolar: Harga emas justru tertekan di bawah level $4.100/oz akibat kembalinya kecemasan pasar terhadap kenaikan suku bunga Fed, mengabaikan penurunan nilai mata uang dolar AS.
Eskalasi Geopolitik Picu Sentimen Hawkish: Aksi saling serang antara AS dan Iran di Selat Hormuz menaikkan harga minyak dan memicu kembali kekhawatiran inflasi, yang memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat.
Harga emas kembali melemah pada perdagangan Senin, dengan emas spot turun 1,8% ke $4.016,92 per ons. Penurunan terjadi meski dolar AS melemah, karena pasar lebih mengkhawatirkan potensi kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve.
Fokus investor kini beralih ke data ketenagakerjaan AS, termasuk Nonfarm Payrolls (NFP), yang akan menjadi petunjuk penting bagi arah kebijakan moneter The Fed. Ekspektasi suku bunga tinggi tetap membatasi minat terhadap emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Di sisi lain, ketegangan AS–Iran di Selat Hormuz mendorong harga minyak menguat dan kembali memunculkan risiko inflasi. Kondisi ini memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang ketat, sehingga menambah tekanan terhadap harga emas.
Sumber materi berita: investing.com
Sentimen negatif:Â Dampak negatif bagi pergerakan komoditas emas (XAUUSD). Kombinasi dari ancaman inflasi energi akibat konflik geopolitik yang pecah kembali serta potensi pengetatan moneter oleh The Fed menjadi sentimen penekan utama yang membuat emas terus kehilangan momentum penguatannya.
Penyusutan Rekor Cadangan Energi: Cadangan minyak darurat (SPR) Amerika Serikat anjlok ke level terendah dalam 43 tahun terakhir setelah terkuras menjadi 325,7 juta barel akibat upaya pengendalian harga domestik.
Kerapuhan Diplomasi Timur Tengah: Gencatan senjata AS-Iran berada di titik kritis menyusul aksi saling serang militer di Selat Hormuz serta adanya simpang siur terkait rencana pertemuan bilateral di Qatar.
Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Senin, dengan Brent naik 0,7% ke $73,51 per barel dan WTI menguat 1% ke $70,44 per barel. Kenaikan dipicu oleh meningkatnya ketegangan AS–Iran serta turunnya cadangan minyak strategis AS (SPR).
Sentimen pasar sempat membaik setelah muncul kabar rencana pertemuan diplomatik AS–Iran di Doha. Namun, Iran membantah adanya agenda negosiasi sehingga ketidakpastian geopolitik kembali meningkat setelah aksi saling serang kedua negara.
Di sisi lain, pemulihan pasokan minyak global diperkirakan berlangsung bertahap akibat gangguan logistik dan infrastruktur. Sementara itu, cadangan minyak strategis AS turun menjadi 325,7 juta barel, level terendah sejak 1983, yang turut menopang harga minyak.
Sumber materi berita: investing.com
Sentimen negatif untuk harga OIL:Â Sentimen negatif bagi stabilitas pasar karena kembali memicu ketidakpastian pasokan energi global. Kombinasi dari runtuhnya rasa percaya pada kesepakatan damai Timur Tengah dan merosotnya cadangan minyak darurat AS ke level terendah dalam puluhan tahun berpotensi besar memicu lonjakan harga minyak dan inflasi kembali.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi GBP, EUR, dan USD
- GDP (QoQ) (Q1) (GBP)
Diperkirakan ada kenaikan pertumbuhan ekonomi kuartalan dari data sebelumnya 0.2% menjadi 0.6%.
Dampak:
Berpotensi GBP menguat jika data dirilis lebih besar dari forecast.
- GDP (YoY) (Q1) (GBP)
Diperkirakan ada kenaikan pertumbuhan ekonomi tahunan dari data sebelumnya 1.0% menjadi 1.1%.
Dampak:
Berpotensi GBP menguat jika data dirilis lebih besar dari forecast.
- Chicago PMI (Jun) (USD)
Diperkirakan ada penurunan aktivitas bisnis dan manufaktur dari data sebelumnya 62.7 menjadi 60.0.
Dampak:
Berpotensi USD melemah jika data dirilis lebih kecil dari forecast.
- JOLTS Job Openings (May) (USD)
Diperkirakan ada penurunan jumlah lowongan pekerjaan yang terbuka dari data sebelumnya 7.618M menjadi 7.280M.
Dampak:
Berpotensi USD melemah jika data dirilis lebih kecil dari forecast.
- CB Consumer Confidence (Jun) (USD)
Diperkirakan ada kenaikan tingkat kepercayaan konsumen dari data sebelumnya 93.1 menjadi 94.2.
Dampak:
Berpotensi USD menguat jika data dirilis lebih besar dari forecast.
Disclaimer:
Analisis ini disusun semata-mata sebagai referensi dan bukan merupakan ajakan untuk melakukan transaksi. Keputusan trading harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, profil risiko, serta strategi masing-masing individu. Perdagangan berjangka merupakan aktivitas yang memiliki risiko tinggi, sehingga seluruh keputusan dan konsekuensi transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.
