Nasdaq Cetak Rekor Baru, Google Bersinar di Tengah Drama Trump vs Powell.
Rekor baru Nasdaq dan S&P 500 didorong lonjakan saham Alphabet dan optimisme dagang AS-UE.
Drama publik antara Trump dan Powell menunjukkan potensi tekanan politik terhadap independensi Fed.
Pasar saham AS berakhir bervariasi pada Kamis, dengan S&P 500 dan Nasdaq membukukan rekor penutupan tertinggi, didorong optimisme kesepakatan dagang dan lonjakan saham teknologi dipimpin oleh Alphabet. Nasdaq naik 0,2% dan S&P 500 menguat 0,1%, sementara Dow Jones tergelincir 316 poin atau 0,7% akibat tekanan dari saham-saham seperti Tesla dan IBM yang membukukan kinerja mengecewakan.
Saham Alphabet melonjak usai laporan kinerja kuartalan yang solid, melampaui ekspektasi pendapatan dan laba, serta menaikkan target belanja modal 2025 menjadi $85 miliar. Investor menilai belanja besar tersebut memperkuat posisi dominan Google di tengah pembangunan infrastruktur AI. Di sisi lain, saham Tesla tertekan setelah Elon Musk memperingatkan masa-masa sulit di beberapa kuartal mendatang, dan saham IBM turun setelah pendapatan perangkat lunaknya meleset dari perkiraan.
Optimisme pasar turut ditopang kabar dari Financial Times soal kemajuan kesepakatan dagang AS-UE menjelang tenggat tarif 30% pada 1 Agustus. Sementara itu, klaim pengangguran AS turun ke 217.000, menandakan ketahanan pasar tenaga kerja meski ketidakpastian ekonomi masih membayangi. Ketegangan muncul ketika Trump dan Ketua The Fed Jerome Powell beradu pendapat soal biaya renovasi kantor pusat bank sentral—dengan Trump menyebut adanya pembengkakan anggaran dan Powell membantahnya di depan publik.
Kesimpulan Sentimen:
Bullish. Dukungan kuat dari sektor teknologi, optimisme kesepakatan dagang, serta data ketenagakerjaan yang solid mencerminkan sentimen pasar yang tetap positif meski ada ketegangan politik domestik.
Emas Melemah Ditengah Data Kuat Tenaga Kerja & Ketidakpastian Perdagangan AS.
Data tenaga kerja AS yang kuat mendorong yield naik dan menekan harga emas.
Ketegangan dagang AS–UE serta ancaman terhadap independensi Fed berpotensi mengangkat minat terhadap aset safe haven seperti emas.
Harga emas (XAU/USD) terkoreksi lebih dari 0,50% pada sesi Amerika hari Kamis, turun ke level $3,373 setelah sebelumnya menyentuh puncak harian di $3,393. Pelemahan ini dipicu oleh data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari ekspektasi—klaim pengangguran awal turun menjadi 217.000, level terendah sejak April—yang mendukung kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar. Namun, data S&P Global menunjukkan perlambatan aktivitas manufaktur, menandakan bahwa pemulihan ekonomi belum sepenuhnya solid.
Meskipun data jasa AS meningkat dan pasar tenaga kerja tetap tangguh, ketidakpastian geopolitik dan tekanan terhadap independensi Federal Reserve ikut membayangi. Presiden AS Donald Trump dijadwalkan mengunjungi gedung Fed di tengah kritik terhadap Jerome Powell, meningkatkan kekhawatiran akan campur tangan politik dalam kebijakan moneter. Ketegangan dagang dengan Uni Eropa juga berlanjut, setelah rumor kesepakatan dibantah oleh Gedung Putih. Kenaikan tarif di atas 30% yang direncanakan pada 1 Agustus berisiko memicu inflasi baru.
ECB memutuskan menahan suku bunga pada pertemuan 24 Juli dan menegaskan bahwa peluang pemangkasan pada September hanya akan terjadi jika risiko perlambatan ekonomi memburuk. Sementara itu, ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed tetap rendah, dengan probabilitas 96% untuk status quo pada pertemuan 30 Juli.
Kesimpulan Sentimen:
Bearish. Kombinasi yield yang naik, dolar menguat, serta ekspektasi suku bunga tetap membuat tekanan terhadap emas masih dominan dalam jangka pendek.
Minyak Bangkit: Dukungan Rusia dan Stok AS Atasi Isu Venezuela.
Penurunan stok minyak mentah AS yang jauh melebihi ekspektasi.
Rencana Rusia membatasi ekspor bensin ke sebagian besar negara.
Harga minyak naik sekitar 1% pada Kamis setelah pasar mencerna penurunan stok minyak mentah AS dan kabar bahwa Rusia berencana memangkas ekspor bensin ke sebagian besar negara. Meskipun sempat tertekan oleh kabar bahwa pemerintahan Trump akan mengizinkan Chevron kembali beroperasi di Venezuela, reli harga akhirnya terjadi menjelang penutupan perdagangan. Brent ditutup naik 67 sen di $69,18 per barel, sementara WTI menguat 78 sen ke $66,03 per barel.
Kabar soal kembalinya Chevron ke Venezuela sempat menekan pasar karena dipandang sebagai potensi bertambahnya pasokan global. Namun analis menyebut ini hanya langkah satu kali, bukan sinyal pembukaan penuh bagi perusahaan AS lainnya. Sebaliknya, pasar justru mendapatkan dorongan dari berita bahwa Rusia akan membatasi ekspor bensin hanya untuk sekutu tertentu serta data dari EIA yang menunjukkan penurunan stok minyak AS sebesar 3,2 juta barel, dua kali lebih besar dari ekspektasi pasar.
Optimisme juga bertambah setelah muncul sinyal kemajuan dalam pembicaraan dagang antara AS dan Uni Eropa yang bisa menurunkan tarif dan membuka peluang kesepakatan besar lainnya. Dua poin penting
Kesimpulan Sentimen:
Bullish. Dukungan dari sisi fundamental dan geopolitik mendorong harga minyak menguat, menunjukkan dominasi sentimen positif meski ada potensi peningkatan pasokan dari Venezuela.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi USD:
Durable Goods Orders: Kontraksi yang diperkirakan tajam (Turun) berarti penurunan pesanan barang tahan lama yang diprediksi anjlok (⬇️), berpotensi menekan USD.
