Pasar Saham Tembus Rekor, Tapi Bayang-Bayang Tarif dan Kritik Trump ke The Fed Makin Panas.

Analisa Fundamental Magnetfx 8 Agustus
  • S&P 500 mencetak rekor baru menjelang musim laporan keuangan besar, tapi kekhawatiran tarif Trump dan tekanan politik ke The Fed membatasi euforia.

  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga masih hidup, meski inflasi tertekan dan pasar tenaga kerja mulai menunjukkan gejala pelemahan.

Indeks S&P 500 ditutup di atas 6.300 untuk pertama kalinya pada Senin, naik 0,2% di tengah antisipasi laporan keuangan kuartal kedua dari raksasa teknologi seperti Alphabet dan Tesla yang dijadwalkan rilis Rabu. Nasdaq naik 0,4%, sementara Dow Jones justru melemah tipis 19 poin. Kabar tentang rencana tarif minimum 15%-20% dari Presiden Trump terhadap Uni Eropa, yang akan berlaku 1 Agustus, membayangi optimisme pasar.

Meski laporan keuangan beberapa bank besar menunjukkan kinerja solid, investor tetap waspada terhadap dampak tarif terhadap prospek ekonomi. Inflasi AS naik moderat dan ekspektasi pemangkasan suku bunga bergeser ke September, meskipun tekanan politik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell makin intens. Gubernur The Fed Chris Waller mengisyaratkan dukungan terhadap pemangkasan suku bunga, menyebut pasar tenaga kerja swasta mulai melemah.

Sementara itu, dolar AS cenderung datar namun masih mencetak kenaikan mingguan. Euro dan yen melemah karena ketidakpastian tarif dan politik domestik, termasuk potensi kekalahan koalisi penguasa Jepang dalam pemilu. Di sisi lain, Bitcoin turun 1,51% ke $117.680, di bawah rekor $123.153, menyusul pengesahan rancangan undang-undang stablecoin oleh DPR AS yang kini menunggu tanda tangan Trump.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen pasar relatif positif namun tetap hati-hati, seiring rekor baru di S&P 500 dan optimisme terhadap kinerja emiten teknologi. Namun, ancaman tarif besar dari Trump, ketidakpastian arah kebijakan moneter, dan tekanan politik terhadap The Fed menahan reli lebih lanjut. Pasar bersikap optimis tapi waspada — bullish, tapi dengan rem tangan ditarik.

Ketegangan Dagang & Yield Jatuh: Emas Menguat ke Puncak Baru.

  • Dolar AS dan yield obligasi AS turun tajam, mendukung reli harga emas.

  • Ketidakpastian dagang dan potensi balasan dari Uni Eropa meningkatkan permintaan safe haven.

Harga emas melonjak lebih dari 1% ke level $3,397 pada hari Senin, didorong oleh pelemahan tajam dolar AS dan imbal hasil obligasi AS akibat kekhawatiran terhadap ketidakpastian kesepakatan dagang menjelang tenggat tarif 1 Agustus. Suasana pasar cenderung risk-on menjelang musim rilis laporan keuangan perusahaan di AS.

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh laporan bahwa Uni Eropa tengah menyiapkan rencana balasan terhadap potensi kegagalan kesepakatan dagang dengan AS. Ketegangan meningkat setelah Menteri Keuangan AS dilaporkan menyarankan Presiden Trump untuk tidak memecat Ketua The Fed, demi menjaga independensi bank sentral, yang memicu pelemahan dolar AS lebih lanjut.

Selain itu, imbal hasil obligasi 10 tahun AS turun lebih dari 6 bps ke 4.356%, sedangkan yield riil ikut melemah. Indeks Dolar AS (DXY) turun 0.64% ke 97.83, sementara data ekonomi AS minggu ini masih minim, dengan fokus pada data perumahan, klaim pengangguran, dan pesanan barang tahan lama. The Fed diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan 30 Juli mendatang.

 

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen terhadap XAUUSD saat ini adalah Bullish kuat — pelemahan dolar dan kekhawatiran geopolitik memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.. 

Minim Dampak, Tapi Diesel Jadi Kartu As: Pasar Minyak Antara Sanksi & Kekhawatiran Pasokan.

  • Pasar menilai sanksi Eropa terhadap Rusia tidak akan banyak mengganggu pasokan minyak mentah.

  • Kekhawatiran pasar lebih tertuju pada potensi kelangkaan diesel akibat sanksi, yang dapat memperketat segmen bahan bakar tertentu.

Harga minyak ditutup sedikit lebih rendah pada Senin meski Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi ke-18 terhadap Rusia. Brent turun tipis 0,1% ke $69,21 per barel dan WTI melemah 0,2% ke $67,20. Pasar menilai sanksi terbaru—termasuk larangan impor produk olahan dari minyak Rusia via negara ketiga—akan sulit ditegakkan dan tidak terlalu mengancam suplai global.

Namun, kekhawatiran muncul dari potensi penurunan pasokan diesel yang mendorong penguatan pada spread diesel terhadap Brent. Premi gasoil sulfur rendah melonjak 3% ke level tertinggi sejak Februari 2024, menandakan kekhawatiran pasar akan pasokan yang lebih ketat di segmen bahan bakar industri dan transportasi berat.

Faktor lain yang menahan penurunan harga termasuk turunnya jumlah rig minyak aktif AS ke level terendah sejak 2021, serta potensi ketegangan baru dari perundingan nuklir Iran. Meski begitu, analis menilai harga minyak belum cukup rendah untuk memicu pemangkasan investasi besar-besaran, dan risiko penurunan permintaan tetap ada jika tarif dagang AS terhadap Uni Eropa jadi diberlakukan pada Agustus.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen cenderung netral ke positif terhadap harga minyak. Sanksi Eropa yang dinilai lemah dalam menghambat suplai minyak mengurangi potensi lonjakan harga energi yang biasanya mendukung minyak.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

  • Pidato The Fed perlu pantauana.

Share on: