Dollar Tertekan Menjelang Data Payrolls, Pasar Fokus pada Sinyal The Fed.
Probabilitas 90% pemangkasan suku bunga The Fed 25 bps bulan September menjadi faktor dominan pelemahan dolar.
Data tenaga kerja AS (NFP) akhir pekan akan menjadi katalis utama untuk mengonfirmasi arah kebijakan moneter.
Dolar AS melemah tipis pada Senin (1/9) di tengah ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga The Fed bulan ini, dengan pasar menantikan rilis data tenaga kerja AS akhir pekan. Indeks dolar turun 0,2% di sesi Eropa setelah stagnan pekan lalu, sementara euro menguat 0,3%. Libur nasional di AS membuat pelaku pasar fokus pada indikator regional, termasuk aktivitas manufaktur Jepang dan China.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed sebesar 25 bps pada pertemuan 16–17 September kini mencapai 90%, menurut CME FedWatch. Data inflasi PCE inti yang naik 0,3% MoM dan 2,9% YoY sesuai perkiraan, memberi ruang bagi The Fed untuk tetap dovish meski tarif impor baru diberlakukan. Komentar Powell di Jackson Hole bahwa kebijakan siap disesuaikan bila inflasi moderat dan pasar tenaga kerja melemah semakin memperkuat pandangan pelonggaran kebijakan.
Pasar kini menanti laporan nonfarm payrolls Agustus pada Jumat yang akan menjadi penentu arah dolar selanjutnya. Jika data pekerjaan melemah, peluang penurunan suku bunga makin besar dan dolar berpotensi tertekan lebih dalam. Sebaliknya, kejutan positif bisa membatasi tekanan, namun tren dominan tetap dovish.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish untuk Dollar AS – Ekspektasi pelonggaran The Fed yang sudah terpatri kuat, ditambah fokus pasar pada potensi pelemahan data tenaga kerja, membuat dolar berada di jalur tekanan lanjutan. Sentimen global lebih memilih mengurangi eksposur dolar, sementara aset alternatif seperti emas dan euro mendapatkan dorongan.
Emas Mengincar Rekor Baru di Tengah Tekanan pada The Fed dan Dolar Melemah.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed 25 bps bulan September di level 85% menopang tren bullish emas.
Ketidakpastian politik terkait independensi The Fed dan putusan pengadilan tarif memperkuat permintaan safe haven.
Harga emas menanjak ke $3.476 pada Senin (1/9), naik 0,87% dan semakin dekat ke rekor $3.500, didorong pelemahan dolar AS di tengah libur Labor Day. Ketidakpastian independensi The Fed serta sengketa tarif yang masih bergulir mendorong arus modal masuk ke aset safe haven. Para pelaku pasar kini menanti rilis data tenaga kerja AS yang akan menjadi katalis utama pergerakan emas selanjutnya.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September tetap tinggi di level 85%, meski inflasi inti PCE bertahan di 2,9% YoY, di atas target 2%. Powell menekankan pelemahan pasar tenaga kerja di Jackson Hole, sehingga data Nonfarm Payrolls pekan ini dipandang lebih krusial ketimbang inflasi. Sementara itu, ketidakpastian politik kian memanas setelah persidangan terkait upaya Presiden Trump memberhentikan Gubernur Fed Lisa Cook ditunda, memperburuk keraguan atas stabilitas kebijakan moneter.
Tarif impor yang sebagian diputuskan ilegal oleh pengadilan AS turut menambah ketidakpastian ekonomi, memperkuat daya tarik emas. Yields Treasury relatif datar, sementara indeks dolar melemah ke 97,71, menandakan pasar lebih condong mencari perlindungan. Dukungan tambahan datang dari komentar dovish pejabat Fed seperti Mary Daly yang menegaskan perlunya penyesuaian kebijakan segera.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish — Kombinasi pelemahan dolar, ekspektasi kuat pemangkasan suku bunga, serta ketidakpastian geopolitik dan institusional menciptakan kondisi ideal bagi emas untuk menembus rekor $3.500. Pasar menunjukkan pola konsisten “buy the dip,” menegaskan tren naik yang sehat dan berkelanjutan.
Minyak Menguat 1% Didukung Risiko Perang dan Dolar Melemah.
Kekhawatiran gangguan pasokan akibat intensifikasi perang Rusia–Ukraina dan pelemahan dolar menopang kenaikan harga minyak.
Prospek surplus stok dan potensi kenaikan produksi OPEC+ berisiko menahan reli lebih lanjut.
Harga minyak dunia ditutup naik pada Senin (1/9) setelah meningkatnya kekhawatiran bahwa serangan udara yang makin intensif di Rusia dan Ukraina dapat mengganggu pasokan, sementara dolar yang lebih lemah memberi tambahan dukungan. Brent crude untuk kontrak Oktober naik 1% ke $68,15 per barel, sedangkan WTI menguat 1,1% ke $64,68, meski perdagangan lebih tipis karena libur Labor Day di AS.
Pasar menyoroti turunnya ekspor mingguan minyak Rusia ke level terendah empat pekan, 2,72 juta barel per hari, yang menambah kecemasan soal ketahanan pasokan. Pada saat bersamaan, sentimen risiko juga terdorong oleh data manufaktur China yang tumbuh tercepat dalam lima bulan terakhir, meningkatkan prospek permintaan energi. Namun, bayang-bayang rapat OPEC+ pada 7 September menahan euforia pasar, di tengah kemungkinan peningkatan produksi dan proyeksi surplus stok minyak 1,6 juta barel per hari pada kuartal IV 2025.
Dengan demikian, harga minyak berada di persimpangan antara dorongan jangka pendek dari risiko geopolitik dan pelemahan dolar, serta tekanan jangka menengah dari kenaikan produksi dan stok. Investor kini menantikan laporan tenaga kerja AS serta keputusan OPEC+ sebagai penentu arah harga berikutnya.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish — Meski harga naik didorong ketidakpastian geopolitik dan pelemahan dolar, faktor fundamental menengah-panjang berupa tambahan pasokan OPEC+, proyeksi surplus stok, dan tren pelemahan permintaan pasca-musim panas berpotensi menekan harga lebih lanjut. Kenaikan saat ini lebih mencerminkan reaksi jangka pendek ketimbang tren berkelanjutan.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi EUR dan USD:
CPI (EUR): Perkiraan inflasi yang stabil (2.0%) menunjukkan dampak Netral untuk EUR.
S&P Global & ISM PMI (USD): Kedua data manufaktur diperkirakan membaik, terutama S&P Global yang kembali ke zona ekspansi (>50). Ini berpotensi kuat mendukung USD (⬆️).
ISM Manufacturing Prices (USD): Kenaikan harga produsen juga dapat diartikan sebagai sinyal inflasi, yang mendukung penguatan USD (⬆️).
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
