Dolar Tersandung Isu Politik The Fed, Pasar Menunggu Penentu dari Inflasi AS
Penyelidikan terhadap Jerome Powell dan rencana penggantian Ketua The Fed meningkatkan ketidakpastian serta melemahkan kepercayaan pasar terhadap Dolar AS.
Data inflasi AS (CPI) menjadi katalis utama berikutnya untuk menentukan arah suku bunga dan pergerakan Dolar.
Nilai tukar Dolar AS melemah dari level tertinggi satu bulan setelah muncul kekhawatiran serius terhadap independensi Federal Reserve. Indeks Dolar (DXY) turun sekitar 0,41% ke area 98,73, dipicu oleh kabar penyelidikan Departemen Kehakiman AS terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, terkait proyek renovasi kantor pusat bank sentral. Isu ini memicu keraguan pasar terhadap kredibilitas dan stabilitas kebijakan moneter AS.
Tekanan politik terhadap The Fed semakin meningkat setelah Presiden Donald Trump kembali mengkritik Powell dan bersiap menunjuk pengganti yang lebih sejalan dengan agendanya sebelum masa jabatan Powell berakhir pada Mei 2026. Kehadiran Stephen Miran di Dewan Gubernur yang secara konsisten mendorong pemangkasan suku bunga besar semakin memperkuat persepsi bahwa kebijakan moneter AS kini berada di bawah bayang-bayang politik.
Meski data tenaga kerja AS terbaru menunjukkan pasar kerja masih relatif solid, pelemahan data perekrutan membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga tetap terbuka. Kini perhatian pasar tertuju pada rilis inflasi AS (CPI) yang akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed berikutnya dan sentimen lanjutan terhadap Dolar AS.
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish untuk Dollar AS: Karena tekanan politik terhadap The Fed dan ketidakpastian kebijakan moneter menggerus kepercayaan investor meskipun data ekonomi belum sepenuhnya melemah.
Emas Meledak ke Rekor Baru di Tengah Guncangan Politik AS dan Ketegangan Global
Tuduhan hukum terhadap Ketua The Fed mengguncang kepercayaan terhadap institusi AS dan memicu lonjakan permintaan emas.
Ketegangan geopolitik, khususnya terkait Iran dan peringatan Trump, memperkuat arus risk-off ke aset safe haven.
Harga emas (XAU/USD) melonjak ke rekor tertinggi baru di atas $4.600 setelah pasar diguncang oleh tuduhan hukum terhadap Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Langkah Departemen Kehakiman AS ini memicu krisis kepercayaan terhadap institusi keuangan AS dan mendorong arus besar ke aset safe haven. Pada perdagangan Senin, emas naik lebih dari 2% dan diperdagangkan di sekitar $4.606.
Meski ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sedikit dipangkas dari 55 bps menjadi sekitar 48 bps, faktor politik justru lebih dominan menggerakkan pasar. Powell menyebut tuduhan tersebut sebagai tekanan politik karena The Fed tidak mengikuti keinginan Presiden Trump dalam menetapkan suku bunga. Ketidakpastian ini membuat investor mengabaikan dinamika suku bunga dan lebih fokus pada perlindungan nilai melalui emas.
Ketegangan geopolitik juga memperkuat sentimen risk-off, setelah Trump memperingatkan Iran dan menyinggung potensi konflik lebih luas. Di tengah kenaikan yield obligasi AS dan menjelang rilis data inflasi AS, emas tetap melesat, menandakan bahwa permintaan safe haven jauh lebih kuat dibanding pengaruh data ekonomi konvensional.
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:Â Sentimen Bullish karena krisis politik AS dan risiko geopolitik global mendorong permintaan perlindungan nilai yang ekstrem, mengalahkan pengaruh suku bunga dan data ekonomi.
Geopolitik Mengguncang Minyak, Namun Risiko Banjir Pasokan Membayangi
Kekhawatiran gangguan pasokan Iran menjadi katalis utama yang mendorong harga minyak naik ke level tertinggi beberapa pekan.
Prospek pemulihan ekspor Venezuela membantu meredam kenaikan harga, menunjukkan keseimbangan antara risiko geopolitik dan harapan pasokan baru
Harga minyak dunia menguat tipis pada perdagangan Senin, menembus level tertinggi dalam beberapa pekan karena kekhawatiran bahwa gejolak politik di Iran dapat mengganggu pasokan dari salah satu anggota OPEC terbesar. Kekhawatiran atas potensi gangguan distribusi di tengah protes yang intensif dan tekanan terhadap eksportir Iran memberi tekanan pada pasar, sementara minyak mentah Brent berkisar di sekitar $63,3–$63,8 per barel, dan West Texas Intermediate (WTI) di sekitar $59 per barel.
Namun, lonjakan harga itu tidak terlalu besar karena pasar juga mencermati potensi kembalinya pasokan dari Venezuela, yang diperkirakan akan segera melanjutkan ekspor besar setelah perubahan politik awal tahun ini. Ekspektasi tentang pasokan minyak tambahan dari Venezuela membantu meredam kenaikan yang lebih tajam dan menjaga harga tetap stabil di tengah tekanan geopolitik yang berlangsung.
Investor kini tetap waspada terhadap dinamika pasokan global dan data permintaan di tengah gambaran pasar yang beragam. Sementara risiko pasokan dari Iran memberikan dukungan bagi harga dalam jangka pendek, laporan tentang kemungkinan kelanjutan pasokan dari Venezuela serta sentimen pasar terhadap surplus pasokan di 2026 ikut berperan dalam menahan laju kenaikan lebih jauh
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish: Risiko pasokan dari Iran memberi dukungan harga dalam jangka pendek, tetapi prospek pasokan tambahan dari Venezuela dan kekhawatiran surplus pasokan global pada 2026 membatasi kenaikan lebih tajam.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi USD:
- USD – CPI (MoM) (Dec)
Forecast 0.3%, sama dengan bulan sebelumnya, menandakan tekanan harga bulanan masih bertahan. Ini menunjukkan inflasi belum melandai, sehingga kebijakan moneter ketat masih dibutuhkan. USD berpotensi tetap kuat karena ekspektasi suku bunga tinggi tetap terjaga.
- USD – CPI (YoY) (Dec)
Forecast 2.7%, tidak berubah dari periode sebelumnya, menandakan inflasi tahunan masih berada di atas target ideal bank sentral. Ini memperkuat pandangan bahwa penurunan suku bunga belum mendesak, sehingga USD tetap mendapatkan dukungan struktural.
- USD – Core CPI (MoM) (Dec)
Forecast naik ke 0.3% dari 0.2% menunjukkan tekanan inflasi inti kembali meningkat. Karena data ini mengecualikan makanan dan energi, kenaikan ini sangat penting dan memperkuat argumen kebijakan moneter ketat. USD berpotensi menguat signifikan jika angka ini terealisasi atau lebih tinggi.
- USD – New Home Sales (Oct)
Forecast turun ke 715K dari 800K menunjukkan sektor perumahan melambat. Ini mengindikasikan efek suku bunga tinggi mulai menekan aktivitas ekonomi. Jika data melemah sesuai forecast, USD berpotensi kehilangan sebagian momentumnya, meskipun dampaknya tidak sebesar data inflasi.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
