Wall Street Bangkit: Harapan Rate Cut dan Tech Rally Kerek S&P 500.

  • Data ketenagakerjaan yang lemah mendorong ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed di bulan September (probabilitas >80%).

  • Saham teknologi besar seperti Microsoft, Meta, dan NVIDIA terus reli, menopang sentimen pasar.

S&P 500 ditutup menguat 1,5% pada Senin (5/8), pulih dari aksi jual tajam hari Jumat, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan reli saham teknologi besar seperti Microsoft dan Meta. Dow Jones naik 575 poin (1,3%) dan Nasdaq melesat 2%, menghapus sebagian kerugian akibat tekanan dari eksekusi tarif baru oleh Presiden Trump terhadap 70 negara dan laporan ketenagakerjaan yang lemah.

Data ketenagakerjaan AS menunjukkan Nonfarm Payrolls hanya naik 73.000 pada Juli, jauh di bawah ekspektasi 110.000, sementara data Mei dan Juni direvisi turun sebesar 258.000. Investor merespons perlambatan ini sebagai sinyal kuat pasar tenaga kerja mulai melemah, sehingga meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada September menjadi lebih dari 80%.

Sementara itu, sektor teknologi terus memimpin penguatan pasar, dengan optimisme seputar AI masih menjadi katalis utama. Analis Morgan Stanley menyatakan pihaknya tetap bullish terhadap ekuitas AS dan merekomendasikan pembelian saat koreksi, menyebut pasar saat ini memasuki fase awal bull market baru sejak “Capitulation Day” April lalu.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen pasar saham AS (terutama S&P 500 dan Nasdaq) saat ini cenderung bullish, dipicu ekspektasi stimulus moneter dan kekuatan sektor teknologi.

Emas Menguat di Tengah Taruhan Pemangkasan Suku Bunga The Fed.

  • Probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada September naik tajam ke 87%, memicu permintaan emas.

  • Revisi besar-besaran data NFP menandakan melemahnya pasar tenaga kerja, memperkuat narasi dovish bank sentral.

Harga emas menguat moderat pada Senin (5/8) seiring meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, menyusul data ketenagakerjaan AS yang mengecewakan. XAU/USD naik 0,39% ke $3.375. Peluang penurunan suku bunga pada pertemuan FOMC 17 September kini mencapai 87%, memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah melemahnya pasar tenaga kerja.

Data Nonfarm Payrolls Jumat lalu menunjukkan tanda-tanda retaknya kekuatan pasar kerja, dengan revisi turun sebesar 258.000 untuk Mei dan Juni. Hal ini memperkuat pandangan dovish Gubernur The Fed Christopher Waller, yang menilai inflasi akibat tarif bersifat sementara dan menyoroti risiko terhadap mandat pekerjaan maksimum. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS 10-tahun turun ke 4,20%, memperbesar dukungan terhadap logam mulia.

Di sisi lain, Dolar AS melemah tipis terhadap sekeranjang mata uang utama, sementara perwakilan Dagang AS mengisyaratkan tarif baru dari Presiden Trump akan tetap berlaku dalam negosiasi lanjutan. Tekanan tambahan datang dari data pesanan pabrik yang anjlok, dengan pelaku pasar menanti data ekonomi lanjutan seperti ISM Services, klaim pengangguran, dan komentar pejabat The Fed.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen pasar terhadap emas saat ini jelas bullish, didukung ekspektasi pelonggaran moneter The Fed dan memburuknya indikator ekonomi AS.

Minyak Tertekan: Lonjakan Produksi OPEC+ dan Lemahnya Permintaan AS Picu Kekhawatiran.

  • OPEC+ sepakat meningkatkan produksi 547.000 bph untuk September, memperkuat kekhawatiran oversupply.

  • Permintaan bahan bakar di AS lemah dan produksi minyak dalam negeri mencetak rekor, menekan harga.

Harga minyak turun ke level terendah dalam sepekan pada Senin (4/8), setelah OPEC+ menyetujui peningkatan produksi sebesar 547.000 barel per hari (bph) untuk September. Brent ditutup turun 1,3% di $68,76, dan WTI melemah 1,5% ke $66,29 per barel. Langkah ini mempercepat pemulihan penuh dari pemangkasan besar OPEC+ sebelumnya, di tengah kekhawatiran akan kelebihan pasokan global.

Data dari pemerintah AS menunjukkan permintaan bensin selama Mei—awal musim berkendara musim panas—merupakan yang terlemah sejak pandemi 2020. Produksi minyak AS juga mencapai rekor tertinggi bulanan, menambah tekanan pasokan. Pelaku pasar kini mengantisipasi kemungkinan tambahan pembukaan kapasitas cadangan OPEC+ dalam pertemuan berikutnya pada 7 September, memicu kekhawatiran pasar akan pasokan berlebih yang berkelanjutan.

Di sisi geopolitik, ancaman tarif sekunder 100% oleh Presiden Trump terhadap pembeli minyak Rusia juga menjadi sorotan. Meski India menyatakan tetap akan membeli dari Rusia, potensi kehilangan suplai 1,7 juta bph jika India mundur membuat pasar tetap waspada. Namun, sentimen negatif dari sisi fundamental suplai dan permintaan tetap mendominasi.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen minyak saat ini cenderung bearish akibat kekhawatiran pasokan berlebih dan lemahnya permintaan dari konsumen utama, Amerika Serikat.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD: 

  1. S&P Global Services PMI (USD): Data Aktual PMI dan perkiraan yang lebih tinggi di atas 50 mengindikasikan ekspansi di sektor jasa, berpotensi USD menguat (⬆️).
  2. ISM Non-Manufacturing PMI (USD): Data Aktual PMI dan perkiraan yang lebih tinggi di atas 50 mengindikasikan ekspansi di sektor jasa, berpotensi USD menguat (⬆️).

Share on: