Saling Beda Pendapat di The Fed: Ketegangan Kebijakan Bayangi Pasar.
Double dissent pertama sejak 1993 menunjukkan perpecahan serius di internal The Fed.
Pertumbuhan ekonomi 3% dan inflasi stabil memperkuat alasan Powell untuk mempertahankan suku bunga saat ini.
Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%–4,5% pada Rabu, meski dua gubernur—Michelle Bowman dan Christopher Waller—menyatakan keberatan, menandai perpecahan terbuka pertama sejak 1993. Pasar saham bereaksi bervariasi: S&P 500 turun 0,1%, sementara Nasdaq naik tipis 0,2%. Perpecahan ini memperbesar ketidakpastian arah kebijakan moneter ke depan.
Data ekonomi yang dirilis bersamaan menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS mencapai 3% pada kuartal II, di atas ekspektasi. Namun, Presiden Trump terus menekan The Fed untuk segera memangkas suku bunga guna mendorong ekspansi lebih lanjut, terlebih di tengah ketidakpastian seputar tarif dagang dan pembicaraan alot dengan Tiongkok serta India.
Ketua The Fed Jerome Powell tetap berhati-hati, menyatakan bahwa kekuatan pasar tenaga kerja dan inflasi yang masih di atas target mendukung kebijakan suku bunga tetap. Dengan simpul kebijakan berikutnya menunggu simposium Jackson Hole bulan depan, pasar kini menunggu sinyal lebih jelas apakah suara dissent akan menjadi tren atau hanya anomali sementara.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen cenderung negatif terhadap indeks saham AS, seiring munculnya ketidakpastian arah kebijakan moneter dan potensi gangguan dari konflik tarif yang belum selesai.
Powell Hawkish, Emas Terbenam: Ketidakpastian The Fed Tekan Harga.
Nada hawkish Powell memberi tekanan besar pada harga emas, menandai potensi penundaan pelonggaran moneter.
Ketidakpastian ekonomi dan tarif menjadi alasan utama The Fed tetap berhati-hati dan menahan kebijakan longgar.
Harga emas (XAU/USD) anjlok lebih dari 1,3% menembus bawah $3.300 setelah Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan nada hawkish dalam konferensi pers pasca-keputusan suku bunga. Meskipun suku bunga tetap dipertahankan, keputusan tersebut tidak bulat, memperkuat ketidakpastian pasar terhadap arah kebijakan moneter ke depan.
Powell menyatakan bahwa dampak tarif terhadap perekonomian masih butuh waktu untuk terlihat secara menyeluruh, seraya menambahkan bahwa transmisi tarif ke harga mungkin lebih lambat dari perkiraan. Ini memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan tetap hati-hati dalam melonggarkan kebijakan hingga data ekonomi memberikan konfirmasi kuat.
Pernyataan resmi menyebut pertumbuhan ekonomi melambat di paruh pertama tahun ini, namun tingkat pengangguran tetap rendah dan inflasi masih agak tinggi. The Fed menegaskan komitmennya terhadap target inflasi 2% dan menyatakan ketidakpastian prospek ekonomi masih tinggi. Fed juga akan tetap melanjutkan pengurangan neraca secara bertahap.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen bearish untuk emas (XAU/USD), didorong oleh penguatan dolar dan ekspektasi pengetatan moneter lebih lama dari perkiraan.
Minyak Naik di Tengah Tekanan Trump ke Rusia dan Tarif Baru Global.
Ancaman sanksi Trump terhadap Rusia dan negara mitranya mendorong sentimen positif terhadap harga minyak.
Kepatuhan India terhadap sanksi AS berpotensi mengganggu ekspor minyak Rusia, memperketat pasokan global.
Harga minyak naik sekitar 1% pada Rabu karena investor merespons kerasnya sikap Presiden AS Donald Trump terhadap Rusia dan ancaman tarif terhadap negara-negara yang membeli minyaknya. Kontrak Brent September ditutup naik 73 sen menjadi $73,24, sementara WTI naik 79 sen ke $70 meski data stok minyak AS bervariasi. Trump mempercepat tenggat waktu Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina dari 50 hari menjadi 10-12 hari, serta memberlakukan tarif 25% pada barang dari India dan mengancam China dengan tarif besar jika tetap membeli minyak Rusia.
JP Morgan menilai bahwa meski China kemungkinan tidak akan patuh terhadap sanksi AS, India tampak akan mengikuti, yang bisa berdampak pada 2,3 juta barel ekspor minyak Rusia per hari. Hal ini dipandang sebagai katalis positif bagi harga minyak. Analis menyebut kepatuhan India terhadap tekanan AS menjadi sentimen utama yang mendorong harga naik, mengalahkan pengaruh data persediaan minyak yang cenderung campuran.
Dari sisi data ekonomi, persediaan minyak mentah AS naik 7,7 juta barel, sementara stok bensin turun lebih dalam dari perkiraan. Pertumbuhan ekonomi AS kuartal kedua tampak membaik, namun ditopang turunnya impor, bukan karena peningkatan permintaan domestik. Federal Reserve tetap menahan suku bunga dan memberi sinyal tidak pasti mengenai pemangkasan suku bunga ke depan.
Kesimpulan Sentimen:
Bullish satu arah untuk harga minyak (Brent dan WTI), didorong oleh sentimen geopolitik dan ekspektasi terganggunya pasokan dari Rusia.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi JPY, EUR dan USD:
BoJ (JPY): Suku Bunga diperkirakan tetap, dampak Netral.
CPI Jerman (EUR): Inflasi diperkirakan lebih tinggi (⬆️), berpotensi mendukung EUR.
PCE Core Price Index (USD): YoY diperkirakan Tetap dampaknya Netral, MoM sedikit naik (⬆️) = bisa sedikit support
Initial Jobless Claims (USD): Klaim pengangguran yang lebih tinggi (⬇️) berpotensi menekan USD.
Chicago PMI (USD): Perbaikan yang diperkirakan (⬆️) bisa mendukung USD.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
