Dolar AS Tertahan di 101,40: Napas Panjang Pasar Usai Perang Timur Tengah Rehat

  • DXY Bergerak Datar di 101,40: Penghentian sementara serangan AS-Iran menekan permintaan safe-haven, menahan penguatan Dolar AS di tengah penantian Rapat The Fed.

  • Seruan Pemangkasan Suku Bunga Trump: Trump menilai inflasi merosot cepat dan menyuarakan penurunan suku bunga, seraya membuka pintu diplomasi penuh dengan Iran.

Indeks Dolar AS (DXY) bergerak datar di level 101,40 seiring meredanya permintaan aset safe-haven pasca keputusan Donald Trump menghentikan sementara serangan udara ke Iran. Anjloknya harga minyak sukses menekan risiko inflasi energi dan membangkitkan kembali selera risiko pasar. Investor kini berfokus pada rapat The Fed yang diproyeksikan bakal menahan suku bunga acuan di level 3,50%–3,75%.

Peluang de-eskalasi kian menguat seiring terbukanya pintu diplomasi antara Washington dan Teheran. Secara mengejutkan, Trump turut menyuarakan pemangkasan suku bunga acuan setelah menilai inflasi melandai cepat, sembari memuji Ketua The Fed Kevin Warsh. Sinyal ini memperkuat optimisme pasar bahwa tekanan harga akan merosot tajam jika konflik Teluk benar-benar berakhir.

Di sisi lain, Menkeu Scott Bessent menegaskan dampak positif pemotongan pajak Trump bagi masyarakat menengah ke bawah. Selain The Fed, fokus pasar pekan ini juga tertuju pada keputusan suku bunga dari Bank of England dan Bank of Japan. Pergerakan DXY diprediksi tetap tertahan hingga ada kepastian arah kebijakan dari bank-bank sentral utama tersebut.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Sentimen negatif untuk Dollar AS: Meredanya tensi militer AS-Iran menurunkan daya tarik dolar AS sebagai aset safe-haven. Selain itu, penurunan harga minyak dan seruan terbuka Trump agar The Fed memangkas suku bunga acuan memberikan tekanan dovish pada prospek nilai tukar Dolar AS.

Emas Merangkak Naik ke $4.076: Hawa Dingin Perang Redakan Ketakutan Inflasi

  • Emas Spot Anjlok 2%: Harga emas merosot ke $4.049,56/oz tertekan penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi di tengah koreksi teknikal.

  • Minyak $100 Memicu Risiko Fed: Lonjakan minyak ke $100 akibat perang AS-Iran dan serangan Houthi memicu ketakutan inflasi, mengerek peluang kenaikan suku bunga The Fed hingga 34%.

Emas spot naik 0,6% ke $4.076,80 per ons seiring anjloknya harga minyak yang meredakan ancaman inflasi. Jeda konflik AS-Iran memberi angin segar bagi emas keluar dari tren bearish. Pasar kini mengalihkan fokus penuh pada keputusan suku bunga The Fed pekan ini.

The Fed diprediksi menahan suku bunga di 3,5%–3,75% dengan probabilitas 62%. Namun, sinyal hawkish Kevin Warsh dan data PCE mendatang menjaga peluang kenaikan suku bunga tetap ada sebesar 35%. Rilis PDB Q2 juga menjadi kunci penentu arah kebijakan moneter.

Jeda serangan AS terjadi akibat menipisnya stok pertahanan udara Pentagon, meski Trump mengancam akan menyerang kembali jika diplomasi gagal. Dalam jangka pendek, merosotnya harga energi menjadi penopang utama daya tahan harga emas.

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen positif: Penurunan harga minyak akibat jeda serangan AS-Iran berhasil menekan risiko inflasi global dan memberi ruang bagi emas untuk menguat. Selain itu, proyeksi bahwa The Fed kemungkinan besar akan menahan suku bunga acuan memberikan kepastian sementara bagi stabilitas pasar finansial.

Siasat Gencatan Senjata: Diplomasi Trump Bikin Harga Minyak Terjun Bebas
  • Sinyal Damai & Minyak Anjlok: Trump menghentikan serangan dan mengklaim negosiasi berjalan baik, memicu lonjakan penurunan harga minyak Brent sebesar 9,31% ke $87,77 per barel.

  • Uji Nyali & Isu Amunisi: Iran tetap melakukan provokasi drone dan klaim kontrol Selat Hormuz, di tengah laporan penipisan amunisi militer AS serta tekanan politik pemilu sela Trump.

Donald Trump mengklaim pembicaraan dengan Iran berjalan positif dan berpeluang menghasilkan kesepakatan damai, meski mengancam akan melanjutkan serangan jika negosiasi gagal. Sinyal de-eskalasi ini langsung memicu anjloknya harga minyak Brent sebesar 9,31% ke level $87,77 per barel.

Di sisi lain, ketegangan kawasan tetap memanas akibat serangan drone sokongan Iran di Arab Saudi, Yordania, dan Irak. Teheran membantah meminta negosiasi, mengklaim tetap mengontrol Selat Hormuz, serta menuduh AS melakukan blokade laut ilegal.

Keputusan jeda militer AS dipengaruhi oleh tekanan politik pemilu sela serta menipisnya amunisi dan target strategis Pentagon. Washington dan Teheran kini berpacu dengan waktu untuk memfinalisasi kesepakatan sebelum konflik kembali meletus.

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen negatif untuk harga OIL: Terbukanya pintu diplomasi antara Washington dan Teheran serta merosotnya harga minyak memberikan angin segar bagi pasar global. Akan tetapi, retorika ancaman Trump, serangan drone balasan, serta klaim pengetatan Selat Hormuz oleh Iran menandakan bahwa risiko eskalasi militer sewaktu-waktu masih sangat tinggi.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD

  • CB Consumer Confidence (Jul) (USD)

Diperkirakan ada kenaikan tingkat kepercayaan konsumen Amerika Serikat dari data sebelumnya 91.2 menjadi 92.1.

Dampak: Berpotensi USD menguat jika data aktual dirilis lebih besar dari forecast (mengindikasikan optimisme konsumen yang lebih tinggi terhadap kondisi ekonomi), dan berpotensi USD melemah jika dirilis lebih kecil dari forecast.

Disclaimer:
This analysis is prepared solely for reference purposes and does not constitute a solicitation to engage in transactions. Trading decisions should take into account various factors, including market conditions, risk profiles, and individual strategies. Futures trading involves high risk; therefore, all decisions and the consequences of transactions are the sole responsibility of the individual.

Share on: