Dolar AS Terpuruk, Ekspektasi Rate Cut Fed Mendorong Euro & Pound.
Dolar AS anjlok ke terendah dua pekan, peluang rate cut Fed September mencapai 94%.
EUR/USD dan GBP/USD menguat tajam didorong penyempitan selisih suku bunga AS–Eropa dan optimisme geopolitik.
Dolar AS melemah tajam ke level terendah dua pekan pada Rabu (13/8), menembus dukungan 98,00 seiring pasar kian agresif memproyeksikan pemangkasan suku bunga The Fed pada September. Data Prime Market Terminal menunjukkan peluang 94% untuk pemangkasan 25 bps, dengan 6% kemungkinan pemangkasan 50 bps, menyusul komentar Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mendesak penurunan 150–175 bps. Pelemahan dolar mengangkat EUR/USD ke 1,1730 dan GBP/USD mendekati 1,3600, level tertinggi multi-pekan.
Sentimen dovish diperkuat oleh inflasi AS Juli yang tetap di 2,7% YoY, di bawah perkiraan, sementara CPI inti naik menjadi 3,1%. Di Eropa, inflasi Jerman sesuai target ECB di 2%, sedangkan Spanyol di 2,7%. Ekspektasi penyempitan selisih suku bunga antara The Fed dan ECB menjadi katalis utama penguatan euro, ditambah optimisme damai Ukraina-Rusia yang digaungkan Presiden Trump melalui rencana pertemuan dengan Presiden Putin dan pemimpin Eropa.
Pasar kini menantikan rilis PPI AS, klaim pengangguran, serta serangkaian data ekonomi Eropa termasuk GDP dan produksi industri. Dengan dolar melemah, imbal hasil obligasi AS turun, dan peluang pemangkasan suku bunga mendekati pasti, prospek jangka pendek untuk mata uang mayor non-dolar tampak solid.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish Dollar AS — Pelemahan dolar dan ekspektasi pelonggaran moneter The Fed menjadi katalis utama kenaikan mata uang mayor non-dolar.
Emas Mengilap, Pasar Taruhan Rate Cut Fed Hampir Pasti.
Peluang rate cut September mencapai 98%, didorong data CPI Juli dan tekanan politik.
Pelemahan dolar dan turunnya yield obligasi mendukung kenaikan harga emas.
Harga emas menguat 0,30% di sesi Amerika Utara pada Rabu (13/8), diperdagangkan di $3.357 dan menembus level dukungan teknikal penting. Sentimen positif datang dari keyakinan pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan September, meski data inflasi Juli menunjukkan hasil campuran. CPI utama tahunan tetap di 2,7% sesuai bulan sebelumnya, sementara CPI inti naik menjadi 3,1%, melampaui ekspektasi.
Tekanan politik terhadap The Fed juga kian terasa, dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mendesak pemangkasan 50 bps bulan depan dan target suku bunga 150–175 bps lebih rendah. Di sisi geopolitik, rencana pertemuan Trump dengan pemimpin Eropa dan Ukraina mendahului pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska untuk membahas gencatan senjata Ukraina, sementara AS–China sepakat memperpanjang gencatan dagang 90 hari.
Dolar AS melemah 0,25% menjadi 97,81, mendorong harga emas di atas $3.350. Imbal hasil obligasi 10 tahun AS turun lima bps ke 4,238%, menambah dukungan bagi logam mulia. Menurut Prime Market Terminal, peluang pemangkasan 25 bps The Fed pada September kini mencapai 98%, memperkuat prospek bullish emas di tengah minimnya rilis data ekonomi utama.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish — Kombinasi ekspektasi pelonggaran moneter, pelemahan dolar, dan turunnya yield mengangkat prospek harga emas lebih tinggi.
Minyak Merosot ke Terendah 2 Bulan, Pasar Tertekan Data Stok & Proyeksi IEA.
Stok minyak AS naik signifikan dan IEA memangkas proyeksi permintaan, memicu kekhawatiran surplus.
Harga Brent dan WTI jatuh ke level terendah sejak awal Juni di tengah prospek pasokan berlebih.
Harga minyak global jatuh ke level terendah lebih dari dua bulan pada Rabu (13/8) setelah laporan bearish dari Energy Information Administration (EIA) dan International Energy Agency (IEA) menekan sentimen. Brent turun 0,7% menjadi $65,63 per barel, sempat menyentuh $65,01 — terendah sejak 6 Juni. WTI merosot 0,8% ke $62,65, dengan level intraday $61,94 — terendah sejak 2 Juni. EIA melaporkan stok minyak AS naik 3 juta barel, jauh di atas ekspektasi penurunan, sementara impor bersih naik 699.000 barel per hari.
IEA menaikkan proyeksi pertumbuhan pasokan tahun ini namun memangkas estimasi permintaan, menandakan potensi surplus. Sementara itu, OPEC+ dalam laporan terpisah menaikkan proyeksi permintaan 2025 dan memangkas estimasi pertumbuhan pasokan non-OPEC, tetapi analis menilai surplus masih mungkin terjadi meski dengan skenario permintaan moderat. Kondisi ini diperparah oleh ekspor minyak AS yang melemah akibat hambatan tarif, berpotensi menekan harga lebih lanjut.
Di sisi geopolitik, pasar menunggu pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska untuk membahas perdamaian Ukraina. Trump mengancam “konsekuensi sangat berat” jika Putin menolak menghentikan perang, namun analis energi menilai prospek harga minyak jangka pendek tetap lemah, dengan pasokan non-OPEC mampu mengimbangi potensi kenaikan permintaan.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish — Data stok, proyeksi IEA, dan lemahnya ekspor AS menegaskan tekanan harga di tengah prospek surplus pasokan.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi GBP dan USD
- GBP: Berdasarkan data GBP diperkirakan GDP dari QoQ dan YoY menurun dan membuat GBP (Turun) meskipun MoM yang Positif berpotensi menguatkan GBP naik
- USD Jobless Claims: Jobless data yang membaik berpotensi membuat USD (Naik)
- PPI USD: Tekanan inflasi yang diperkirakan naik berpotensi menguatkan USD
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
