Wall Street Bangkit, Tapi Bayang-Bayang Tarif Trump Bayangi Pasar.

Analisa Fundamental Magnetfx 8 Agustus
  • S&P 500 naik didorong saham teknologi, tetapi dibayangi ekspektasi pelonggaran moneter akibat pelemahan ekonomi AS.

  • Trump memberlakukan tarif baru terhadap India, memicu kekhawatiran dampak lanjutan terhadap perdagangan global dan pertumbuhan India.

Indeks S&P 500 melonjak 0,7% pada Rabu dipimpin reli saham teknologi usai laporan keuangan Apple yang solid. Nasdaq menguat 1,2% dan Dow Jones naik tipis 0,2%. Investor menyambut laporan laba positif di tengah kekhawatiran ekonomi AS yang melambat, menyusul data sektor jasa dan tenaga kerja yang mengecewakan. Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada September pun menguat seiring komentar dovish dari beberapa pejabat bank sentral.

Namun, ketegangan dagang kembali mencuat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif tambahan 25% atas barang-barang dari India sebagai balasan atas pembelian minyak Rusia. Tarif ini akan mulai berlaku 21 hari setelah 7 Agustus dan diprediksi akan memukul sekitar 55% ekspor India ke AS. Langkah tersebut menandai kemerosotan serius dalam hubungan kedua negara dan mendorong kekhawatiran atas potensi pergeseran aliansi India ke China.

Meski harga minyak sempat naik 1% akibat potensi terganggunya pasokan dari India, kekhawatiran atas stagflasi dan perlambatan global terus membayangi. Ketegangan perdagangan dan volatilitas kebijakan Trump menciptakan ketidakpastian baru bagi pasar yang sempat bangkit oleh laporan keuangan. Jika konflik dagang terus memburuk, pemulihan pasar bisa terhambat.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen pasar secara keseluruhan negatif (bearish), dengan kekhawatiran baru terhadap ketegangan dagang AS-India dan prospek pertumbuhan global yang terus melemah, meski ada dukungan teknikal dari sektor teknologi.

Emas Bangkit di Tengah Ketidakpastian The Fed dan Ketegangan Tarif Global.

  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed menguat setelah data ekonomi AS melemah dan komentar dovish dari pejabat bank sentral.

  • Ketegangan tarif global, termasuk ancaman tarif terhadap India dan sanksi baru untuk Rusia, mendukung permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven.

Harga emas (XAU/USD) menguat tipis pada Rabu, diperdagangkan di sekitar $3.374 setelah pulih dari level terendah intraday $3.358. Dukungan datang dari pelemahan Dolar AS dan imbal hasil obligasi yang masih lesu, sementara ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada September semakin menguat menyusul data ekonomi AS yang lesu dan komentar dovish dari sejumlah pejabat Fed.

Ketidakpastian kebijakan moneter semakin dalam setelah pengunduran diri Gubernur The Fed Adriana Kugler dan spekulasi bahwa penggantinya akan condong ke arah kebijakan yang lebih longgar. Komentar dari Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari yang menegaskan perlunya dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini memperkuat sentimen dovish. Di sisi lain, ketegangan tarif global juga meningkat, dengan Trump mengancam tarif lebih tinggi terhadap India dan menyusun sanksi baru terhadap Rusia.

Di tengah tekanan geopolitik dan ketidakpastian fiskal, emas tetap menarik sebagai aset lindung nilai. Meskipun imbal hasil Treasury sedikit menguat menjelang lelang obligasi 10 tahun AS senilai $42 miliar, permintaan terhadap aset aman seperti emas tetap solid. Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan 87% The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada September.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen bullish untuk emas — dominasi ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan ketidakpastian geopolitik mendorong minat beli terhadap logam mulia.

Harga Minyak Anjlok ke Level Terendah 8 Minggu, Ketidakpastian Sanksi Rusia Membayangi.

  • Pernyataan Trump soal kemajuan pembicaraan dengan Rusia menimbulkan ketidakpastian atas sanksi dan memicu penurunan harga minyak.

  • Pasar juga dibebani oleh rencana kenaikan pasokan OPEC+ serta potensi ekspor lebih besar dari Rusia jika sanksi dilonggarkan.

Harga minyak dunia jatuh sekitar 1% ke level terendah delapan minggu pada Rabu setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump soal kemajuan negosiasi dengan Rusia memicu ketidakpastian apakah sanksi baru akan diberlakukan. Brent ditutup melemah 1,1% di $66,89 per barel, sementara WTI turun 1,2% ke $64,35 — penurunan selama lima hari berturut-turut.

Trump menyebut utusannya telah membuat “kemajuan besar” dalam pembicaraan dengan Putin, namun belum ada kepastian soal sanksi lanjutan yang dijadwalkan pada 9 Agustus. Sinyal potensi pengurangan sanksi membuka peluang bagi Rusia, produsen minyak terbesar kedua dunia, untuk mengekspor lebih banyak minyak ke pasar global, sehingga menambah tekanan pada harga.

Di sisi lain, pasar juga tertekan oleh rencana peningkatan pasokan OPEC+ dan eskalasi tarif baru terhadap India, yang secara tidak langsung terkait pembelian minyak Rusia. Meski laporan EIA mencatat penurunan stok minyak AS sebesar 3 juta barel, sentimen pasar tetap negatif karena ketidakpastian geopolitik dan pasokan global yang meningkat.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen minyak bearish — dominan negatif — karena pasar dibayangi ketidakpastian sanksi terhadap Rusia, potensi pasokan lebih besar, dan minimnya katalis positif meski ada penurunan stok minyak.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi GBP dan USD:

  • BoE Interest Rate Decision (GBP): Suku bunga diperkirakan akan turun yang membuat

  • GBP berpotensi (Turun).
    Initial Jobless Claims (USD): Lowongan pekerjaan diperkirakan akan meningkat sehingga USD berpotensi (Turun).

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: