Euro Melemah Setelah ECB Tahan Suku Bunga dan The Fed Beri Isyarat Jeda Kebijakan.
ECB tahan suku bunga, sementara Lagarde menilai risiko ekonomi mulai mereda namun inflasi masih rendah.
The Fed isyaratkan jeda pemangkasan suku bunga, memicu penguatan Dolar AS dan menekan Euro.
Euro tergelincir terhadap Dolar AS pada Kamis (30/10) setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil, sementara investor masih mencerna keputusan “hawkish cut” dari The Federal Reserve (Fed) sehari sebelumnya. Pasangan EUR/USD turun 0,30% ke 1.1565, di tengah penguatan Dolar AS yang meluas pasca pernyataan hati-hati dari Ketua The Fed Jerome Powell.
Presiden ECB Christine Lagarde menegaskan kebijakan moneter saat ini berada di “posisi yang baik” karena risiko ekonomi mulai mereda, didukung oleh ketenangan di Timur Tengah dan kesepakatan dagang AS–China. Namun, inflasi di Zona Euro masih di bawah target, membuka peluang perdebatan pelonggaran lebih lanjut pada pertemuan Desember. Di sisi lain, The Fed memangkas suku bunga 25 bps namun menegaskan belum tentu akan melanjutkan pemangkasan pada Desember, menunjukkan pembagian pandangan di internal FOMC.
Selain itu, pertemuan positif antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping memperkuat sentimen risiko dan menopang reli Dolar AS, seiring kesepakatan pembelian kedelai dan penurunan tarif impor. Kombinasi dari kebijakan The Fed yang cenderung berhati-hati dan stabilnya ekonomi AS membuat Euro tetap tertekan di bawah level 1.1600.
Sumber materi berita: fxstreet.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish untuk EURUSD: Penguatan Dolar AS akibat “hawkish cut” The Fed dan stabilitas ekonomi AS menekan nilai Euro secara signifikan.
Emas Menguat 1.5% Setelah The Fed Pangkas Suku Bunga, Meski Powell Beri Nada Hati-Hati.
The Fed pangkas suku bunga 25 bps namun Powell isyaratkan kemungkinan jeda di Desember.
Turunnya imbal hasil obligasi AS dan tensi geopolitik mendorong kenaikan harga emas.
Harga emas melonjak lebih dari 1,5% pada Kamis (30/10) ke sekitar $3.995 setelah The Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4,00%. Meski Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan pemangkasan lanjutan pada Desember belum tentu terjadi, turunnya imbal hasil obligasi AS dan ketegangan geopolitik tetap mendorong minat terhadap emas sebagai aset aman.
Keputusan The Fed dilakukan dengan hasil voting 10–2, di mana Gubernur Stephen Miran menginginkan pemangkasan 50 bps sementara Presiden The Fed Kansas City Jeffrey Schmid memilih tidak ada perubahan. Powell menyebut pasar tenaga kerja masih kuat namun berada di kisaran netral, menandakan kebijakan moneter mendekati fase jeda. Pernyataan ini sempat membuat harga emas turun di bawah $3.920 sebelum kembali rebound di sesi Asia dan Eropa.
Selain faktor suku bunga, harga emas juga mendapat dukungan dari kabar pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang menghasilkan gencatan dagang selama satu tahun. Meski dolar AS menguat, turunnya imbal hasil obligasi AS menahan tekanan terhadap emas, membuat logam mulia ini tetap solid di atas $3.990.
Sumber materi berita: fxstreet.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish: Karena pelonggaran moneter The Fed dan penurunan imbal hasil obligasi mendukung permintaan terhadap aset aman meski dolar AS menguat.
Minyak Tertekan di Tengah Deal Dagang AS–China dan Sikap Hawkish The Fed.
Deal dagang AS–China hanya bersifat meredakan ketegangan, bukan solusi jangka panjang.
Sikap hawkish The Fed menekan harga minyak lewat penguatan dolar AS.
Harga minyak dunia turun pada Kamis karena pasar mencerna hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, serta keputusan terbaru The Federal Reserve. Pada pukul 08:25 ET, Brent turun 0,7% menjadi $63,86 per barel, sementara WTI melemah 0,7% ke $60,06. Kedua acuan tersebut berpotensi mencatat penurunan lebih dari 3% sepanjang Oktober, menandai bulan ketiga penurunan beruntun akibat kekhawatiran kelebihan pasokan.
Pertemuan antara Trump dan Xi menghasilkan kesepakatan sementara: AS menurunkan tarif impor China menjadi 47% dari 57% selama satu tahun, sementara Beijing kembali membeli kedelai AS dan menjaga ekspor logam langka tetap stabil. Namun, minimnya detail konkret membuat investor ragu akan kepastian kesepakatan tersebut. Analis menilai hasil ini lebih sebagai penurunan ketegangan, bukan perubahan struktural dalam hubungan kedua negara.
Selain itu, tekanan tambahan datang dari penguatan dolar AS setelah The Fed memangkas suku bunga 25 bps namun menegaskan tidak akan ada pemangkasan lanjutan tahun ini. Nada hawkish Powell memperkuat dolar dan menekan harga minyak. Investor kini menunggu hasil rapat OPEC+ akhir pekan ini yang diperkirakan akan menambah produksi sebesar 137.000 barel per hari untuk Desember.
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish: Karena penguatan dolar dan ketidakpastian hasil kesepakatan dagang AS – China.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi EUR dan USD:
-
CPI (YoY) (Oct) (EUR) (Pukul 17:00):
Forecast (2.1%) < Previous (2.2%): Inflasi Zona Euro diperkirakan melambat. Penurunan inflasi ini berpotensi melemahkan EUR, karena dapat mengurangi tekanan pada ECB untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. -
Core PCE Price Index (MoM) (Sep) (USD) (Pukul 19:30):
Forecast (0.2%) = Previous (0.2%): Inflasi inti PCE bulanan diperkirakan stabil. Dampak netral pada USD, kecuali ada kejutan pada rilis aktual. -
Core PCE Price Index (YoY) (Sep) (USD) (Pukul 19:30):
Forecast (Tidak tersedia) vs Previous (2.9%): Tanpa forecast, sulit untuk menilai. Namun, Core PCE adalah indikator inflasi pilihan The Fed. Jika aktual dirilis dan lebih tinggi dari sebelumnya, ini berpotensi menguatkan USD. Jika lebih rendah, berpotensi melemahkan USD. -
Chicago PMI (Oct) (USD) (Pukul 20:45):
Forecast (42.3) > Previous (40.6): Indeks Manajer Pembelian Chicago diperkirakan sedikit meningkat, menunjukkan perbaikan dalam aktivitas ekonomi regional. Ini berpotensi sedikit menguatkan USD.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
