The Fed Potong Suku Bunga, Wall Street Ragu, Emas Berpotensi Bersinar di Tengah Ketidakpastian.

Analisa Fundamental Magnetfx 8 Agustus
  • The Fed memangkas suku bunga 25 bps dan menghentikan quantitative tightening mulai Desember — sinyal kebijakan lebih longgar.

  • Ketidakpastian arah suku bunga ke depan dan perpecahan pandangan dalam The Fed menekan sentimen pasar saham, mendorong minat pada aset aman seperti emas.

Pasar saham AS ditutup melemah pada Rabu (29/10) setelah S&P 500 sempat mencetak rekor intraday sebelum terkoreksi menyusul keputusan Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Pemangkasan ini merupakan yang kedua tahun ini, dengan alasan pelemahan pasar tenaga kerja. Namun, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang menolak anggapan bahwa pemotongan suku bunga berikutnya sudah pasti dilakukan menimbulkan keraguan pasar terhadap arah kebijakan moneter berikutnya.

The Fed juga mengumumkan akan menghentikan program quantitative tightening (pengetatan neraca) mulai Desember, menandai potensi perubahan menuju kebijakan likuiditas yang lebih longgar. Langkah ini disambut positif oleh sebagian investor, meski adanya perbedaan pandangan antar anggota dewan — satu menginginkan pemotongan 50 bps dan satu lagi tidak ingin ada perubahan — menunjukkan perpecahan pandangan internal di tubuh The Fed.

Di sisi korporasi, fokus pasar beralih pada laporan keuangan raksasa teknologi seperti Microsoft, Meta, dan Alphabet yang akan menentukan arah pasar saham selanjutnya. Sementara itu, saham Nvidia menjadi sorotan karena spekulasi bahwa AS dapat melonggarkan pembatasan ekspor chip ke China, setelah Presiden Trump berencana bertemu Presiden Xi Jinping. Di tengah volatilitas pasar saham ini, harga emas berpotensi menguat karena kebijakan The Fed yang lebih akomodatif dan meningkatnya ketidakpastian global.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish untuk indeks saham AS – Pemangkasan suku bunga memang membantu likuiditas, tetapi komentar Jerome Powell yang tidak memberi kepastian pemangkasan lanjutan membuat pasar kehilangan arah optimisme.

The Fed Turunkan Suku Bunga, Emas Naik di Tengah Sinyal Akhir Pengetatan Likuiditas.

  • The Fed memangkas suku bunga 25 bps dan akan menghentikan pengurangan neraca pada 1 Desember — sinyal kebijakan moneter mulai longgar.

  • Inflasi masih tinggi dan ekonomi melambat, membuat investor mencari perlindungan di emas sebagai aset aman.

Federal Reserve memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%–4% dalam keputusan yang tidak bulat. Sebagian anggota dewan, seperti Stephen Miran, menginginkan pemangkasan lebih besar sebesar 50 bps, sementara Jeffrey Schmid menolak perubahan sama sekali. The Fed menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi AS masih moderat, lapangan kerja melambat, dan inflasi tetap agak tinggi — mencerminkan sikap hati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter.

Selain pemangkasan suku bunga, The Fed juga mengumumkan akan mengakhiri program pengurangan neraca (balance sheet reduction) pada 1 Desember, menandakan perubahan arah menuju kebijakan likuiditas yang lebih netral. Langkah ini dipandang sebagai sinyal bahwa bank sentral mulai fokus menjaga stabilitas pasar keuangan setelah periode pengetatan yang panjang.

Menjelang konferensi pers Jerome Powell, harga emas (XAU/USD) melonjak ke area $3.990–$4.010 per troy ounce karena pelaku pasar menilai keputusan The Fed sebagai tanda berakhirnya era kebijakan ketat. Ketidakpastian mengenai langkah selanjutnya dari Powell mendorong volatilitas, tetapi arah umum menunjukkan minat kuat pada aset lindung nilai seperti emas.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish — Karena sinyal pelonggaran kebijakan moneter The Fed dan meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai.

Stok Minyak AS Turun Tajam, Harga Minyak Naik Didukung Optimisme Perdagangan AS–China.

  • Stok minyak mentah AS turun tajam hampir 7 juta barel, menandakan permintaan kuat dan pasokan lebih ketat dari perkiraan.

  • Optimisme pertemuan dagang AS–China mengangkat sentimen risiko dan mendorong harga komoditas, termasuk minyak.

Harga minyak dunia menguat pada Rabu setelah laporan Energy Information Administration (EIA) menunjukkan penurunan besar pada stok minyak mentah dan bahan bakar AS, jauh melebihi perkiraan analis. Stok minyak mentah turun hampir 7 juta barel, dibandingkan ekspektasi hanya 211 ribu barel. Kondisi ini memicu penilaian ulang terhadap kekhawatiran surplus pasokan global, terutama di tengah peningkatan produksi dari OPEC+ dan Amerika Serikat.

Selain itu, sentimen pasar turut terdorong oleh nada optimistis Presiden AS Donald Trump menjelang pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping. Optimisme terhadap hasil positif dari pembicaraan dagang tersebut membantu meredakan kekhawatiran perlambatan ekonomi global akibat perang dagang dan tarif impor. Sementara itu, Brent naik 0,8% ke $64,92 per barel dan WTI naik 0,6% ke $60,48 per barel.

Namun, di sisi lain, pernyataan hati-hati dari Ketua The Fed Jerome Powell setelah pemangkasan suku bunga 25 bps membatasi reli harga minyak, karena pasar masih mencermati prospek ekonomi global yang rapuh. Meskipun begitu, laporan EIA yang kuat dan ekspektasi membaiknya hubungan dagang AS–China tetap menjadi pendorong utama kenaikan harga minyak.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish —Karena kombinasi data inventori positif dan prospek membaiknya hubungan perdagangan global.

 
 

.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi JPY, EUR, dan USD: 

  • BoJ Interest Rate Decision (JPY) (Pukul 10:00):
    Forecast (0.50%) = Previous (0.50%): Bank of Japan (BoJ) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Ini berpotensi stabilkan JPY, kecuali ada kejutan dalam pernyataan kebijakan atau outlook ke depan.
  • German GDP (QoQ) (Q3) (EUR) (Pukul 16:00):
    Forecast (0.0%) > Previous (-0.3%): Ekonomi Jerman diperkirakan tidak lagi berkontraksi. Ini adalah berita positif yang berpotensi sedikit menguatkan EUR, menunjukkan pemulihan meskipun lambat.
  • New Home Sales (Sep) (USD) (Pukul 18:00):
    Forecast (710K) < Previous (800K): Penjualan rumah baru yang diperkirakan lebih rendah dari sebelumnya menunjukkan perlambatan di pasar perumahan AS. Ini berpotensi melemahkan USD.
  • GDP (QoQ) (Q3) (USD) (Pukul 19:30):
    Forecast (3.0%) < Previous (3.8%): Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan melambat. Perlambatan GDP ini berpotensi melemahkan USD.
  • German CPI (MoM) (Oct) (EUR) (Pukul 20:00):
    Forecast (0.2%) = Previous (0.2%): Inflasi Jerman diperkirakan stabil. Dampak netral pada EUR.
  • ECB Interest Rate Decision & Deposit Facility Rate (EUR) (Pukul 20:15):
    Forecast (2.15% & 2.00%) = Previous: European Central Bank (ECB) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Ini berpotensi stabilkan EUR, kecuali ada kejutan dalam pernyataan kebijakan atau konferensi pers (Pukul 20:45) yang memberikan sinyal hawkish/dovish yang kuat.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: