Truce Dipertimbangkan, Tarik Ulur Dagang AS-Tiongkok Masuki Babak Baru.
AS dan Tiongkok sepakat mempertimbangkan perpanjangan gencatan tarif, meski keputusan akhir ada di tangan Presiden Trump.
Fokus pembahasan mencakup perdagangan rare earth dan dorongan reformasi struktur ekonomi Tiongkok untuk mendukung ekspor AS.
Setelah dua hari pembicaraan konstruktif di Stockholm, pejabat Amerika Serikat dan Tiongkok sepakat mencari perpanjangan gencatan senjata tarif 90 hari yang akan berakhir 12 Agustus. Meski belum ada terobosan besar, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Presiden Donald Trump bersikap positif dan kemungkinan tidak akan menolak perpanjangan. Pertemuan ini juga membuka peluang pertemuan Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping sebelum akhir tahun.
Kedua pihak menekankan pentingnya menjaga stabilitas hubungan dagang bilateral demi pertumbuhan global. Fokus pembahasan termasuk aliran ekspor rare earth dari Tiongkok dan dorongan agar Tiongkok beralih ke ekonomi berbasis konsumsi domestik, guna membuka peluang lebih besar bagi ekspor AS. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Trump, dan pasar global masih menanti arah kebijakan berikutnya.
Sementara itu, kesepakatan dagang AS–Uni Eropa dan Jepang memberikan tekanan tambahan pada Tiongkok, namun Beijing dinilai memiliki posisi tawar kuat karena kontrolnya atas pasar rare earth dunia. Meski demikian, tanpa kepastian kesepakatan baru, kekhawatiran pasar tetap tinggi seiring potensi kembalinya tarif tinggi yang bisa mengguncang rantai pasok global.
investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen cenderung positif-hati-hati terhadap Dollar AS ditengah hubungan dagang AS–Tiongkok, dengan harapan gencatan diperpanjang namun risiko eskalasi tetap membayangi.
Emas Tertahan di Persimpangan: Antara Rebound dan Tekanan Dolar.
Emas tertekan oleh penguatan Dolar AS dan minat risiko investor terhadap saham.
Fokus pasar tertuju pada potensi sinyal hawkish dari The Fed dalam keputusan suku bunga.
Harga emas (XAU/USD) stabil pada hari Selasa setelah empat hari berturut-turut mengalami penurunan, sempat menyentuh level terendah tiga pekan di sekitar $3,300 pada hari Senin. Rebound ringan terjadi meskipun sentimen pasar masih dalam mode risk-on, menyusul meredanya ketegangan geopolitik dan lonjakan minat pada aset-aset berisiko seperti saham. Kedua faktor ini menekan permintaan terhadap aset safe haven seperti emas.
Saat laporan ini ditulis, emas diperdagangkan di kisaran $3,321 selama sesi Amerika, nyaris tak berubah dari hari sebelumnya. Pergerakan harga masih cenderung datar, terjebak dalam kisaran sempit $3,300–$3,330. Dolar AS tetap kuat, didukung oleh optimisme perjanjian dagang dan data ekonomi yang solid, membatasi ruang kenaikan bagi emas. Faktor ini memperkuat tekanan terhadap logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Pasar kini mengalihkan perhatian ke keputusan kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diumumkan Rabu waktu setempat. Meskipun suku bunga diperkirakan tidak berubah, nada hawkish dari Ketua The Fed Jerome Powell berpotensi mendorong imbal hasil obligasi AS lebih tinggi, memberikan tekanan tambahan terhadap emas.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen cenderung bearish untuk emas, dengan tekanan utama berasal dari penguatan Dolar AS dan berkurangnya permintaan safe haven karena membaiknya ketegangan global.
Minyak Melonjak di Tengah Tekanan ke Rusia dan Harapan Meredanya Perang Dagang.
Trump ancam tarif baru untuk Rusia dan peringatkan Tiongkok soal minyak Rusia.
Kesepakatan dagang AS-UE meredakan kekhawatiran resesi global dan menopang outlook permintaan minyak.
Harga minyak naik lebih dari 3% pada Selasa setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Rusia terkait perang di Ukraina, serta munculnya optimisme bahwa ketegangan dagang antara AS dan mitra utamanya mulai mereda. Brent crude ditutup naik $2,47 (3,53%) ke $72,51 per barel, sementara WTI melonjak $2,50 (3,75%) ke $69,21—level tertinggi sejak 20 Juni.
Trump menetapkan tenggat 10 hari bagi Rusia untuk menunjukkan kemajuan mengakhiri perang, dengan ancaman tarif dan sanksi baru. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan Tiongkok terkait pembelian minyak Rusia yang bisa dikenai tarif tinggi. Di sisi lain, kesepakatan dagang AS-UE, meski tidak sempurna, berhasil menghindari eskalasi besar yang bisa merusak outlook permintaan energi global.
Sentimen pasar juga ditopang rencana pembelian energi AS senilai $750 miliar oleh Uni Eropa serta investasi korporasi Eropa di AS sebesar $600 miliar. Meskipun data API menunjukkan kenaikan stok minyak AS, perhatian tertuju pada keputusan Federal Reserve yang kemungkinan mempertahankan suku bunga sambil memberi sinyal dovish karena inflasi mulai mereda.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen pasar minyak saat ini bullish, ditopang kombinasi geopolitik, prospek perdagangan global yang membaik, dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi EUR, USD dan CAD:
- German GDP (EUR): Perkiraan kontraksi (-0.1%) dari pertumbuhan sebelumnya (0.4%) akan menekan EUR (Turun).
- ADP Nonfarm Employment (USD): Perkiraan pembalikan besar (⬆️) dari kontraksi sebelumnya akan berpotensi memberikan penguatan kepada USD.
- GDP (USD): Pemulihan yang Diprediksi Kuat dari QoQ dan YoY dari kontraksi berpotensi mendukung USD (⬆️).
- BoC Interest Rate (CAD): Suku bunga diprediksi tetap sehingga akan Netral untuk CAD.
