Wall Street Bangkit di Awal Februari, Investor Beralih ke Saham Defensif

  • Rotasi ke saham defensif menunjukkan investor lebih berhati-hati terhadap volatilitas dan sektor AI.

  • Penguatan dolar dan ketidakpastian kebijakan moneter kembali memengaruhi pergerakan lintas aset.

Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Senin, dipimpin oleh saham-saham defensif sektor consumer staples, di tengah meredanya kekhawatiran pasar atas kejatuhan emas dan perak. Fokus investor beralih ke perkembangan perdagangan setelah Presiden Donald Trump menyatakan telah mencapai kesepakatan dagang dengan India. Dow Jones naik 1,1% ke 49.407,66, S&P 500 menguat 0,6% ke 6.978,65, dan Nasdaq bertambah 0,6% ke 23.592,11.

Rotasi defensif terlihat jelas, seiring investor mengurangi eksposur pada saham teknologi berbasis AI yang sebelumnya memimpin reli. Nvidia melemah, sementara Apple menguat karena eksposurnya yang lebih terbatas terhadap AI. Saham consumer staples seperti Pepsi, Coca-Cola, dan Walmart menguat signifikan. Di sisi lain, laporan ketenagakerjaan Januari ditunda akibat partial government shutdown, meski pasar menilai gangguan ini bersifat sementara karena DPR diperkirakan segera menyetujui pendanaan.

Sentimen pasar juga mulai pulih setelah tekanan hebat di logam mulia akibat penguatan dolar AS dan aksi ambil untung besar-besaran. Penguatan dolar dipicu oleh pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya, yang dinilai memiliki kecenderungan hawkish terhadap neraca bank sentral. Musim laporan keuangan turut memberi arah, dengan Disney membukukan kinerja di atas ekspektasi meski sahamnya terkoreksi, sementara investor menanti hasil dari raksasa teknologi seperti Amazon dan Alphabet.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen positif untuk indeks saham AS: Karena indeks utama menguat dan minat risiko kembali pulih, meski masih dibayangi volatilitas dan kehati-hatian sektor teknologi.

Emas Tertekan oleh Prospek Fed Lebih Ketat dan Lonjakan Data Manufaktur AS

  • Nominasi Kevin Warsh dan data manufaktur AS yang sangat kuat menekan ekspektasi penurunan suku bunga.

  • Penguatan dolar dan kenaikan yield AS menjadi faktor utama kejatuhan harga emas.

Harga emas (XAU/USD) anjlok lebih dari 4% pada Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed berikutnya. Pasar menilai Warsh cenderung lebih hawkish, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga kembali dipangkas. Pada saat yang sama, data ekonomi AS yang solid memperkuat sentimen tersebut. XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.681, setelah turun lebih dari 14% sejak Jumat lalu.

Tekanan jual juga diperkuat oleh lonjakan aktivitas manufaktur AS ke level tertinggi sejak 2022. Indeks ISM Manufacturing PMI melonjak ke 52,6 dari 47,9, jauh di atas ekspektasi, sementara S&P Global Manufacturing PMI naik ke 52,4, menandai ekspansi terkuat sejak Mei 2022. Penguatan data ini mendorong Dolar AS dan yield obligasi AS, yang menjadi beban tambahan bagi emas.

Meski jatuh tajam, tren jangka menengah emas masih dinilai positif karena harga mampu bertahan di atas area support teknikal utama di sekitar $4.381. Namun, dengan DXY yang melonjak ke 97,54 dan yield obligasi 10 tahun AS naik ke 4,263%, tekanan terhadap bullion tetap kuat. Fokus pasar kini tertuju pada pidato pejabat The Fed dan rilis data ekonomi AS lainnya, meski laporan NFP Januari ditunda akibat partial government shutdown.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish: Karena kombinasi prospek kebijakan moneter yang lebih ketat, data ekonomi AS yang solid, serta penguatan dolar dan yield terus menekan XAUUSD.

Minyak Anjlok Tajam Usai AS–Iran Sinyalkan Damai, Dolar Kuat Tambah Tekanan

  • De-eskalasi AS–Iran menghapus premi risiko geopolitik yang selama ini menopang harga minyak.

  • Dolar yang lebih kuat dan cuaca lebih hangat menekan permintaan energi.

Harga minyak dunia turun tajam pada Senin setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran “serius berbicara” dengan Washington, mengisyaratkan meredanya ketegangan geopolitik yang selama ini menopang harga. Brent merosot $3,02 (4,4%) ke $66,30/barel, sementara WTI jatuh $3,07 (4,7%) ke $62,14/barel. Pejabat kedua negara mengonfirmasi bahwa pembicaraan nuklir akan dilanjutkan pada Jumat.

Sepanjang Januari, ancaman intervensi AS terhadap Iran sempat mendorong premi risiko di pasar minyak. Namun, sinyal de-eskalasi kini memicu aksi jual. Tekanan bertambah dari penguatan Dolar AS setelah Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, yang membuat komoditas berdenominasi dolar lebih mahal bagi pembeli global. Selain itu, prakiraan cuaca AS yang lebih hangat melemahkan permintaan energi, tercermin dari anjloknya harga diesel lebih dari 6%.

Dengan meredanya faktor geopolitik dan cuaca ekstrem, perhatian pasar kembali pada potensi kenaikan stok minyak global tahun ini. OPEC+ juga memutuskan mempertahankan produksi untuk Maret, setelah sebelumnya membekukan rencana kenaikan hingga awal 2026 karena permintaan musiman yang melemah. Kombinasi faktor ini memperkuat tekanan jangka pendek terhadap harga minyak.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen negatif: Karena meredanya risiko geopolitik dan potensi kenaikan pasokan global mengurangi daya dukung harga.

 

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi AUD dan USD:

  • RBA Interest Rate Decision (Feb)

Kenaikan suku bunga dari 3.60% ke 3.85% mengindikasikan RBA masih fokus menekan inflasi meskipun risiko perlambatan ekonomi meningkat. Kebijakan ini menunjukkan sikap hawkish yang memperkuat daya tarik aset berbasis AUD.

Kesimpulan Potensi:
➡️ AUD berpotensi menguat

  • JOLTS Job Openings (Dec)

Kenaikan lowongan kerja ke 7.210M mengindikasikan pasar tenaga kerja AS masih ketat, menjaga tekanan upah dan inflasi tetap tinggi. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.


Kesimpulan Potensi:
➡️ USD berpotensi menguat

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: