The Fed Bertahan, Powell Buka Pintu Pelonggaran: Sinyal Halus dari FOMC

  • Inflasi mulai membaik, terutama jika dampak tarif dikeluarkan, sementara pasar tenaga kerja menunjukkan tanda stabilisasi.

  • Powell menegaskan kebijakan fleksibel dan membuka peluang penurunan suku bunga jika ekonomi melemah.

Federal Reserve mempertahankan suku bunga dengan suara 10–2, meski dua pejabat mendorong pemangkasan 25 basis poin. Dalam pernyataannya, FOMC menilai inflasi masih relatif tinggi, namun risiko penurunan di pasar tenaga kerja tidak lagi meningkat. The Fed juga meningkatkan penilaian terhadap ekonomi AS, menyebut pertumbuhan berada pada laju yang “solid”, meski ketidakpastian prospek tetap tinggi dan penciptaan lapangan kerja masih lemah.

Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan ekonomi AS berada dalam kondisi kuat dan kebijakan saat ini dinilai tepat. Ia menilai pasar tenaga kerja mulai stabil meski melambat, dengan tanda pendinginan permintaan tenaga kerja. Di sisi inflasi, Powell menegaskan bahwa tekanan harga sebagian besar berasal dari kenaikan barang akibat tarif, bukan permintaan. Core PCE di luar dampak tarif diperkirakan hanya sedikit di atas 2%, menandakan proses disinflasi yang sehat dan berkelanjutan.

Powell menegaskan kebijakan moneter tidak berada pada jalur tetap dan akan ditentukan dari pertemuan ke pertemuan. Ia menyatakan tidak ada skenario dasar untuk kenaikan suku bunga, sementara pelemahan pasar tenaga kerja dapat membuka ruang penurunan suku bunga. Dengan ekspektasi inflasi jangka pendek yang kembali normal dan kepercayaan pasar terhadap target 2% tetap terjaga, The Fed menilai dirinya berada dalam posisi yang baik untuk menyesuaikan kebijakan ke depan.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen negatif untuk Dollar AS: Nada Powell yang netral cenderung dovish memberi sinyal bahwa peluang penurunan suku bunga ke depan tetap terbuka. Ini membuat imbal hasil dolar berpotensi turun relatif terhadap mata uang lain, sehingga menekan nilai USD.

Isyarat “Higher for Longer” Tekan Emas, Pasar Tunggu Arah Powell

  • The Fed menahan suku bunga dan menilai pasar tenaga kerja stabil, memperkuat narasi “higher for longer”.

  • Penguatan dolar setelah keputusan Fed menekan harga emas.

Harga emas dunia sempat melemah tipis sebelum terjadi kenaikan besar menjelang akhir sesi perdagangan Rabu setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dan menegaskan bahwa pasar tenaga kerja AS mulai stabil. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa kebijakan moneter kemungkinan akan dipertahankan ketat lebih lama, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. XAU/USD bergerak volatil di kisaran USD 5.250–5.300 menjelang konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell.

Dalam pernyataannya, The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% melalui voting 10–2, meski dua pejabat mendukung pemangkasan 25 basis poin. Bank sentral menilai inflasi masih relatif tinggi, sementara tingkat pengangguran menunjukkan tanda stabilisasi. Kombinasi ini memperkuat alasan untuk menahan suku bunga lebih lama, yang mendorong penguatan dolar AS dan menekan harga emas.

Reaksi awal pasar yang sempat dovish memudar seiring meningkatnya permintaan terhadap dolar. Pelaku pasar kini menunggu pernyataan Powell untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga pada 2026. Selama ekspektasi suku bunga tinggi bertahan, ruang kenaikan emas dinilai terbatas.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen sedikit negatif untuk emas: Karena kebijakan suku bunga yang tetap ketat dan dolar yang menguat mengurangi daya tarik logam mulia.

Badai Salju AS dan Ketegangan Iran Dorong Harga Minyak ke Level Tertinggi Empat Bulan

  • Badai salju ekstrem di AS memangkas produksi hingga jutaan barel per hari dan menekan ekspor.

  • Penurunan stok minyak AS yang tak terduga serta ketegangan geopolitik meningkatkan kekhawatiran pasokan global.

Harga minyak dunia kembali menguat pada Rabu setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga, sementara pasar fokus pada gangguan pasokan akibat badai salju ekstrem di Amerika Serikat. Brent naik 1,2% ke USD 67,37 per barel dan WTI menguat 1,4% ke USD 63,23 per barel, setelah sehari sebelumnya melonjak sekitar 3%. Penguatan ini menempatkan harga minyak di sekitar level tertinggi empat bulan, didorong pasokan yang menyusut dan pelemahan dolar AS ke level terendah hampir empat tahun.

Gangguan cuaca dingin memukul produksi energi AS, dengan estimasi kehilangan hingga 2 juta barel per hari atau sekitar 15% dari total output nasional. Ekspor dari wilayah Gulf Coast sempat turun ke nol, sementara data API dan EIA menunjukkan penurunan tak terduga pada stok minyak mentah. Kondisi ini membuat pasar berspekulasi akan terjadinya penurunan persediaan yang lebih dalam dalam beberapa pekan ke depan, meski ada tanda-tanda pemulihan produksi secara bertahap.

Dari sisi geopolitik, ketegangan antara AS dan Iran serta kehadiran armada militer AS di Timur Tengah memperkuat sentimen risiko pasokan global. Di saat yang sama, pelemahan dolar AS membuat harga minyak lebih menarik bagi pembeli internasional. Dengan Brent diperkirakan naik sekitar 12% dan WTI sekitar 10% sepanjang bulan, reli ini menjadi yang terbesar sejak Juli 2023.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen positif: Bagi harga minyak karena kombinasi gangguan pasokan, penurunan stok, dolar yang lemah, dan risiko geopolitik.

 

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

  • Initial Jobless Claims

Klaim pengangguran awal diperkirakan naik ke 206K dari 200K, mengindikasikan sedikit pelemahan pasar tenaga kerja AS. Meski masih di level rendah, kenaikan ini dapat memperkuat argumen bahwa ekonomi mulai melambat secara bertahap.

Kesimpulan Dampak:
➡️ USD berpotensi melemah ringan (Bearish) jika klaim lebih tinggi dari forecast.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: