S&P 500 Cetak Rekor Baru Didukung Lonjakan GDP dan Kinerja Nvidia.
S&P 500 mencetak rekor baru didorong oleh data GDP AS kuartal II yang lebih tinggi dari estimasi.
Sektor teknologi, meski tertekan Nvidia, tetap menjadi pendorong utama reli saham
Indeks S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi 6.502,45 pada Kamis, naik 0,3%, sementara Nasdaq menguat 0,5% dan Dow Jones bertambah 0,2%. Lonjakan ini terjadi setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS kuartal II mencapai 3,3%, lebih tinggi dari estimasi awal. Kenaikan tersebut memperkuat optimisme investor meski ada keraguan terhadap prospek suku bunga The Fed dan gejolak pada saham teknologi besar.
Saham Nvidia sempat terkoreksi setelah pendapatan pusat data meleset dari perkiraan, meski laporan laba secara keseluruhan mengalahkan ekspektasi Wall Street dan proyeksi pendapatan kuartal III juga lebih tinggi dari estimasi. Investor juga menyoroti absennya penjualan chip H20 ke China, yang menambah kehati-hatian terhadap valuasi Nvidia. Namun, sektor teknologi secara umum tetap menopang reli ekuitas, diperkuat oleh kinerja solid dari CrowdStrike dan Snowflake.
Di sisi makro, pertumbuhan GDP yang lebih kuat dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed di bulan September mendorong sentimen positif di Wall Street. Investor kini menanti data inflasi PCE dan laporan payrolls yang akan menjadi penentu langkah The Fed berikutnya. Dengan momentum teknikal yang masih solid, tren kenaikan indeks utama dipandang tetap terjaga.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish untuk indeks saham AS – Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dan dukungan sektor teknologi memberi fondasi kokoh bagi kelanjutan tren naik ekuitas AS.
Emas Tembus Tertinggi Lima Pekan, Ketidakpastian Fed Jadi Pendorong Utama.
Safe haven demand melonjak akibat gugatan Fed Governor Lisa Cook terhadap Trump yang memicu krisis independensi The Fed.
Ekspektasi 82% rate cut September dan pelemahan dolar memperkuat momentum bullish emas.
Harga emas melonjak 0,43% ke level puncak lima pekan di $3.413, didorong oleh pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil Treasury. Meski data ekonomi AS menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan GDP kuartal II sebesar 3,3% dan klaim pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan, arus safe haven tetap mendominasi karena meningkatnya kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve setelah Gubernur Lisa Cook menggugat Presiden Trump atas upaya pemecatannya.
Para trader menilai kondisi ekonomi yang solid justru memperkuat sikap Fed untuk menahan suku bunga tetap tidak berubah, sembari memantau data inflasi PCE inti yang akan dirilis pekan ini. Ekspektasi pasar masih mengarah pada peluang 82% penurunan suku bunga 25 bps pada September, semakin menambah dukungan terhadap emas.
Dengan dolar yang melemah 0,37% ke 97,82 dan imbal hasil riil AS turun ke 1,785%, emas memperoleh dorongan ganda baik dari sisi fundamental maupun sentimen pasar. Selama kekhawatiran politik terhadap Fed belum reda, harga emas berpotensi menguji level resistance berikutnya di atas $3.413.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish — Kombinasi pelemahan dolar, turunnya imbal hasil obligasi, ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta lonjakan permintaan safe haven menjadikan tren emas saat ini solid di jalur kenaikan.
Minyak Berbalik Menguat di Tengah Serangan Rusia-Ukraina dan Tekanan Politik AS.
Serangan Rusia ke Ukraina memicu lonjakan risiko geopolitik yang mendukung harga minyak.
Rencana OPEC+ menambah pasokan dan potensi melemahnya permintaan musiman tetap menjadi penekan, namun belum mampu menahan momentum kenaikan.
Harga minyak dunia ditutup lebih tinggi pada Kamis setelah sempat melemah di awal sesi. Brent naik 0,8% ke $68,62 per barel, sementara WTI menguat 0,7% ke $64,60 per barel. Sentimen pasar berubah setelah Gedung Putih menyebut Presiden Donald Trump “tidak senang” mengetahui serangan Rusia ke Ukraina dengan rudal dan drone yang menewaskan sedikitnya 21 orang di Kyiv, sementara Ukraina membalas dengan menyerang kilang minyak Rusia.
Meski sebelumnya sempat tertekan oleh kekhawatiran permintaan pasca-libur Labor Day dan rencana OPEC+ menambah produksi sebesar 547.000 barel per hari, pasar minyak tetap terdorong oleh risiko geopolitik. Tekanan tambahan datang dari ketidakpastian hubungan dagang AS-India setelah Trump menggandakan tarif impor India, meski ekspor minyak Rusia ke India diperkirakan tetap naik pada September.
Faktor geopolitik kini menjadi penggerak utama harga, dengan konflik Rusia-Ukraina meningkatkan kekhawatiran pasokan meski ada sinyal kenaikan produksi global. Selama ketegangan kawasan terus berlangsung, harga minyak berpotensi tetap dalam tren naik meskipun dibayangi pelemahan musiman permintaan.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish — Meski ada tekanan dari prospek pasokan lebih besar dan turunnya permintaan musiman, ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina dan respon politik AS menjadi katalis dominan yang memperkuat prospek kenaikan harga minyak.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi EUR dan USD:
-
German CPI (EUR): Perkiraan inflasi yang lebih rendah (0.0% vs 0.3%) berpotensi menekan EUR (Turun).
-
Core PCE Price Index (USD): Inflasi tahunan (YoY) yang sedikit lebih tinggi berpotensi mendukung USD (Naik), sementara data bulanan (MoM) yang stabil diperkirakan Netral.
-
Chicago PMI (USD): Perkiraan kontraksi yang lebih dalam pada aktivitas bisnis (46.6 vs 47.1) berpotensi menekan USD (Turun).
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
