Trump Tekan The Fed, Pasar Emas Bidik Momentum Rate Cut.

  • Trump menegaskan akan membentuk mayoritas pro-pemangkasan suku bunga di FOMC, meningkatkan ekspektasi rate cut.

  • Data Durable Goods Orders masih menunjukkan pelemahan, memperkuat kebutuhan stimulus moneter.

Presiden AS Donald Trump kembali mengguncang pasar dengan pernyataannya bahwa segera akan ada mayoritas pejabat The Fed yang mendukung pemangkasan suku bunga (fxstreet.com). Trump mengklaim sudah menyiapkan pengganti Lisa Cook dan menegaskan bahwa suku bunga harus turun demi biaya perumahan yang lebih rendah. Meskipun Dow Jones bergerak stabil, fokus investor kini beralih pada data inflasi PCE AS yang akan menjadi acuan arah kebijakan moneter ke depan.

Upaya Trump memecat Gubernur The Fed Lisa Cook menimbulkan kontroversi hukum karena dasar pemecatannya dipertanyakan, dan kemungkinan akan bergulir ke pengadilan. Di sisi lain, data pesanan barang tahan lama (Durable Goods Orders) AS pada Juli turun 2,8%, lebih baik dari bulan sebelumnya yang anjlok 9,4%. Namun penurunan tajam pada investasi peralatan transportasi yang merosot 9,7% masih menunjukkan lemahnya prospek manufaktur.

Kombinasi tekanan politik Trump terhadap The Fed dan data ekonomi yang melunak memperbesar ekspektasi pemangkasan suku bunga. Hal ini mendukung daya tarik emas sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian moneter, sekaligus menahan dolar AS.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish untuk Indeks Saham AS – Tekanan Trump agar suku bunga segera dipangkas meningkatkan ekspektasi likuiditas lebih longgar yang umumnya positif bagi saham.

Emas Bertahan Dekat $3.400, Pasar Taruhan Rate Cut Fed Semakin Kuat.

  • Pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi mendukung penguatan emas.

  • Data ekonomi AS yang melunak memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed.

Harga emas menguat di bawah level $3.400 per troy ounce pada Selasa, didorong pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi jangka pendek. Sentimen pasar juga dipengaruhi ketidakpastian independensi The Fed setelah langkah mengejutkan Presiden Trump yang mencoba memecat Gubernur Lisa Cook, sebuah faktor politik yang memicu peningkatan minat aset aman.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga semakin menguat setelah data AS melunak. Pesanan barang tahan lama Juli turun 2,8% sementara kepercayaan konsumen juga menurun, menambah alasan The Fed perlu lebih longgar. Powell sendiri sebelumnya sudah memberi sinyal dovish di Jackson Hole, yang membuat investor kembali agresif membeli emas.

Dengan dolar melemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga tetap terjaga, harga emas berhasil pulih cepat dari penurunan singkat awal pekan. Fokus pasar kini tertuju pada data konsumen dan inflasi PCE sebagai pemicu berikutnya, namun tren tetap mendukung kenaikan menuju $3.400.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish — Kombinasi pelemahan dolar, yield yang turun, dan ekspektasi Fed dovish menjaga momentum emas untuk menembus kembali level $3.400.

Minyak AS Turun 2%, Pasar Cermati Data Stok dan Risiko Geopolitik.

  • Data API menunjukkan penurunan stok minyak AS lebih kecil dari perkiraan, menekan harga WTI.

  • Ekspor Rusia justru meningkat meski kilang diserang, mengimbangi risiko pasokan.

Harga minyak mentah AS (WTI) melemah 2,4% pada Selasa ke $63,25 per barel setelah laporan API menunjukkan penurunan persediaan hanya 974.000 barel, lebih kecil dari ekspektasi 1,7 juta. Brent crude juga jatuh 2,3% ke $67,22 per barel, menghapus kenaikan sehari sebelumnya yang sempat didorong kekhawatiran pasokan akibat serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia. Investor kini menanti laporan resmi pemerintah AS pada Rabu untuk konfirmasi arah pasar.

Sentimen pasar tetap rapuh dengan ketidakpastian tinggi dari konflik Ukraina dan perang tarif AS. Serangan Ukraina yang mengganggu kilang Rusia menciptakan risiko pasokan, namun ekspor Rusia justru naik 200.000 barel per hari setelah kapasitas kilang terganggu. Di sisi lain, ancaman tarif AS hingga 50% terhadap India dan potensi sanksi baru pada Rusia semakin membebani prospek perdagangan energi global.

Dengan kombinasi laporan stok yang lemah, turunnya harga, dan kabar ekspor Rusia meningkat, pasar minyak kehilangan momentum kenaikan. Walau risiko geopolitik tetap ada, investor cenderung berhati-hati sehingga harga minyak berpotensi terkonsolidasi dalam rentang terbatas.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish — Kelemahan data persediaan dan tambahan pasokan Rusia menekan harga, sementara ketidakpastian geopolitik belum cukup kuat mengangkat tren bullish.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

  • Crude Oil Inventories (USD): Perkiraan persediaan minyak mentah yang lebih rendah (-2.000M vs -6.014M) dapat mendukung USD (Naik).

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: