Damai Timur Tengah Tekan Dolar AS: Pasar Beralih ke Mode Risk-On

  • Harapan perdamaian AS-Iran membuat harga minyak turun tajam dan melemahkan Dolar AS.

  • Pasar mulai mengurangi ekspektasi inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga agresif The Fed

Dolar AS melemah pada perdagangan Senin di tengah volume transaksi yang tipis akibat libur di Amerika Serikat, setelah meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,3%, sementara euro menguat ke $1,1643 dan pound sterling naik ke $1,3491. Optimisme pasar meningkat setelah muncul sinyal kemajuan negosiasi terkait penghentian konflik Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Selama konflik berlangsung, dolar sempat menjadi aset safe haven karena investor menilai ekonomi AS lebih tahan terhadap lonjakan harga energi berkat statusnya sebagai eksportir minyak besar. Namun, prospek meredanya perang membuat harga minyak jatuh tajam dan mengurangi kekhawatiran inflasi global berbasis energi. Kondisi ini menekan dolar AS karena pasar mulai mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga agresif dari Federal Reserve pada akhir tahun. Mata uang berbasis risiko seperti dolar Australia ikut menguat, menandakan sentimen pasar yang semakin optimistis.

Meski demikian, proses negosiasi masih penuh ketidakpastian. Iran dan AS dilaporkan telah mencapai kerangka awal kesepakatan, termasuk pembahasan pembukaan kembali Selat Hormuz dan aktivitas nuklir Iran. Namun, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa AS tidak terburu-buru mencapai kesepakatan final dan blokade pelabuhan Iran tetap berlaku sampai perjanjian resmi ditandatangani. Di sisi lain, Iran masih menolak tuntutan AS terkait penyerahan cadangan uranium yang diperkaya, sehingga potensi tensi geopolitik kembali meningkat masih tetap terbuka.

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen negatif untuk Dollar AS: Optimisme perdamaian menurunkan ketegangan geopolitik, menekan harga minyak dan permintaan safe haven terhadap dolar AS, sementara aset berisiko seperti mata uang mayor dan pasar saham mendapat dukungan sentimen positif.

 
 

Damai AS-Iran Guncang Pasar: Minyak Ambruk, Emas Tetap Bersinar

  • Harapan perdamaian AS-Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz membuat harga minyak

  • WTI jatuh lebih dari 6%.
    Pelemahan Dolar AS mendorong harga emas naik meski pasar saham global sedang optimistis.

Harga emas (XAU/USD) melonjak lebih dari 1,3% ke area $4.570 pada perdagangan Senin di tengah pelemahan tajam Dolar AS dan optimisme pasar terkait potensi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Meski sentimen pasar saham global cenderung positif dengan futures Wall Street mencetak rekor baru, emas tetap menguat setelah sempat menyentuh level rendah harian di $4.519. Pelemahan indeks Dolar AS (DXY) ke dekat level 99,00 menjadi salah satu pendorong utama penguatan emas.

Pasar mulai merespons positif laporan bahwa negosiasi AS-Iran berjalan lancar dan berpotensi membuka kembali Selat Hormuz. Media Jepang melaporkan Iran siap membersihkan ranjau di jalur tersebut dalam 30 hari, memulihkan lalu lintas kapal global, serta menghentikan biaya transit setelah tercapainya perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Harapan meredanya konflik Timur Tengah membuat harga minyak WTI anjlok lebih dari 6% ke bawah $91 per barel, sekaligus menekan permintaan terhadap Dolar AS yang selama ini mendapat dukungan dari lonjakan harga energi.

Di sisi lain, pelaku pasar kini menantikan sederet data penting Amerika Serikat seperti GDP, Durable Goods Orders, hingga Core PCE yang menjadi indikator inflasi favorit The Fed. Meskipun beberapa pejabat Federal Reserve masih membuka peluang kenaikan suku bunga akibat tekanan inflasi geopolitik, ekspektasi pasar mulai bergeser bahwa The Fed kemungkinan tidak akan terlalu agresif menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Kondisi ini memberikan ruang tambahan bagi emas untuk tetap bertahan kuat di tengah perubahan sentimen global.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Sentimen positif: Potensi meredanya konflik geopolitik menekan harga minyak dan melemahkan Dolar AS, sementara emas diuntungkan oleh pelemahan dolar serta ekspektasi The Fed yang tidak terlalu hawkish dalam waktu dekat.

Harapan Damai AS-Iran Hantam Harga Minyak: WTI Ambruk Lebih dari 6%

  • Harga minyak WTI jatuh lebih dari 6% akibat harapan pembukaan kembali Selat Hormuz.

  • Pasar optimistis konflik AS-Iran mulai mereda, tetapi risiko geopolitik masih belum sepenuhnya hilang.

Harga minyak dunia kembali tertekan tajam pada perdagangan Asia Selasa setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran tengah membahas rencana pembukaan kembali Selat Hormuz sekitar 30 hari setelah tercapainya kesepakatan damai. Minyak mentah WTI anjlok lebih dari 6% ke area US$90 per barel, melanjutkan penurunan hampir 7% pada sesi sebelumnya. Optimisme pasar meningkat setelah kedua negara disebut telah mencapai kemajuan dalam memorandum awal untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan dan memberi waktu 60 hari bagi negosiasi final.

Pasar mulai melihat peluang kembalinya aliran minyak global melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang selama ini terganggu akibat perang. Presiden AS Donald Trump menyebut pembicaraan dengan Iran berjalan “cukup baik”, meskipun tetap memperingatkan potensi serangan baru jika negosiasi gagal. Harapan meredanya ketegangan geopolitik memicu penurunan premi risiko Timur Tengah dan membuat pelaku pasar mulai melepas posisi safe haven di sektor energi.

Meski sentimen pasar membaik, sejumlah analis mengingatkan bahwa risiko belum sepenuhnya hilang. Iran masih belum membahas isu nuklir secara detail dan aliran minyak melalui Selat Hormuz tetap terbatas. Selain itu, perbaikan fasilitas energi yang rusak diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum pasokan kembali normal sepenuhnya. Data pelacakan kapal memang menunjukkan beberapa tanker LNG dan supertanker mulai melintasi kawasan tersebut, namun pasar tetap berhati-hati terhadap potensi gagalnya negosiasi di tahap akhir.

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen negatif: Harapan perdamaian dan potensi normalisasi distribusi minyak global menekan premi risiko geopolitik sehingga harga minyak turun tajam, sementara aset berisiko mendapat dorongan sentimen positif dari potensi stabilitas Timur Tengah.

 

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

  • CB Consumer Confidence (May) – USD

Indikator ini mengukur tingkat keyakinan atau optimisme konsumen terhadap aktivitas ekonomi di Amerika Serikat. Proyeksi pasar memperkirakan indeks akan mengalami sedikit penurunan ke level 91.9 dibandingkan data bulan lalu sebesar 92.8.

Dampak:

Berpotensi Bearish USD. Penurunan tingkat kepercayaan konsumen mencerminkan adanya kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi pasar tenaga kerja atau situasi ekonomi ke depan, yang biasanya berdampak pada penurunan volume belanja. Jika rilis aktual sesuai forecast atau bahkan lebih rendah, Dolar AS (DXY) berpotensi melemah karena dianggap sebagai sinyal mendinginnya pertumbuhan ekonomi.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: