USD/JPY Anjlok Tajam, Intervensi Jepang & Dolar AS Lemah Guncang Pasar Global
Kekhawatiran intervensi Jepang mendorong penguatan Yen dan menjatuhkan USD/JPY lebih dari 300 pips.
Dolar AS melemah akibat isu kebijakan Trump, ketidakpastian Fed, dan ekspektasi penurunan suku bunga.
USD/JPY anjlok lebih dari 300 pips atau sekitar 1,4% setelah muncul kembali kekhawatiran intervensi dari Kementerian Keuangan Jepang (MoF). Pelemahan Yen yang dinilai berlebihan memicu dugaan “rate check” oleh otoritas Jepang, sehingga mendorong penguatan Yen secara agresif. Saat ini, USD/JPY diperdagangkan di kisaran 156,18, level terendah sejak akhir Desember.
Tekanan terhadap USD/JPY semakin besar karena melemahnya Dolar AS secara luas. Kekhawatiran atas independensi Federal Reserve, kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump, serta ancaman tarif terhadap negara-negara Eropa terus menggerus kepercayaan terhadap Greenback. Indeks Dolar (DXY) turun ke sekitar 98,76, mendekati level terendah sejak Oktober, meski ketegangan AS–UE sempat mereda setelah pembicaraan terkait Greenland.
Dari sisi Jepang, Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga di 0,75% dengan nada yang lebih hawkish. BoJ menegaskan bias pengetatan tetap ada jika proyeksi ekonomi dan inflasi terealisasi, meski inflasi diperkirakan sempat melambat di awal tahun. Sementara itu, pasar masih memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, yang membuat Dolar AS tetap berada dalam tekanan.
Sumber materi berita: fxstreet.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish untuk Yen: Yen menguat tajam karena pasar takut Jepang akan intervensi langsung ke pasar forex. Dolar AS melemah luas akibat isu independensi The Fed dan kebijakan proteksionis Trump.
Dolar Terpuruk, Emas Tembus Rekor Baru Hampir USD 5.000
Anjloknya dolar AS akibat rumor intervensi mendorong lonjakan tajam harga emas.
Ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dan rekor harga memperkuat daya tarik emas.
Harga emas melonjak lebih dari 1% pada sesi Amerika Utara Jumat dan mencetak rekor tertinggi baru di USD 4.988 per troy ounce. Kenaikan tajam ini dipicu oleh anjloknya dolar AS setelah muncul rumor intervensi yang menguatkan yen Jepang, sehingga menekan DXY ke level terendah multi-bulan di sekitar 97,80. Meski sentimen risiko global membaik, tekanan pada dolar menjadi katalis utama lonjakan emas.
Indeks dolar turun hampir 0,5% ke 97,79, sementara imbal hasil obligasi AS relatif stabil. Data ekonomi AS menunjukkan sentimen konsumen dan aktivitas bisnis membaik, meskipun pertumbuhan bisnis baru dinilai masih lemah. Kendati PDB AS kuartal ketiga 2025 tumbuh kuat 4,4%, pasar tetap mempertahankan minat pada emas karena pelemahan dolar jauh lebih dominan dibanding sinyal ekonomi positif.
Di sisi kebijakan, pasar masih memperkirakan sekitar 42,5 basis poin pelonggaran suku bunga The Fed pada 2026, meski ekspektasi dovish mulai dipangkas. Fokus berikutnya tertuju pada pertemuan FOMC dan konferensi pers Ketua The Fed pekan depan, yang berpotensi menjadi pemicu volatilitas baru bagi emas.
Sumber materi berita: fxstreet.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish: Didukung oleh kombinasi risiko geopolitik yang meningkat, melemahnya Dolar AS, dan ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed di tahun mendatang.
Trump Ancam Blokade Minyak Kuba, Risiko Geopolitik Energi Kian Memanas
AS mempertimbangkan blokade minyak ke Kuba, memperbesar risiko gangguan pasokan energi regional.
Tekanan terhadap Meksiko dan Venezuela meningkatkan ketidakpastian geopolitik di pasar minyak global.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dikabarkan tengah mempertimbangkan blokade total terhadap impor minyak ke Kuba sebagai strategi baru untuk menekan perubahan kepemimpinan di negara tersebut. Langkah ini, jika terealisasi, akan menjadi eskalasi besar dalam kebijakan luar negeri AS di kawasan Karibia, terutama setelah penghentian pasokan minyak dari Venezuela dan meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Meksiko sebagai pemasok terakhir utama bagi Kuba.
Ancaman tersebut telah memicu ketegangan regional, karena Meksiko kini berada dalam posisi sulit antara mempertahankan hubungan kemanusiaan dengan Kuba dan menghindari potensi pembalasan ekonomi dari Washington. Pemerintah Meksiko dilaporkan sedang meninjau ulang kebijakan ekspor minyaknya, sementara AS meningkatkan pengawasan militer di Teluk Meksiko. Jika pasokan minyak ke Kuba benar-benar terputus, negara itu terancam krisis energi besar yang berpotensi memicu gelombang migrasi.
Di sisi lain, tekanan geopolitik ini muncul di tengah penurunan produksi energi AS secara bertahap dan minat perusahaan minyak global untuk kembali ke Venezuela pasca perubahan rezim. Dengan pasokan global yang semakin sensitif terhadap gangguan politik, pasar energi kini menghadapi risiko volatilitas yang lebih tinggi, terutama jika konflik kawasan Amerika Latin semakin meluas.
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish: Meningkatnya risiko geopolitik dan ancaman gangguan pasokan berpotensi mendorong kenaikan harga minyak.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi USD
- Durable Goods Orders MoM (Nov)
Pesanan barang tahan lama AS diperkirakan melonjak ke 3,1% dari sebelumnya -2,2%, menandakan pemulihan kuat dalam belanja modal dan permintaan industri. Kenaikan ini mengindikasikan kepercayaan bisnis yang membaik serta ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih solid.
Kesimpulan Dampak: USD berpotensi menguat memperkuat narasi ekonomi AS masih solid dan mendukung sikap The Fed yang lebih ketat.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
