Dolar AS Menguat Pasca Pernyataan Hati-hati Powell, Pasar Tunggu Data Inflasi.

  • Powell menegaskan pendekatan hati-hati dalam pemangkasan suku bunga untuk menghindari lonjakan inflasi.

  • Data inflasi PCE dan GDP minggu ini akan menjadi penentu arah kebijakan Fed selanjutnya.

Dolar AS menguat tipis 0,2% pada Rabu, menembus level 97,08 di Dollar Index, setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell menekankan pendekatan hati-hati terkait penurunan suku bunga lebih lanjut. Powell memperingatkan risiko inflasi yang cepat jika suku bunga dipangkas terlalu agresif, sekaligus menyoroti perlambatan pertumbuhan ekonomi dan pasar tenaga kerja yang melemah. Pernyataan ini menahan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lebih lanjut, meski Fed telah memangkas 25 basis poin awal bulan ini.

Investor kini fokus pada data penting yang akan dirilis minggu ini, termasuk final GDP kuartal kedua dan indeks harga PCE, indikator inflasi utama bagi Fed. Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan akan melambat pada kuartal mendatang akibat tekanan inflasi dan tarif perdagangan yang tinggi, sementara inflasi inti kemungkinan tetap di atas target Fed 2%. Data ini akan menjadi acuan penting bagi investor dalam menilai kemungkinan langkah moneter selanjutnya.

Pasar tetap mengamati keseimbangan risiko antara inflasi yang tetap tinggi dan kondisi tenaga kerja yang melemah. Dengan nada Powell yang lebih hawkish dari konsensus FOMC, dolar AS berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

Source materi berita: investing.com

 

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish untuk indeks Dollar AS – Nada hati-hati Powell memperkecil ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut, menahan tekanan jual pada dolar, ditambah data inflasi yang kemungkinan tetap tinggi mendukung penguatan mata uang AS.

Powell Redam Harapan Pemangkasan Suku Bunga, Dolar AS Perkasa Tekan Emas.

  • Powell menekankan keseimbangan antara risiko inflasi dan pasar tenaga kerja, menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif.

  • Kenaikan imbal hasil Treasury AS memperkuat permintaan dolar dan menekan harga emas.

Harga emas tergelincir 0,78% ke $3.734 pada Rabu setelah reli tiga hari, menyusul komentar Ketua The Fed Jerome Powell yang menekankan keseimbangan antara risiko inflasi tinggi dan pelemahan pasar tenaga kerja. Nada hati-hati Powell menurunkan ekspektasi pasar atas pemangkasan suku bunga agresif, sementara imbal hasil Treasury AS naik dan mendorong Indeks Dolar ke 97,85, memperkuat tekanan terhadap emas.

Data ekonomi turut memengaruhi sentimen, dengan penjualan rumah baru melonjak 20,5% pada Agustus, meski PMI terbaru menunjukkan pelemahan aktivitas manufaktur dan jasa. Pasar kini menunggu rilis GDP kuartal kedua final, klaim pengangguran, serta Core PCE — indikator inflasi pilihan The Fed — yang akan menjadi penentu arah kebijakan moneter selanjutnya.

Di tengah kenaikan imbal hasil dan permintaan dolar yang menguat, pernyataan Powell memperkuat pandangan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga. Kondisi ini mendukung dolar AS tetap perkasa dalam jangka pendek, sementara emas kehilangan momentum reli sebelumnya.

Source materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish terbatas — Nada hati-hati Powell menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif, sementara kenaikan imbal hasil Treasury AS memperkuat dolar dan melemahkan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Harga Minyak Sentuh Puncak 7 Minggu, Pasokan Global Kian Tertekan.

  • Persediaan minyak mentah AS turun di luar perkiraan, diperparah gangguan ekspor dari Rusia, Venezuela, dan Irak.

  • Ketegangan geopolitik serta turunnya aktivitas produksi AS semakin mempersempit pasokan global.

Harga minyak melonjak sekitar 3% ke level tertinggi tujuh minggu pada Rabu, didorong oleh penurunan mengejutkan persediaan minyak mentah AS sebesar 607.000 barel. Lonjakan ini semakin diperkuat oleh gangguan pasokan dari Irak, Venezuela, dan Rusia, di mana serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia memicu kekhawatiran baru terkait ekspor. Brent ditutup di $69,31 per barel dan WTI di $64,99 per barel, keduanya naik 2,5% dan menandai penutupan tertinggi sejak awal Agustus dan September.

Selain faktor pasokan, ketegangan geopolitik turut memperketat pasar. Rusia menghadapi kekurangan bahan bakar tertentu akibat serangan drone Ukraina, sementara Chevron membatasi ekspor minyak Venezuela karena masalah izin AS. Di saat bersamaan, aktivitas produksi minyak AS di Texas, Louisiana, dan New Mexico juga melemah, menambah sentimen bullish terhadap harga energi.

Meskipun ada tanda-tanda pemulihan ekspor dari Kurdistan Irak, pasar tetap fokus pada risiko geopolitik di Eropa Timur dan potensi sanksi tambahan terhadap Rusia. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa pasokan global akan tetap ketat dalam waktu dekat, mendukung tren kenaikan harga minyak.

Source materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish — Kombinasi penurunan stok AS, gangguan pasokan global, dan risiko geopolitik mendukung prospek kenaikan harga minyak, memperkuat tren bullish jangka pendek.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi CHF dan USD:

  • SNB Interest Rate: Suku bunga diperkirakan tetap, sehingga dampaknya Netral untuk CHF. Fokus pasar akan beralih ke pernyataan kebijakan yang menyertainya.

  • Durable Goods Orders: Perbaikan signifikan pada pesanan barang tahan lama (-0.3% vs -2.8%) merupakan sinyal positif untuk sektor manufaktur, berpotensi mendukung USD (⬆️).

  • GDP (QoQ): Lonjakan besar pada pertumbuhan ekonomi (3.3% vs -0.5%) merupakan sinyal yang sangat positif, berpotensi kuat mendukung USD (⬆️).

  • Initial Jobless Claims: Kenaikan klaim pengangguran (233K vs 231K) merupakan sinyal negatif kecil untuk pasar tenaga kerja, berpotensi menekan USD (⬇️).

  • Existing Home Sales: Penurunan penjualan rumah (3.96M vs 4.01M) menunjukkan pelemahan di sektor perumahan, berpotensi menekan USD (⬇️).

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: