Dolar AS Rebound di Tengah Putusan Mahkamah Agung dan Sikap Hawkish The Fed

  • Penguatan Dolar Didukung Sikap Hawkish The Fed – Pejabat The Fed menegaskan suku bunga tetap tinggi hingga inflasi benar-benar terkendali.

  • Ketidakpastian Tarif & Kebijakan Global – Putusan Mahkamah Agung dan kebijakan tarif baru Trump meningkatkan volatilitas, menopang permintaan terhadap dolar.

Dolar AS menguat pada perdagangan Selasa setelah pulih dari pelemahan sebelumnya, seiring pasar mencerna putusan Supreme Court of the United States yang membatalkan tarif Presiden Donald Trump serta respons cepat Gedung Putih melalui penerapan tarif baru. Indeks Dolar AS (DXY) naik lebih dari 0,10% ke area 97,80 setelah dua hari berturut-turut melemah. Penguatan ini turut didukung kenaikan rata-rata empat minggu ADP Employment Change menjadi 12,8 ribu dari sebelumnya 11,5 ribu, mencerminkan stabilisasi pasar tenaga kerja AS.

Sentimen terhadap dolar juga diperkuat oleh pernyataan hawkish pejabat Federal Reserve. Presiden Chicago Fed, Austan Goolsbee, menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga hanya akan dipertimbangkan jika inflasi kembali ke target 2%. Optimisme konsumen AS terhadap kondisi pasar kerja yang membaik turut menjadi katalis tambahan. Di pasar mata uang utama, EUR/USD relatif stabil di sekitar 1,1790 karena European Central Bank masih mempertahankan kebijakan, sementara GBP/USD bertahan di zona positif meski Gubernur Bank of England Andrew Bailey membuka peluang pelonggaran lanjutan.

Di Asia, USD/JPY melonjak ke kisaran 155,70 setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyuarakan kehati-hatian terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank of Japan. Sementara itu, AUD/USD bergerak netral di sekitar 0,7060 meski didukung sikap hawkish Reserve Bank of Australia, dan USD/CAD stabil dekat 1,3700 menjelang rilis data GDP Kanada kuartal IV.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen positif untuk Dollar AS: Didukung data tenaga kerja yang membaik dan retorika hawkish The Fed, meskipun ketidakpastian kebijakan perdagangan masih membayangi pasar.

 
 

Emas Terkoreksi Usai Sentuh Puncak Tiga Pekan, Dolar Menguat di Tengah Ketidakpastian Tarif dan Sikap Hawkish The Fed

  • Dolar Menguat & The Fed Hawkish – Komentar pejabat Fed serta membaiknya data kepercayaan konsumen menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga dan menguatkan dolar.

  • Geopolitik & Tarif Baru – Ketegangan AS–Iran dan kenaikan tarif 15% oleh Trump menjaga permintaan emas sebagai aset lindung nilai.

Harga emas terkoreksi dari level tertinggi tiga pekan di $5.249 pada perdagangan Selasa, seiring penguatan kembali Dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan. Indeks Dolar AS (DXY) rebound setelah putusan Supreme Court of the United States yang membatalkan tarif sebelumnya direspons cepat oleh Presiden Donald Trump melalui penerapan tarif global 10% berdasarkan Section 122, yang kemudian dinaikkan menjadi 15%. Penguatan dolar menekan XAU/USD turun sekitar 1% ke kisaran $5.160.

Tekanan tambahan datang dari komentar hawkish pejabat Federal Reserve. Presiden Chicago Fed, Austan Goolsbee, menegaskan bahwa suku bunga sebaiknya tetap ditahan karena inflasi masih di atas target 2%. Senada, Presiden Atlanta Fed, Raphael Bostic, menekankan pentingnya menjaga fokus pada stabilitas harga. Data Consumer Confidence dari Conference Board yang meningkat ke 91,2 turut memperkuat pandangan bahwa ekonomi AS masih cukup tangguh, sehingga mengurangi urgensi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.

Meski demikian, ketegangan geopolitik di Timur Tengah tetap menopang permintaan safe haven. Laporan mengenai potensi serangan terbatas AS terhadap Iran serta rencana perundingan lanjutan di Jenewa menjaga minat investor terhadap emas. Kombinasi risiko geopolitik dan kebijakan tarif baru membuat harga emas tetap didukung secara fundamental meski terkoreksi dalam jangka pendek.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen negatif: Karena penguatan dolar dan sikap hawkish The Fed. Namun, risiko geopolitik dan ketidakpastian tarif tetap memberikan bias penopang (supportive) bagi harga emas dalam jangka menengah.

Minyak Bergeming di Dekat Level Tertinggi, Pasar Tunggu Perundingan AS–Iran

  • Harga Minyak Dekat Tertinggi Multi-Bulan – Minyak tetap berada dekat level tertinggi tujuh bulan karena risiko pasokan terkait potensi konflik AS–Iran dan perundingan nuklir yang akan datang.

  • Sentimen Geopolitik Dominan – Ketegangan di Timur Tengah dan ketidakpastian kebijakan perdagangan AS terus menjadi faktor utama yang menopang harga energi.

Harga minyak mentah dunia sedikit melemah pada perdagangan Selasa, namun tetap berada di dekat level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir di tengah fokus pasar pada putaran ketiga perundingan nuklir antara AS dan Iran. Kontrak Brent Crude turun sekitar 0,1% ke sekitar US$71,40 per barel, sementara kontrak West Texas Intermediate sedikit melemah ke kisaran US$66,20 per barel. Pergerakan ini terjadi setelah sesi sebelumnya Brent sempat menyentuh level tertinggi sejak akhir Juli, mencerminkan volatilitas yang masih tinggi di pasar energi.

Sentimen pasar saat ini didominasi oleh risiko geopolitik menunggu hasil perundingan nuklir yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa akhir pekan ini, sementara ketidakpastian kebijakan perdagangan AS juga turut memengaruhi dinamika harga. Para analis mengamati tingkat ketegangan yang tetap tinggi di Timur Tengah, yang meskipun belum menyebabkan gangguan pasokan nyata, terus mendorong premi risiko di pasar minyak.

Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati data dan kebijakan ekonomi global yang lebih luas, termasuk keputusan tarif dan langkah diplomasi dari kedua negara. Ketidakjelasan terkait kebijakan perdagangan dan kemungkinan konflik lanjutan masih menjadi faktor utama yang menjaga harga minyak di level tinggi, meskipun harga pada perdagangan Selasa sedikit terkoreksi dari puncaknya

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen positif: Meskipun terjadi sedikit koreksi harga pada hari ini, dominasi risiko geopolitik dan ketidakpastian pasar mendukung harga tetap di level tinggi, menjaga bias bullish pada minyak dalam jangka pendek.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD dan EUR:

  • U.S. President Trump Speaks – USD

Pidato diperkirakan mengindikasikan arah kebijakan fiskal dan geopolitik AS. Nada tegas/hawkish mengindikasikan potensi penguatan USD, sedangkan nada dovish atau pro-stimulus mengindikasikan tekanan pada USD.

Dampak:
USD berpotensi volatil, arah tergantung arah pidato.

  • German GDP (QoQ) (Q4) – EUR

GDP diperkirakan naik ke 0.3% dari 0.0%, mengindikasikan perbaikan ekonomi Jerman. Jika sesuai atau lebih tinggi, mengindikasikan dukungan bagi EUR. Jika lebih rendah, mengindikasikan ekonomi masih lemah.

Dampak:
EUR berpotensi menguat jika ≥ forecast.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: