Dolar AS Melesat ke Level Tertinggi 1 Tahun, PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur

Analisa Fundamental Magnetfx 12 Juli
  • Dolar AS Rajai Pasar Valas: Sikap hawkish ketua baru Fed, Kevin Warsh, memicu aksi jual obligasi massal dan melambungkan indeks dolar ke level tertinggi dalam satu tahun terakhir.

  • Guncangan Politik Inggris: Pengunduran diri PM Keir Starmer memicu ketidakpastian politik baru di Inggris, meskipun respons pasar terhadap poundsterling dan obligasi lokal masih relatif tenang.

Indeks dolar AS naik ke level tertinggi sejak Mei 2025 di 101,02 setelah pasar semakin yakin Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi. Bank of America bahkan memperkirakan The Fed tidak akan memangkas suku bunga hingga 2028, sehingga menopang penguatan dolar.

Harga minyak melemah setelah perundingan AS-Iran di Swiss menghasilkan kesepakatan untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Meski sempat dibayangi ketegangan Israel-Hezbollah, upaya diplomatik berhasil meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global.

Di Inggris, Perdana Menteri Keir Starmer mengumumkan pengunduran dirinya, membuka peluang bagi Andy Burnham sebagai pengganti. Namun, pasar merespons tenang dan poundsterling justru menguat tipis 0,1% karena transisi politik ini telah diantisipasi investor.

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen positif untuk Dollar AS: Keperkasaan dolar AS ditopang kuat oleh kepastian pengetatan moneter di bawah era baru The Fed. Sementara itu, potensi sentimen negatif dari drama pengunduran diri PM Inggris serta kerapuhan gencatan senjata di Timur Tengah berhasil diredam oleh suksesnya mekanisme pembukaan Selat Hormuz di Swiss, sehingga menjaga stabilitas pasar global dari guncangan ekstrem.

Harga Emas Bergerak Variatif, Terjebak di Antara Dolar Perkasa dan Damai Swiss

  • Emas Terjepit Suku Bunga Fed: Ekspektasi kenaikan suku bunga Fed tahun ini dan prediksi penundaan pangkas rate hingga 2028 menjadi beban utama yang menahan laju emas berjangka.

  • Redam Gejolak Lewat Dialog Swiss: Keberhasilan kesepakatan mekanisme Selat Hormuz di Swiss berhasil menenangkan kepanikan pasar dan menahan emas spot dari koreksi tajam.

Harga emas bergerak mixed pada perdagangan Senin, dengan emas spot naik 0,8% ke $4.191,43 per ons, sementara emas berjangka turun 0,9% ke $4.209,70 per ons. Pergerakan terbatas ini mencerminkan sikap hati-hati investor di tengah sentimen yang saling bertolak belakang.

Di satu sisi, prospek kebijakan Federal Reserve yang lebih hawkish menekan emas. Ekspektasi suku bunga tetap tinggi bahkan hingga 2028 meningkatkan biaya peluang memegang aset safe haven tanpa imbal hasil.

Di sisi lain, kemajuan dialog damai AS-Iran di Swiss meredakan ketegangan Timur Tengah dan menopang sentimen risiko pasar. Kondisi ini membantu menahan tekanan jual lebih dalam terhadap harga emas.

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen netral: Pasar emas saat ini sedang mengalami tarik-menarik sentimen yang seimbang (tug-of-war). Sifat safe-haven emas diredam oleh suksesnya de-eskalasi konflik di Swiss, sementara penurunan harganya dihambat oleh penyesuaian teknis investor yang masih menakar agresivitas kebijakan pengetatan moneter The Fed.

Harga Minyak Dunia Terseret Damai Swiss, Cadangan Darurat AS Amblas ke Level Terendah 1983
  • Mekanisme Selat Hormuz Sukses: Kepastian pembukaan kembali Selat Hormuz dan pemberian izin ekspor sementara untuk minyak Iran berhasil memangkas harga Brent hingga jatuh ke kisaran $77 per barel.

  • Krisis Cadangan Strategis AS (SPR): Stok minyak darurat AS merosot tajam ke titik terendah dalam 43 tahun terakhir akibat dikuras habis-habisan selama masa gangguan pasokan di Timur Tengah.

Harga minyak dunia kembali melemah setelah AS melaporkan kemajuan dalam perundingan damai dengan Iran di Swiss. Brent turun 2,7% ke $77,90 per barel, sementara WTI terkoreksi 2% ke $74,31 per barel, menghapus sebagian besar premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga.

AS menyatakan Selat Hormuz kembali terbuka pasca-dialog darurat yang dimediasi Qatar dan Pakistan. Pemerintah AS juga memberikan izin sementara selama 60 hari bagi Iran untuk melanjutkan produksi dan ekspor minyak, sehingga meredakan kekhawatiran gangguan pasokan global.

Di sisi lain, cadangan minyak strategis AS (SPR) turun 9,1 juta barel menjadi 331,2 juta barel, level terendah sejak 1983. Penurunan ini mencerminkan upaya AS menjaga stabilitas harga energi domestik sekaligus memenuhi tingginya permintaan ekspor.

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen negatif untuk harga OIL: Dalam jangka pendek, sentimen pasar sangat tertekan (negatif) karena hilangnya premi risiko perang dan kembalinya pasokan minyak Iran ke pasar dunia. Namun, fakta bahwa cadangan minyak darurat AS (SPR) kini berada di level kritis terendah sejak 1983 menciptakan fondasi kuat bagi pembalikan harga (bullish) di masa depan, karena AS cepat atau lambat harus melakukan aksi beli masif untuk mengisi kembali tangki cadangan mereka.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

  • S&P Global Services PMI (USD)

Diperkirakan ada kenaikan aktivitas pada sektor jasa dari data sebelumnya 50.7 menjadi 51.0.

Dampak:

Berpotensi menguat jika dirilis angkanya lebih besar dibandingkan bulan sebelumnya, yang menandakan adanya peningkatan atau ekspansi positif di sektor jasa.

  • S&P Global Manufacturing PMI (USD)

Diperkirakan ada penurunan aktivitas pada sektor manufaktur dari data sebelumnya 55.1 menjadi 54.6.

Dampak:

Berpotensi melemah jika dirilis angkanya lebih kecil dibandingkan bulan sebelumnya, yang berarti ada indikasi perlambatan produksi pada sektor manufaktur.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: