Rekor Baru di Tengah Awan Tarif dan Tekanan Chip AI.

  • Proyek AI besar seperti Stargate ditunda, memicu koreksi tajam pada saham semikonduktor dan menekan sektor teknologi.

  • Ancaman tarif besar dari Trump dan ketidakpastian suku bunga membayangi penguatan indeks meskipun laporan keuangan korporasi solid.

S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi baru di level 6.307,67 pada Selasa, meski tekanan dari saham teknologi chip mengerem laju penguatan pasar. Sementara Dow Jones naik 0,4%, Nasdaq justru turun 0,4% karena sentimen negatif menimpa sektor semikonduktor setelah proyek ambisius Stargate senilai $500 miliar yang digagas SoftBank dan OpenAI dikabarkan dikurangi skalanya.

Musim laporan keuangan kuartalan mulai memanas dengan 85% perusahaan di indeks S&P 500 dijadwalkan melaporkan minggu ini. Dari 12% perusahaan yang sudah melapor, 86% mencatat laba per saham melebihi ekspektasi, mendorong indeks utama AS ke level tertinggi pada awal minggu. Namun, ancaman tarif baru dari Trump yang dijadwalkan berlaku 1 Agustus menjadi faktor penahan optimisme, terutama di tengah ketidakpastian arah suku bunga.

Pasar kini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan akhir Juli. Imbas potensi inflasi dari kebijakan tarif Trump—termasuk tarif 50% untuk tembaga dan 200% untuk obat—membuat bank sentral tetap berhati-hati. Proyeksi kenaikan bertahap tingkat pengangguran menjadi indikator utama dalam keputusan kebijakan moneter, memperkuat narasi bahwa pemangkasan suku bunga belum menjadi pilihan di tahun ini.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen pasar cenderung bearish hati-hati. Meskipun indeks menyentuh rekor baru, tekanan dari sektor chip, ketidakpastian tarif dagang, dan ekspektasi inflasi tinggi membuat investor tetap waspada dan menahan diri dari euforia jangka pendek.

Dilema Deadline & DXY Drop: Emas Kembali Bersinar.

  • DXY dan imbal hasil obligasi AS turun signifikan, membuka ruang naik lebih lanjut bagi emas karena tekanan terhadap Dolar AS.

  • Ketegangan perdagangan AS–UE serta minimnya data ekonomi penting minggu ini mendorong pelaku pasar mencari perlindungan ke safe haven seperti emas.

Harga emas (XAU/USD) melanjutkan reli untuk hari kedua berturut-turut pada Selasa, naik lebih dari 0.9% hingga menyentuh $3,433, level tertinggi lima pekan. Kenaikan ini dipicu oleh penurunan imbal hasil obligasi AS yang telah berlangsung lima hari berturut-turut, menekan Dolar AS. Sentimen pasar cenderung menghindari risiko karena ketidakpastian pembicaraan dagang antara AS dan Uni Eropa menjelang tenggat 1 Agustus.

Sekretaris Keuangan AS Scott Bessent mengisyaratkan kemungkinan perpanjangan tenggat waktu perdagangan dengan China dan menyebutkan rencana pengumuman kesepakatan dagang baru dengan beberapa negara. Presiden AS Donald Trump baru saja mengumumkan kesepakatan dengan Filipina, yang membebaskan ekspor AS dari tarif, sementara Filipina tetap mengenakan tarif 19% untuk produk AS.

Dari sisi data ekonomi, pekan ini relatif sepi dengan fokus pada klaim pengangguran dan pesanan barang tahan lama. Meski inflasi menunjukkan tanda akselerasi, sentimen konsumen masih kuat. Imbal hasil riil AS turun menjadi 1.932%, dan DXY jatuh 0.44% ke 97.43. Ketegangan perdagangan dan ekspektasi suku bunga The Fed yang tetap bertahan memperkuat daya tarik aset aman seperti emas.

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen pasar terhadap XAU/USD sangat bullish. Harga emas berpeluang melanjutkan penguatan seiring kombinasi turunnya DXY, tekanan geopolitik, dan ekspektasi The Fed mempertahankan suku bunga.

Harga Minyak Tertekan Sentimen Tarif & Kekhawatiran Ekonomi.

  • Laporan API menunjukkan penurunan stok minyak mentah lebih kecil dari ekspektasi, menekan harga.

  • Kekhawatiran perlambatan ekonomi akibat memanasnya ketegangan dagang AS-Eropa menambah tekanan jual.

Harga minyak AS turun setelah laporan API menunjukkan penurunan kecil dalam stok minyak mentah sebesar 577.000 barel untuk pekan yang berakhir 18 Juli, jauh lebih kecil dibandingkan lonjakan 19,1 juta barel pada minggu sebelumnya. WTI sempat naik ke $66,21 per barel namun kembali turun ke $65,47 pasca-laporan. Sementara itu, stok bensin turun 1,2 juta barel dan distilat naik 3,48 juta barel, menambah tekanan pada sentimen pasar jelang laporan resmi pemerintah hari Rabu.

Penurunan harga minyak juga diperparah oleh meredupnya harapan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Eropa. Brent turun 1,2% ke $68,39 dan WTI untuk kontrak Agustus turun 1,6% ke $66,15. Ketegangan meningkat setelah Uni Eropa menyiapkan langkah balasan terhadap ancaman tarif 30% dari Presiden AS Donald Trump jika kesepakatan tak tercapai sebelum tenggat 1 Agustus. Potensi kesepakatan dagang AS-India juga disebut kian tipis.

Fokus pasar kini beralih ke dampak ekonomi dari konflik dagang, tercermin dari turunnya harga diesel hingga hampir 3% — sebuah sinyal kekhawatiran atas perlambatan di sektor industri global. Meski tekanan turun dominan, beberapa analis masih membuka kemungkinan harga minyak tertahan jika AS menunda tarif tersebut.

 

Kesimpulan Sentimen:

Bearish untuk harga minyak dan mendukung sentimen Bullish terhadap harga emas, karena risiko perlambatan ekonomi global serta ketidakpastian geopolitik menurunkan permintaan minyak mentah sebagai energy.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

  • Existing Home Sales (USD): Perkiraan penurunan jumlah penjualan rumah yang ada berpotensi menekan USD (⬇️).

Share on: