Euforia AI Meredup, Wall Street Terseret Turun oleh Ketidakpastian Suku Bunga.

Analisa Fundamental Magnetfx 10 Agustus
  • Dukungan Gedung Putih untuk mengakhiri shutdown AS membatasi penguatan Euro karena dolar sedikit pulih dari pelemahannya.

  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed semakin kuat akibat data ekonomi AS yang lemah, sementara ECB tetap berhati-hati dan menahan suku bunga.

Pasar saham AS merosot tajam pada Kamis, dengan S&P 500 turun 1,6%, Nasdaq jatuh 2,2%, dan Dow melemah 386 poin. Sentimen pasar berubah negatif ketika reli Nvidia memudar akibat kekhawatiran bahwa valuasi saham-saham AI sudah terlalu tinggi. Ray Dalio turut memperkuat kekhawatiran tersebut dengan peringatan potensi bubble AI, meski ia menyarankan agar investor tak tergesa menjual.

Nvidia sebelumnya melonjak setelah membukukan kinerja yang jauh melampaui ekspektasi, didorong permintaan kuat terhadap chip AI generasi terbaru. CEO Jensen Huang menegaskan bahwa permintaan AI tidak hanya berasal dari data center, namun mulai meluas ke banyak sektor. Walaupun demikian, tekanan jual tetap muncul karena pasar semakin ragu apakah lonjakan valuasi AI bisa bertahan. Sementara itu, sektor ritel memberikan sinyal campuran dengan Walmart melaporkan hasil solid, diikuti laporan bervariasi dari Target, Home Depot, dan Lowe’s.

Dari sisi makro, laporan Nonfarm Payrolls menunjukkan penambahan 119.000 pekerjaan pada September, lebih tinggi dari perkiraan. Namun peningkatan tingkat pengangguran ke 4,4% serta revisi turun data Agustus memperlihatkan pelemahan pasar tenaga kerja. Data ini memperkecil peluang penurunan suku bunga The Fed di Desember, apalagi sejumlah pejabat Fed menekankan inflasi yang kembali macet. Risalah FOMC sebelumnya juga menunjukkan perbedaan pandangan jelas antar pembuat kebijakan, menambah ketidakpastian menuju pertemuan Desember.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish untuk indeks saham AS – Pasar saham kompak turun, valuasi AI kembali diragukan, dan data tenaga kerja memperlemah harapan penurunan suku bunga Desember—kombinasi yang biasanya menekan aset berisiko.

 
 

Emas Terhempas: NFP Meledak & Fed Mengeras, Safe Haven Kena Aksi Kabur Massal.

  • NFP jauh melampaui ekspektasi, memperkuat Dolar AS dan menghantam harga emas meski pengangguran naik.

  • Komentar hawkish pejabat Fed dan risalah FOMC yang menolak rate cut membuat peluang pemangkasan suku bunga Desember semakin tipis.

Harga emas jatuh ke $4,061 pada Kamis setelah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) September menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sebesar 119.000, jauh di atas perkiraan 50.000. Data kuat ini langsung mengangkat Dolar AS dan memicu aksi keluar dari aset safe haven, membuat emas yang sempat menyentuh $4,110 berbalik turun 0,38%. Kenaikan tingkat pengangguran ke 4,4% tidak cukup meredam dampak positif NFP terhadap dolar.

Tekanan terhadap emas semakin besar setelah komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve, termasuk Cleveland Fed’s Beth Hammack dan Governor Michael Barr, yang menegaskan kekhawatiran inflasi masih bertahan di 3%. Risalah pertemuan FOMC Oktober juga menunjukkan banyak pembuat kebijakan menolak pemotongan suku bunga di Desember, bahkan Morgan Stanley kini tak lagi memperkirakan adanya rate cut bulan tersebut. Walaupun peluang pemangkasan suku bunga sempat naik menjadi 39%, pasar tetap menilai Fed lebih condong menahan kebijakan ketat.

Dari sisi pasar tenaga kerja lainnya, klaim pengangguran mingguan turun ke 220.000, level terendah sejak September, menandakan kondisi pasar tenaga kerja masih stabil meski mulai melunak. Di sisi lain, imbal hasil obligasi AS dan real yields justru turun, kondisi yang biasanya mendukung emas—namun efek tersebut tertutupi oleh kekuatan data pekerjaan dan sikap hawkish Fed. Kombinasi data NFP yang kuat dan sinyal kebijakan ketat membuat tekanan terhadap emas tetap dominan.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish — Dominasi faktor negatif berupa NFP kuat, Dolar menguat, dan sikap hawkish Fed jauh lebih besar dibanding penurunan yield, sehingga arah sentimen emas tetap berada di tekanan turun.

Minyak Melemah di Tengah Angin Damai AS–Rusia: Pasar Menimbang Risiko dan Persediaan.

  • Dorongan AS untuk perdamaian Ukraina–Rusia menekan harga minyak karena pasar melihat potensi meredanya risiko geopolitik.

  • Cadangan minyak AS turun signifikan, tetapi kenaikan stok bensin dan distilat memunculkan kekhawatiran permintaan yang melemah.

Harga minyak dunia turun pada Kamis setelah pemerintahan Presiden AS Donald Trump mendorong Ukraina untuk menerima proposal perdamaian dengan Rusia, memicu ekspektasi bahwa ketegangan geopolitik bisa mereda. Brent ditutup turun ke $63,38 per barel dan WTI melemah ke $59,14 per barel. Padahal, harga sempat naik di awal sesi karena laporan penurunan besar cadangan minyak AS dari Energy Information Administration (EIA).

Proposal perdamaian tersebut mencakup konsesi wilayah Ukraina kepada Rusia dan pengurangan kekuatan militernya, yang sebelumnya ditolak Presiden Volodymyr Zelenskiy. Namun kali ini Zelenskiy tidak langsung menolak, menyatakan akan meninjau lebih lanjut bersama pihak AS. Hal ini membuat pasar menilai potensi de-eskalasi konflik semakin terbuka, terutama dengan kemungkinan penundaan atau pembatalan sanksi AS terhadap perusahaan minyak Rusia Rosneft dan Lukoil.

Dari sisi fundamental, cadangan minyak mentah AS turun 3,4 juta barel, jauh di atas perkiraan penurunan 603.000 barel, menunjukkan tingginya aktivitas kilang dan permintaan ekspor. Meski begitu, kenaikan stok bensin dan distilat untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan menandakan konsumsi domestik mulai melambat. Kombinasi faktor geopolitik dan sinyal permintaan yang melemah menekan pergerakan harga minyak.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish untuk OIL: Prospek perdamaian yang dapat mengurangi risiko geopolitik, serta sinyal melemahnya permintaan bahan bakar AS meski stok minyak mentah menyusut

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

USD (PMI): Perkiraan kedua rilis PMI (Manufaktur dan Jasa) menunjukkan angka menurun (52.0 vs 52.5, dan 54.6 vs 54.8). Penurunan aktivitas bisnis ini menekan prospek pertumbuhan ekonomi AS. USD berpotensi melemah.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: