Dolar AS Rebound Didorong Kenaikan Yield Obligasi & Escalasi Perang Ekonomi AS-Iran

Berikut 3 Katalis Utama Untuk Dollar AS

  • Dolar AS Rebound:

Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,1% ke 98,90 membalas penurunan tajam sebelumnya, seiring meredanya reli pasar obligasi AS.

  • Yield Obligasi Kembali Naik:

Yield Treasury 30-tahun naik lagi ke 5,237% akibat kekhawatiran fiskal pasca-rekor utang publik AS yang menembus $40 triliun, menahan penguatan obligasi dari intervensi Depkeu.

  • Minyak Melesat & Sentimen Safe-Haven:

Brent melonjak 2,3% ke $93,72/barel setelah Donald Trump mengumumkan “Economic D-Day” berupa sanksi ekonomi maksimal bagi negara yang membantu Iran.

Sentimen positif untuk Dollar AS: Penguatan Dolar AS didorong oleh kenaikan kembali yield obligasi AS tenor panjang serta meningkatnya permintaan aset safe-haven akibat eskalasi Perang Ekonomi AS-Iran yang mengerek harga minyak global.

Harga Emas Konsolidasi di Level Tertinggi $4.523/oz; Morgan Stanley Proyeksikan Tembus $5.000

Berikut 3 Katalis Utama Untuk XAUUSD

  • Emas Bertahan di Level Tinggi:

Harga emas spot stabil di $4.523,95/oz (tertinggi dalam 2,5 bulan) setelah melonjak 4,1% di sesi sebelumnya, ditahan oleh kenaikan kembali yield obligasi dan harga minyak.

  • Kekhawatiran Fiskal & Utang $40T:

Kenaikan yield obligasi 30-tahun ke 5,232% dipicu oleh rekor utang publik AS yang menembus $40 triliun, meningkatkan beban bunga hingga ~$1 triliun per tahun.

  • Proyeksi Morgan Stanley Tembus $5.000:

Morgan Stanley melihat peluang emas melampaui $5.000/oz pada tahun depan, didorong oleh lepasnya korelasi emas dari yield riil akibat kekhawatiran fiskal serta kembalinya arus masuk modal ke ETF emas.

Sentimen positif: Meskipun kenaikan yield obligasi AS dan reli Dolar AS menahan laju kenaikan harian emas, tren jangka panjang tetap kuat. Kekhawatiran mendalam atas defisit fiskal AS ($40T), permintaan fisik/ETF yang pulih, serta potensi inflasi akibat eskalasi perang ekonomi AS-Iran menjadi pilar utama penopang harga emas di atas level $4.500.

Minyak Mentah Melesat Lebih dari 2% Akibat Ancam Sanksi “Economic D-Day” AS ke Iran

Berikut 3 Katalis Utama Untuk OIL

  • Minyak Melonjak via Sanksi Baru:

Brent naik 1,8% ke $93,25/barel dan WTI melesat 2,2% ke $86,21/barel setelah Trump mengumumkan ancaman sanksi “Economic D-Day” untuk mengisolasi total Iran.

  • Krisis Selat Hormuz Berlanjut:

Blokade laut AS dan penutupan jalur oleh Iran melumpuhkan ~20% pasokan minyak & LNG dunia, di tengah gagalnya pembaruan kesepakatan damai sementara.

  • Intervensi Darurat BBM AS:

EPA dan Depkeu AS menerbitkan kelonggaran darurat bahan bakar (penjualan E10 RVP tinggi mulai 1 September 2026) untuk menambah pasokan dan menekan harga bensin yang menembus $4,10/galon.

Sentimen positif untuk harga OIL: Premi risiko geopolitik (geopolitical risk premium) kian membesar akibat ancaman perang ekonomi berskala penuh dari AS serta ancaman kelangkaan pasokan riil dari Selat Hormuz. Langkah darurat pemerintah AS melonggarkan aturan BBM domestik belum mampu meredam tekanan kenaikan harga minyak mentah global.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Prediksi USD

  • S&P Global Manufacturing PMI (Aug) P (USD)

Diperkirakan ada sedikit peningkatan pada indeks manajer pembelian (PMI) sektor manufaktur estimasi awal (preliminary) Amerika Serikat dari data sebelumnya 53.9 menjadi 54.0.
Dampak:
Berpotensi USD menguat jika data dirilis lebih besar dari forecast (mengindikasikan ekspansi sektor manufaktur yang bertahan di zona positif di atas level 50.0).

  • S&P Global Services PMI (Aug) P (USD)

Diperkirakan ada perlambatan pada indeks manajer pembelian (PMI) sektor jasa estimasi awal (preliminary) Amerika Serikat dari data sebelumnya 54.6 menjadi 53.9.
Dampak:
Berpotensi USD melemah jika data dirilis lebih kecil dari forecast (menunjukkan penurunan laju pertumbuhan aktivitas bisnis di sektor jasa).

Disclaimer:
Analisis ini disusun semata-mata sebagai referensi dan bukan merupakan ajakan untuk melakukan transaksi. Keputusan trading harus mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi pasar, profil risiko, serta strategi masing-masing individu. Perdagangan berjangka merupakan aktivitas yang memiliki risiko tinggi, sehingga seluruh keputusan dan konsekuensi transaksi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: