Wall Street Rekor Lagi, tapi Bayangan Shutdown Jadi Penghalang.

  • Shutdown pemerintah AS berpotensi memperlambat ekonomi dan menunda data penting, meningkatkan ketidakpastian pasar.

  • Data tenaga kerja yang melemah memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed.

Indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan baru di 6.715,80 pada Kamis, meski kenaikan terbatas akibat ketidakpastian seputar shutdown pemerintah AS. Dow Jones naik 0,2%, sementara Nasdaq menguat 0,4%. Treasury Secretary Scott Bessent memperingatkan bahwa dampak shutdown kali ini bisa lebih besar dibanding sebelumnya, dengan potensi menekan pertumbuhan ekonomi dan layanan publik. Ketidakjelasan negosiasi antara Demokrat dan Republik memperpanjang kekhawatiran pasar.

Shutdown ini berpotensi menghambat rilis data ekonomi penting, termasuk Nonfarm Payrolls, sehingga perhatian pasar beralih pada data swasta seperti laporan pemutusan kerja Challenger. Meski rencana PHK September turun 37% dibanding Agustus, data ADP sebelumnya mencatat penurunan tenaga kerja terbesar dalam dua setengah tahun. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah, membuka jalan bagi Federal Reserve untuk terus memangkas suku bunga di sisa tahun ini.

Di sektor korporasi, Tesla dan Rivian melaporkan lonjakan pengiriman kuartal ketiga, sementara OpenAI mencatat valuasi spektakuler $500 miliar. Namun, fokus utama investor tetap pada risiko makro: kombinasi shutdown berkepanjangan, pelemahan pasar tenaga kerja, dan prospek pemangkasan suku bunga lanjutan.

Source materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish indeks saham AS – Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mendominasi, meski risiko shutdown memberi tekanan jangka pendek.

Harga Emas Tertekan, Dolar AS Pulih Pasca Pidato Hawkish The Fed.

  • Komentar hawkish dari Fed Dallas menekan emas, tetapi ekspektasi pemangkasan suku bunga Oktober (99% probabilitas) menjadi penopang utama.

  • Pelemahan di pasar tenaga kerja AS semakin menguatkan narasi pelonggaran kebijakan, meski Dolar AS sementara menguat.

Harga emas tergelincir pada sesi Amerika Utara setelah Dolar AS menguat kembali, memangkas sebagian penurunan mingguannya. XAU/USD diperdagangkan di sekitar $3.844 per troy ounce, turun 0,50%, seiring komentar hawkish dari Presiden Fed Dallas, Lorie Logan, yang menegaskan inflasi masih di atas target. Meski begitu, pasar tetap memperkirakan peluang 99% pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan Oktober, memberikan penopang bagi emas dalam jangka menengah.

Logan menyampaikan bahwa inflasi cenderung naik, meski kondisi pasar tenaga kerja mulai melambat. Sementara itu, penutupan pemerintahan AS menghentikan publikasi data resmi BLS, meski laporan NFP September diperkirakan tetap dirilis. Data pasar tenaga kerja lainnya menunjukkan pelemahan, seperti rencana pemutusan kerja yang lebih rendah dibanding Agustus, serta laporan ADP yang justru mencatat pengurangan tenaga kerja alih-alih penambahan. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih akan memangkas suku bunga untuk menopang pertumbuhan.

Di sisi lain, Dolar AS menguat tipis dengan DXY naik 0,20% ke 97,88, sementara imbal hasil obligasi 10 tahun AS sedikit menurun ke 4,08%. Minimnya data ekonomi pekan ini membuat perhatian pasar tertuju pada rilis ISM Services PMI. Namun, tren pelemahan di sektor ketenagakerjaan dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter tetap menjadi faktor utama arah harga emas.

Source: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish — Ekspektasi hampir pasti pemangkasan suku bunga The Fed mendominasi arah jangka menengah, sementara penguatan Dolar AS hanya memberikan tekanan jangka pendek.

Harga Minyak Tergelincir ke Level Terendah 4 Bulan, Pasar Dibayangi Risiko Oversupply.

  • OPEC+ diperkirakan akan meningkatkan produksi secara signifikan, memperkuat kekhawatiran oversupply.

  • Stok minyak global dan AS terus meningkat, menandakan lemahnya permintaan jangka pendek.

Harga minyak jatuh sekitar 2% pada Kamis, mencapai titik terendah dalam empat bulan terakhir akibat kekhawatiran oversupply menjelang pertemuan OPEC+ akhir pekan ini. Brent crude ditutup di $64,11 per barel, sementara WTI AS merosot ke $60,48 per barel. Prospek kenaikan produksi hingga 500.000 barel per hari pada November, tiga kali lipat dari bulan sebelumnya, mendorong tekanan tambahan di pasar energi global.

Selain potensi pasokan lebih besar dari OPEC+, analisis JPMorgan memperkirakan pasar minyak akan menuju surplus signifikan pada kuartal IV 2025 hingga tahun depan. Penurunan permintaan musiman, pemeliharaan kilang global, dan pelemahan aktivitas penyulingan AS semakin memperkuat kekhawatiran penumpukan stok minyak dunia. Laporan Energy Information Administration juga mencatat kenaikan persediaan minyak, bensin, dan distilat AS pada pekan lalu.

Meski ada risiko geopolitik dari sanksi G7 terhadap Rusia serta dukungan militer AS bagi Ukraina yang dapat mengganggu pasokan energi Rusia, dampaknya masih terbatas. Dukungan permintaan dari China sedikit menahan penurunan, namun pasar tetap lebih fokus pada tekanan pasokan berlebih.

Source materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish — Kombinasi potensi peningkatan produksi OPEC+, kenaikan stok minyak AS, serta proyeksi surplus global yang mendominasi arah pasar. Faktor geopolitik hanya berperan sebagai penahan sementara, namun tren utama tetap melemahkan harga minyak..

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

  • S&P Global & ISM PMI: Kedua data sektor jasa diperkirakan mengalami sedikit perlambatan, meskipun masih dalam zona ekspansi (>50). Perlambatan ini berpotensi memberikan tekanan pada USD (⬇️).

  • ISM Non-Manufacturing Prices: Dampak akan bergantung pada data aktual yang dirilis. Angka yang lebih tinggi dari perkiraan biasanya mendukung USD, dan sebaliknya.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: