Fed Sinyalkan Stabilitas Baru, USD Tertekan oleh Isu Yen dan Transisi Kepemimpinan

  • Isu intervensi USD/JPY dan stabilitas Yen memicu pelemahan Dolar AS.

  • The Fed menegaskan tidak ada tekanan inflasi, serta membuka arah kebijakan yang lebih longgar melalui pengurangan neraca.

Federal Reserve (The Fed) mengawali pekan dengan langkah yang mengejutkan pasar setelah menanyakan posisi USD/JPY kepada bank-bank besar di New York. Tindakan ini memicu spekulasi bahwa AS tengah bersiap bekerja sama dengan Jepang untuk menahan pelemahan Yen, yang langsung memicu aksi jual tajam pada Dolar AS di awal minggu.

Di pertengahan pekan, The Fed menahan suku bunga acuannya di level 3,50%–3,75% sesuai ekspektasi pasar. Dalam konferensi pers, Ketua The Fed Jerome Powell menolak membahas isu politik maupun masa jabatannya, namun menegaskan bahwa kondisi ekonomi menunjukkan perbaikan yang jelas, dengan risiko inflasi dan pengangguran yang semakin menurun.

Sementara itu, Gubernur The Fed Stephen Miran menyambut positif pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed oleh Presiden Donald Trump. Miran menilai Warsh sebagai sosok yang tepat dan meyakini akan diterima dengan baik oleh pejabat The Fed. Ia juga menegaskan bahwa saat ini tidak ada masalah inflasi, mendorong perlunya neraca The Fed yang lebih kecil, serta menilai bahwa tarif, pasar obligasi, dan lonjakan PPI tidak mengancam stabilitas inflasi jangka panjang.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen negatif untuk USD: Karena sinyal stabilitas inflasi, kemungkinan kerja sama mata uang, serta wacana pelonggaran neraca The Fed meningkatkan tekanan jual pada USD.

Emas Ambruk Tajam Usai Warsh Dipilih, Dolar Bangkit dan Yield AS Menguat

  • Nominasi Kevin Warsh yang hawkish dan inflasi produsen AS yang panas mendorong USD dan yield, menekan harga emas.

  • Likuidasi besar-besaran dan aksi ambil untung mempercepat kejatuhan emas dari rekor tertingginya.

Harga emas (XAU/USD) jatuh tajam pada Jumat, menghapus seluruh kenaikan yang tercatat sepanjang pekan setelah volatilitas ekstrem memicu likuidasi besar-besaran pada posisi leverage. Investor juga mulai mengunci keuntungan di level tinggi. Pada saat penulisan, emas diperdagangkan di sekitar $4.980, turun lebih dari 7% dalam sehari dan mengakhiri reli sembilan hari beruntun, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi di dekat $5.600.

Tekanan jual meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan Kevin Warsh sebagai calon Ketua The Fed menggantikan Jerome Powell. Pasar menilai Warsh sebagai sosok lebih hawkish, sehingga mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga agresif. Di saat yang sama, data Producer Price Index (PPI) AS yang lebih panas dari perkiraan memperkuat pandangan bahwa inflasi masih membandel, sehingga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan Dolar AS.

Kombinasi sentimen hawkish dan data inflasi yang kuat membuat Dolar AS bangkit, sementara emas kehilangan daya tariknya sebagai lindung nilai jangka pendek. Meski demikian, emas masih berada di jalur kenaikan bulanan terkuat sejak 1980, naik hampir 15%, didukung oleh ketegangan geopolitik—termasuk meningkatnya konflik AS–Iran serta ketidakpastian ekonomi global.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen negatif: Karena ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat, penguatan Dolar AS, serta kenaikan yield AS menjadi kombinasi tekanan utama bagi XAUUSD.

Minyak Terkoreksi Usai Sanksi Venezuela Dilonggarkan, Namun Ketegangan Iran Jaga Tren Naik Bulanan

  • Pelonggaran sanksi Venezuela menekan harga jangka pendek, tetapi kenaikan produksi diperkirakan tidak instan.

  • Ketegangan AS–Iran dan kebijakan OPEC+ menopang harga dengan menjaga risiko gangguan pasokan.

Harga minyak sempat mengalami turun pada Jumat setelah pemerintahan Donald Trump melonggarkan sebagian sanksi terhadap industri energi Venezuela. Brent turun 1,3% ke $68,68/barel, sementara WTI melemah 1,4% ke $64,52/barel. Meski terkoreksi dari level tertinggi enam bulan, minyak masih menuju kenaikan bulanan sekitar 13%, didorong kekhawatiran gangguan pasokan akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan badai salju besar di Amerika Serikat.

Washington mengizinkan transaksi tertentu dengan perusahaan minyak negara Venezuela, PDVSA, sehingga membuka kembali jalur penjualan dan pengiriman oleh entitas AS. Namun, kebijakan ini belum mencabut sanksi produksi. Analis menilai peningkatan output Venezuela akan memakan waktu karena infrastruktur yang menua dan ketidakpastian politik. Di sisi korporasi, Exxon dan Chevron menyatakan kesiapan teknologi dan mengevaluasi peluang, meski realisasi jangka pendek dinilai terbatas.

Di saat yang sama, pasar tetap tegang akibat meningkatnya tekanan AS terhadap Iran. Trump mengancam tindakan militer terkait program nuklir Teheran, mengirimkan armada ke kawasan, serta memperketat sanksi yang menekan ekspor minyak Iran. Faktor ini menjaga risk premium harga. Dari sisi suplai global, OPEC+ diperkirakan mempertahankan produksi pada pertemuan mendatang setelah sebelumnya menambah pasokan lalu menghentikan kenaikan bulanan karena kekhawatiran kelebihan pasokan.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Positif: Sentimen dari berita ini cenderung Bullish moderat untuk minyak, karena risiko geopolitik dan disiplin pasokan OPEC+ masih lebih dominan dibanding tekanan sementara dari Venezuela.

 

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

  • S&P Global Manufacturing PMI (Jan) – USD

Indeks PMI manufaktur AS diperkirakan tetap di 51,9, masih berada di atas level 50 yang mengindikasikan sektor manufaktur berada dalam fase ekspansi ringan. Namun, karena tidak ada kenaikan dari bulan sebelumnya, ini menunjukkan bahwa laju pertumbuhan belum mengalami percepatan berarti.

Kesimpulan Dampak:
➡️ USD cenderung netral

  • ISM Manufacturing Prices (Jan) – USD

Indeks harga manufaktur diperkirakan naik ke 59,3 dari 58,5. Kenaikan ini mengindikasikan tekanan biaya produksi kembali meningkat, yang berpotensi mendorong inflasi ke depan dan memperkuat alasan The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi.

Kesimpulan Dampak:
➡️ USD berpotensi menguat (Bullish)

  • ISM Manufacturing PMI (Jan) – USD

Indeks PMI manufaktur ISM diperkirakan naik tipis ke 48,5 dari 47,9, namun masih berada di bawah level 50 yang mengindikasikan sektor manufaktur masih dalam fase kontraksi.Walaupun ada perbaikan, data ini tetap menunjukkan aktivitas ekonomi yang lemah di sektor industri.

Kesimpulan Dampak:
➡️ USD cenderung melemah.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: