Wall Street Pecah Rekor, The Fed Mulai Longgarkan Suku Bunga.

  • Fed memangkas suku bunga untuk pertama kali sejak Desember, membuka ruang pemangkasan lanjutan di 2025.

  • Pasar menilai The Fed perlu lebih agresif, di tengah tanda-tanda pelemahan tenaga kerja dan pertumbuhan yang melambat.

Indeks S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi baru, Kamis, sehari setelah Federal Reserve memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak Desember. S&P 500 naik 0,5% ke 6.631,17, sementara Nasdaq menguat 0,9% dan Dow Jones bertambah 123 poin. Reli saham dipimpin Intel yang melonjak usai Nvidia mengumumkan investasi $5 miliar dalam kemitraan strategis untuk mengembangkan produk pusat data dan PC berbasis AI.

The Fed menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,00%–4,25%, dengan proyeksi mayoritas anggota menunjukkan dua kali pemangkasan lagi tahun ini. Namun, pasar menilai langkah tersebut masih terlalu hati-hati, dengan ekspektasi tambahan 2–3 kali pemangkasan suku bunga. Perbedaan pandangan di internal The Fed, termasuk dissent dari Gubernur Stephen Miran yang mendorong pemangkasan lebih agresif, menegaskan adanya perdebatan arah kebijakan moneter.

Sementara itu, klaim pengangguran mingguan turun 33.000 ke 231.000, meski pasar tenaga kerja secara umum melemah akibat minimnya permintaan pekerja. Ketidakpastian global serta kebijakan bank sentral lain yang cenderung dovish membuat sentimen pasar beralih pada ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut di AS.

Source: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish untuk Dollar AS – Ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan melemahkan imbal hasil dan membuat investor melihat ruang lebih besar untuk pelemahan greenback, meskipun data ekonomi belum menunjukkan resesi penuh.

 
 

Dolar AS Menguat Usai Data Ekonomi Kokoh Tekan Harga Emas.

  • Data tenaga kerja & manufaktur AS yang solid mengangkat dolar, menekan emas.

  • The Fed pangkas 25 bps, tapi DXY tetap menguat karena yield obligasi ikut naik.

Harga emas (XAU/USD) melemah ke $3,643 dari level tertinggi harian $3,673 setelah aksi ambil untung dan rilis data ekonomi AS yang solid. Klaim pengangguran mingguan lebih baik dari perkiraan dan survei manufaktur Philadelphia melonjak signifikan, menambah tekanan pada emas meski Federal Reserve baru saja memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.

The Fed memberi sinyal jalur pelonggaran berlanjut hingga akhir 2025, namun komentar Ketua Jerome Powell menegaskan setiap pertemuan tetap “live” dan bergantung pada data. Di sisi lain, lonjakan ekspor emas Swiss ke China sebesar 254% mendukung permintaan jangka menengah, tetapi untuk saat ini sentimen lebih didominasi oleh kekuatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,32% ke 97,31, didorong optimisme atas pasar tenaga kerja dan manufaktur. Yield obligasi 10 tahun AS juga menguat ke 4,10%, mempersempit daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Pasar kini menilai probabilitas tinggi untuk pemangkasan lanjutan, namun data ekonomi yang kokoh memberi pondasi kuat bagi dolar.

Source: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish — Karena kombinasi data ekonomi positif, penguatan imbal hasil obligasi, dan aksi ambil untung di emas memperkuat posisi greenback meski Fed masuk ke jalur pemangkasan suku bunga.

Harga Minyak Tersandung, Kekhawatiran Permintaan Lebih Kuat dari Efek Pemangkasan The Fed.

  • Harga minyak jatuh karena kekhawatiran permintaan energi AS lebih dominan dibandingkan dampak positif pemangkasan suku bunga The Fed.

  • Stok distillate yang naik tajam menambah tekanan pasar, meski ada faktor bullish dari sisi geopolitik.

Harga minyak tergelincir pada Kamis meski The Federal Reserve memangkas suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini. Brent ditutup melemah 0,8% ke $67,44 per barel, sementara WTI turun 0,8% ke $63,57. Kekhawatiran perlambatan ekonomi AS, ditambah pelemahan pasar tenaga kerja dan sektor perumahan, menekan optimisme pasar terhadap potensi peningkatan permintaan energi akibat biaya pinjaman yang lebih rendah.

Data EIA menunjukkan stok minyak mentah AS turun tajam akibat lonjakan ekspor, tetapi kenaikan stok distillate hingga 4 juta barel—jauh di atas perkiraan—menambah kecemasan akan lemahnya konsumsi bahan bakar domestik. Situasi ini mempertegas pandangan bahwa meskipun ada gangguan pasokan dari Rusia dan tensi geopolitik Timur Tengah, faktor permintaan di AS tetap dominan dalam membebani harga minyak.

Di sisi lain, negara produsen seperti Kuwait dan Qatar optimistis pemangkasan suku bunga AS akan memicu peningkatan permintaan, khususnya dari Asia. Namun, dalam jangka pendek, kombinasi oversupply, lemahnya pasar tenaga kerja, serta pelemahan sektor properti AS membuat harga minyak sulit naik signifikan.

Source: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish — Karena harga minyak yang lebih rendah menekan prospek inflasi energi, memperkuat daya tarik greenback sebagai aset aman di tengah sinyal perlambatan ekonomi global.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

  • BoJ Interest Rate: Suku bunga diperkirakan tetap, sehingga dampaknya Netral untuk JPY. Fokus pasar akan beralih ke pernyataan kebijakan yang menyertainya untuk petunjuk di masa depan.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: