Pasar Saham AS Bersiap Terbang, Fed Diprediksi Pangkas Suku Bunga Berturut-Turut.

  • Fed diprediksi pangkas suku bunga 25 bps di tiga pertemuan terakhir tahun ini, memulai siklus pelonggaran baru.

  • Ekspektasi dovish Fed dan euforia teknologi mendorong indeks saham AS ke level rekor.

Morgan Stanley dan Deutsche Bank memperkirakan Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin di tiga pertemuan terakhir tahun ini — September, Oktober, dan Desember — setelah data menunjukkan tekanan inflasi mulai mereda sementara pasar tenaga kerja melemah. Ekspektasi ini sejalan dengan sinyal dari Ketua Fed Jerome Powell yang menyoroti risiko melambatnya tenaga kerja, meski inflasi masih menjadi ancaman.

Tren dovish Fed telah mendorong indeks saham AS mencetak rekor baru, dengan S&P 500 naik 12% sepanjang 2025. Investor kini memberi probabilitas 95% untuk pemangkasan 25 bps pada 17 September, sementara peluang pemangkasan lebih besar (50 bps) tetap tipis. Sejarah menunjukkan bahwa langkah agresif biasanya dilakukan hanya saat resesi, sehingga pasar menilai Fed akan memilih jalur pemangkasan bertahap.

Selain faktor kebijakan moneter, euforia teknologi dan lonjakan saham AI turut memperkuat reli di Wall Street. Investor menanti proyeksi ekonomi terbaru dari Fed (SEP) sebagai panduan arah suku bunga jangka menengah, dengan ekspektasi pemangkasan lanjutan hingga 2026 bila pasar tenaga kerja terus tertekan.

Source: reuters.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish untuk indeks saham AS – Konsensus pemangkasan suku bunga memberi dukungan likuiditas dan menambah dorongan bagi reli ekuitas, diperkuat dengan optimisme sektor teknologi yang sedang booming.

 
 

Emas Menguat di Tengah Data Lemah dan Bayangan Pemangkasan Suku Bunga Fed.

  • Data tenaga kerja dan sentimen konsumen AS yang melemah memperkuat peluang pemangkasan suku bunga Fed.

  • Ketegangan geopolitik AS-Rusia meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Harga emas naik 0,44% pada sesi perdagangan Amerika Jumat malam, ditopang oleh melemahnya data pasar tenaga kerja AS yang meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve minggu depan. XAU/USD diperdagangkan di level $3.649 setelah sempat menyentuh $3.630, menandai penguatan yang konsisten meski dolar AS bergerak fluktuatif.

Data terbaru menunjukkan Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan turun di bawah perkiraan, sementara klaim pengangguran meningkat seiring revisi besar payrolls yang menurun 911 ribu. Kombinasi ini memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada FOMC 17 September, dengan proyeksi ekonomi terbaru (SEP) menjadi panduan arah kebijakan selanjutnya.

Selain faktor domestik, ketegangan geopolitik juga memberi dorongan pada emas. Presiden AS Donald Trump menegaskan kesabarannya terhadap Rusia semakin menipis dan mengancam sanksi keras terhadap Presiden Vladimir Putin, sehingga menambah permintaan aset safe haven.

Source: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish — Alasannya, ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed menekan imbal hasil obligasi dan dolar AS, sementara ketidakpastian geopolitik meningkatkan minat investor pada aset aman seperti emas.

Harga Minyak Naik Tipis, Sentimen Pasar Terbagi Antara Geopolitik dan Data Ekonomi AS.

  • Serangan drone Ukraina di pelabuhan Primorsk memicu kekhawatiran berkurangnya ekspor energi Rusia.

  • Data tenaga kerja AS yang lemah dan inflasi tinggi menimbulkan keraguan atas prospek permintaan minyak.

Harga minyak dunia ditutup menguat pada Jumat, didorong oleh serangan drone Ukraina yang menghentikan aktivitas pemuatan di pelabuhan terbesar Rusia di Primorsk. Brent crude berakhir di $66,99 per barel, naik 0,93%, sementara WTI ditutup di $62,69 per barel, naik 0,51%. Serangan ini memicu kekhawatiran berkurangnya ekspor minyak dan produk olahan Rusia ke pasar global.

Namun, penguatan minyak tertahan oleh data ekonomi AS yang lemah. Revisi laporan tenaga kerja menunjukkan penciptaan 911.000 pekerjaan lebih rendah dari perkiraan, sementara inflasi naik 0,4% pada Agustus, laju tercepat sejak Januari. Data ini menimbulkan kekhawatiran atas permintaan energi di AS, ekonomi terbesar dunia, sehingga membatasi ruang kenaikan harga minyak.

Selain itu, pasar menunggu potensi langkah sanksi baru pemerintahan Trump terhadap India dan China, dua importir utama minyak Rusia, yang berpotensi mengurangi pasokan global. Di sisi lain, laporan IEA memperkirakan pasokan global akan meningkat lebih cepat dari perkiraan karena rencana produksi OPEC+, meskipun OPEC sendiri tetap optimis pada pertumbuhan permintaan.

source: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish — Meski faktor geopolitik mendukung harga, tekanan dari lemahnya permintaan AS dan ekspektasi peningkatan pasokan global dari OPEC+ lebih dominan, sehingga membatasi potensi reli minyak dalam waktu dekat.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Tidak ada rilis data ekonomi hari ini yang diperkirakan akan menyebabkan perubahan signifikan di pasar. Namun, pelaku pasar tetap akan mencermati pergerakan harga teknikal dan sentimen global sebagai panduan arah selanjutnya.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: