Wall Street Rekor, Tapi Awan Gelap di Saham AI: Fed Beri Sinyal Likuiditas Baru
Oracle melemah tajam dan menyeret sektor AI, meningkatkan kekhawatiran atas valuasi dan model pendapatan industri AI.
Fed memberikan sinyal kebijakan moneter moderat dan menambah likuiditas pasar, yang pada umumnya positif bagi aset berisiko.
S&P 500 dan Dow Jones kembali mencetak rekor penutupan pada Kamis, meski reli pasar terbatas oleh pelemahan saham-saham AI. Tekanan utama datang dari Oracle yang anjlok setelah menaikkan proyeksi belanja modal untuk 2026, memicu kekhawatiran tentang bagaimana perusahaan dapat mengubah investasi besar mereka di sektor AI menjadi pendapatan. Dampak negatif ini ikut menyeret saham AI lainnya seperti NVIDIA dan Alphabet, sementara Adobe justru mencatatkan proyeksi pendapatan yang lebih kuat.
Di sisi lain, beberapa saham individual tampil positif. Walt Disney menguat setelah mengumumkan investasi $1 miliar ke OpenAI dan kerja sama untuk penggunaan karakter Disney di platform video Sora. Saham Eli Lilly juga naik karena hasil uji coba obat obesitas generasi baru menunjukkan penurunan berat badan yang bahkan melampaui obat Zepbound.
Dari sisi kebijakan moneter, The Fed memangkas suku bunga 25 bps sesuai ekspektasi, namun komentar Jerome Powell cenderung lebih moderat dengan penekanan pada ketergantungan data. Fed juga mulai membeli obligasi jangka pendek sebesar $40 miliar per bulan untuk memperkuat likuiditas pasar. Meski klaim pengangguran mingguan naik, pasar tenaga kerja masih dianggap stabil. Data tambahan menunjukkan defisit perdagangan AS mengecil ke level terendah sejak 2020, memberi dorongan bagi pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga.
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish untuk indeks saham AS: Pasar mencetak rekor baru, Fed memberikan dukungan likuiditas, dan sektor non-AI menunjukkan kekuatan solid meski sektor AI mengalami tekanan jangka pendek.
Emas Meledak: Suku Bunga Dipangkas, Data Lemah AS & Geopolitik Suram Bakar Reli Bullion
Pemangkasan suku bunga Fed + data tenaga kerja AS yang melemah melemahkan dolar dan memperkuat reli emas.
Ketegangan geopolitik akibat stagnasi pembicaraan damai Ukraina meningkatkan permintaan safe haven.
Harga emas melonjak tajam pada Kamis setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Meskipun Jerome Powell memberi sinyal jeda pemangkasan ke depan, pasar mengabaikan nada hati-hati tersebut karena kombinasi pelemahan data tenaga kerja AS dan tekanan pada dolar memberikan ruang lebih bagi reli emas. Saat ini, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.278, bangkit kuat dari level terendah harian di $4.204.
Kenaikan emas semakin diperkuat oleh data Jobless Claims AS yang melemah, menandakan kondisi pasar tenaga kerja yang rapuh. Yield Treasury dan real yield AS kompak turun, memperkuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Sementara itu, indeks dolar (DXY) tertekan setelah data ekonomi yang buruk, membuka jalan bagi peningkatan permintaan pada aset lindung nilai seperti emas.
Di sisi geopolitik, minimnya kemajuan dalam pembicaraan damai Ukraina–Rusia kembali mendorong aliran dana menuju aset safe haven. Di tengah ketidakpastian global, melemahnya dolar, dan posisi Fed yang kini lebih netral, pasar memandang emas berada dalam posisi kuat untuk mempertahankan momentum bullish dalam jangka pendek.
Sumber materi berita: fxstreet.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish: Kombinasi suku bunga yang lebih rendah, yield yang menurun, dolar melemah, dan ketidakpastian geopolitik memberikan dorongan besar bagi reli emas.
Minyak Tertekan: Kapal Disita AS, Ramalan IEA Naik, tapi Pasar Tetap Dilanda Ketidakpastian
Penyitaan tanker minyak Venezuela oleh AS memicu kekhawatiran gangguan pasokan, tetapi harga minyak tetap melemah.
IEA menaikkan proyeksi permintaan dan memangkas pasokan, namun OPEC memprediksi keseimbangan pasokan–permintaan sehingga menciptakan mixed sentiment.
Harga minyak turun pada Kamis, menghapus sebagian kenaikan sebelumnya setelah Amerika Serikat menyita sebuah kapal tanker yang membawa minyak Venezuela, memicu kekhawatiran baru tentang potensi gangguan pasokan global. Incident ini semakin menyoroti risiko geopolitik di pasar minyak, sementara para investor juga mencermati laporan terbaru dari International Energy Agency (IEA) terkait proyeksi permintaan dan pasokan global.
IEA meningkatkan proyeksi permintaan minyak untuk 2025 dan 2026, sambil memangkas proyeksi pertumbuhan pasokan dunia. Hal ini mengindikasikan surplus yang lebih kecil dari perkiraan sebelumnya. Di sisi lain, data EIA menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS sebesar 1,8 juta barel, menandakan kondisi pasokan yang sedikit lebih ketat. Namun, meningkatnya persediaan bensin dan distillate menandakan konsumsi musiman mulai melemah.
Sementara itu, The Fed kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 bps, melemahkan dolar dan berpotensi mendukung permintaan komoditas. Namun, laporan OPEC mengindikasikan pasokan 2026 akan cenderung seimbang dengan permintaan, bertolak belakang dengan pandangan IEA yang melihat potensi surplus besar. Perbedaan pandangan antara dua lembaga ini menciptakan ketidakpastian arah harga minyak ke depan.
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish untuk OIL: Meski ada risiko pasokan dari Venezuela dan revisi naik permintaan oleh IEA, pasar lebih fokus pada sinyal surplus pasokan besar versi IEA, kenaikan stok bensin & distillate, outlook OPEC yang netral, serta pelemahan harga yang berlanjut.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi USD:
GBP – GDP MoM (0.1% sesuai ekspektasi, naik dari -0.1%)
Pertumbuhan sesuai proyeksi namun lebih baik dari data sebelumnya memberi sentimen stabil-positif bagi ekonomi Inggris. Potensi GBP sedikit menguat karena perbaikan pertumbuhan.
EUR – German CPI MoM (-0.2% sesuai ekspektasi)
Inflasi yang stagnan di wilayah negatif memberi kesan tekanan harga masih lemah. Ini menandakan ruang ECB tetap dovish. Potensi EUR melemah karena inflasi rendah menekan peluang kenaikan suku bunga.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
