Nasdaq Rekor Lagi Meski Apple Melemah.
Nasdaq naik ke rekor baru meski saham Apple tertekan pasca-peluncuran iPhone 17.
Revisi besar data ketenagakerjaan AS memperkuat spekulasi pelonggaran Fed.
Nasdaq kembali mencetak rekor penutupan baru pada Selasa, meski saham Apple turun setelah meluncurkan iPhone 17. Indeks Nasdaq naik 0,4% ke level 21.879,49, didukung penguatan saham teknologi lain seperti Atlassian, sementara saham Broadcom tertekan karena Apple beralih ke chip internal.
Di sektor korporasi, fokus investor tertuju pada laporan keuangan Oracle dan reaksi pasar atas strategi Atlassian yang mendorong adopsi cloud. Di sisi lain, revisi data ketenagakerjaan AS menunjukkan pertumbuhan pekerjaan 911.000 lebih rendah dari perkiraan awal, memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi bahkan sebelum dampak penuh tarif impor Trump terasa.
Ke depan, pasar menanti data inflasi AS, termasuk PPI Rabu dan CPI Kamis, yang akan menjadi kunci arah kebijakan moneter The Fed. Kombinasi kekhawatiran pelemahan tenaga kerja dan harapan pelonggaran kebijakan menjaga minat investor terhadap saham teknologi, menopang reli Nasdaq.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish untuk indeks saham AS – Reli Nasdaq tetap solid karena investor fokus pada potensi kebijakan dovish Fed dan kekuatan sektor teknologi, sehingga tekanan individual pada Apple tidak mampu menggoyahkan tren naik pasar.
Emas Cetak Rekor Baru, Fed Cut Semakin Dihitung Pasar.
Revisi tajam payroll dan data tenaga kerja lemah memperkuat peluang pemangkasan suku bunga The Fed.
Permintaan fisik global, terutama dari Tiongkok, menjaga momentum bullish emas.
Harga emas melonjak untuk hari ketiga berturut-turut hingga menyentuh rekor $3.674 sebelum terkoreksi tipis akibat kenaikan imbal hasil obligasi AS yang menguatkan Dolar. Revisi besar data ketenagakerjaan AS, dengan pengurangan 911 ribu pekerjaan, memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed minggu depan. Namun, investor tetap menunggu data inflasi PPI dan CPI yang bisa menjadi penghalang bagi langkah dovish bank sentral.
Faktor fundamental lain juga mendukung reli emas. Permintaan fisik global, terutama dari Tiongkok, terus meningkat dengan PBoC memperpanjang aksi beli emasnya selama sepuluh bulan berturut-turut. Ditambah lagi, lemahnya data tenaga kerja Agustus yang hanya menambah 22 ribu pekerjaan serta kenaikan tingkat pengangguran ke 4,3% semakin mendorong investor untuk beralih ke aset safe haven.
Dengan pasar kini memperkirakan 88% peluang Fed memangkas suku bunga 25 bps, harga emas diperkirakan akan tetap mendapat dukungan kuat. Meski kenaikan yield memberikan hambatan sesaat, tren dominan tetap berpihak pada reli emas.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish — Kombinasi prospek pemangkasan suku bunga Fed, melemahnya data tenaga kerja, dan dorongan permintaan fisik global menjadi fondasi reli emas meski yield AS sempat naik.
Minyak Menguat Tipis, Geopolitik Timur Tengah Reda Tekanan Pasar.
Geopolitik Timur Tengah memicu lonjakan sesaat, tetapi cepat mereda karena tidak ada gangguan pasokan.
Kenaikan stok minyak AS dan proyeksi EIA bahwa harga akan tertekan menahan reli minyak.
Harga minyak ditutup lebih tinggi pada Selasa setelah serangan Israel terhadap pimpinan Hamas di Doha, Qatar, memicu lonjakan singkat harga. Brent naik 0,6% ke $66,39 per barel, sementara WTI juga menguat 0,6% ke $62,63. Namun, sebagian besar kenaikan menguap setelah AS dan Qatar menegaskan tidak akan ada eskalasi lebih lanjut, sehingga premi risiko geopolitik tetap terbatas.
Sentimen pasar juga terpengaruh faktor fundamental lain. OPEC+ hanya menaikkan produksi dalam jumlah kecil, sementara Tiongkok diperkirakan terus menambah stok minyaknya. Namun, ekspektasi peningkatan persediaan AS dan laporan EIA yang memperkirakan harga minyak global akan tertekan akibat kenaikan inventori membuat reli harga terbatas. Data API juga menunjukkan stok minyak AS naik, menambah kekhawatiran atas lemahnya permintaan fisik.
Dengan tidak adanya gangguan pasokan nyata dari peristiwa geopolitik, ditambah indikator pasar fisik yang melemah, prospek minyak masih dibayangi tekanan. Meski peluang pemangkasan suku bunga The Fed bisa mendukung permintaan energi dalam jangka menengah, sentimen saat ini menunjukkan kecenderungan pasar lebih fokus pada lemahnya fundamental permintaan dan tingginya stok.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish — Minimnya eskalasi geopolitik dan sinyal lemahnya permintaan global menegaskan bahwa tekanan penurunan lebih dominan daripada potensi reli harga.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi USD:
PPI (MoM): Perlambatan signifikan pada inflasi harga produsen (0.3% vs 0.9%) merupakan sinyal negatif untuk inflasi secara keseluruhan, yang berpotensi menekan USD (⬇️).
Crude Oil Inventories: Dampak akan bergantung pada data aktual yang dirilis. Penurunan stok biasanya mendukung harga minyak, sementara kenaikan stok dapat menekan harga.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
