Wall Street Melemah Jelang Keputusan The Fed: Pasar Bersiap Hadapi ‘Hawkish Cut

  • The Fed diperkirakan memangkas suku bunga namun dengan nada hawkish, akibat data ekonomi yang terbatas dan kekhawatiran inflasi—menimbulkan ketidakpastian pasar.

  • Nvidia mendapatkan angin segar dari izin penjualan chip AI ke China, meningkatkan prospek pendapatan perusahaan dan sentimen di sektor teknologi.

Indeks S&P 500 ditutup melemah pada Selasa, seiring Federal Reserve memulai pertemuan kebijakan dua hari yang diperkirakan akan menghasilkan pemangkasan suku bunga ketiga tahun ini. Meski peluang penurunan suku bunga mencapai 89%, beberapa pejabat Fed memberikan sinyal kehati-hatian karena minimnya data ekonomi selama penutupan pemerintahan AS, sehingga keputusan kali ini dinilai sebagai salah satu yang paling sensitif.

Data ekonomi terbaru menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja, dengan kenaikan kecil pada pekerjaan sektor swasta dan sedikit meningkatnya lowongan kerja. Kondisi ini meningkatkan kemungkinan bahwa The Fed akan mengirim sinyal “hawkish cut,” yaitu menurunkan suku bunga namun tetap menahan ekspektasi pelonggaran agresif ke depan. Pasar kini menunggu rilis NFP pada 16 Desember untuk panduan lebih lanjut.

Di sisi korporasi, Nvidia menjadi sorotan setelah Presiden Trump mengizinkan penjualan chip H200 ke pelanggan tertentu di China dengan tarif 25%. Langkah ini membuka peluang peningkatan penjualan bagi raksasa AI tersebut. Selain itu, sektor energi menguat dipimpin Exxon Mobil yang menaikkan proyeksi pendapatan dan arus kas, sementara AutoZone dan Toll Brothers tertekan akibat laporan kinerja yang meleset.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish untuk indeks saham AS – Pasar melemah menjelang keputusan FOMC, kekhawatiran “hawkish cut,” dan minimnya data ekonomi membuat investor cenderung defensif.

Emas Tembus $4.200: Pasar Abaikan Data Ketenagakerjaan Kuat dan Tetap Yakin The Fed Akan Pangkas Suku Bunga

  • Data tenaga kerja AS yang kuat tidak mengubah ekspektasi bahwa The Fed tetap akan memangkas suku bunga, menjaga sentimen bullish untuk emas.

  • Perbaikan hubungan AS–China dan sinyal damai dari Ukraina meningkatkan risk appetite global, memberikan dukungan tambahan bagi reli emas.

Harga emas kembali menguat di atas $4.200 pada Selasa, meski data ketenagakerjaan AS—JOLTS dan ADP—menunjukkan pasar tenaga kerja masih solid. Pasar tetap mempertahankan probabilitas 88% bahwa The Federal Reserve akan memangkas suku bunga dalam keputusan FOMC hari Rabu, sehingga kenaikan emas tetap terjaga dan harga saat ini berada di sekitar $4.213 per troy ounce.

Sentimen risiko global juga membaik setelah adanya perkembangan positif dalam hubungan dagang AS–China dan sinyal perdamaian dari Ukraina. Presiden Trump mengizinkan penjualan chip Nvidia H200 ke China, sementara Beijing bersiap memenuhi komitmen pembelian agrikultur, membantu menopang aset berisiko dan logam mulia sekaligus.

Menjelang keputusan The Fed, pasar fokus pada konferensi pers Powell dan pembaruan SEP yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan hingga 2026. Meskipun Treasury yields dan DXY sedikit naik—biasanya menjadi hambatan untuk emas—pasar tetap menilai peluang easing lebih kuat sehingga dorongan bullish emas masih dominan.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish — Harga emas naik meski data ekonomi kuat, ekspektasi pemangkasan suku bunga stabil di 88%, dan sentimen geopolitik serta perdagangan mendukung permintaan emas.

Minyak Tertekan di Tengah Harapan Damai & Surplus Pasokan: Pasar Tunggu The Fed

  • Tekanan utama harga minyak berasal dari meningkatnya suplai global, termasuk pemulihan produksi Irak dan naiknya cargo minyak yang mengambang di laut.

  • Prospek perdamaian Ukraina–Rusia berpotensi membuka pasokan minyak Rusia yang sebelumnya terhalang sanksi, sehingga semakin memperbesar risiko surplus.

Harga minyak kembali melemah pada Selasa setelah turun 2% di sesi sebelumnya, terutama karena pasar menyoroti pembicaraan damai Rusia–Ukraina, pemulihan produksi besar dari Irak, serta potensi surplus pasokan global. Brent ditutup di $61.94 sementara WTI turun ke $58.25, menyusul kembalinya produksi West Qurna 2 yang meningkatkan suplai dan menekan harga lebih jauh.

Prospek perdamaian Ukraina–Rusia menjadi faktor penting karena dapat membuka kembali suplai minyak Rusia yang selama ini terhalang sanksi internasional. Namun banyak analis masih skeptis bahwa Rusia benar-benar siap mencapai kesepakatan. Di saat yang sama, G7 dan Uni Eropa sedang mempertimbangkan larangan layanan maritim penuh untuk menekan ekspor minyak Rusia, sementara volume minyak yang mengambang di laut terus meningkat dan menambah tekanan bearish pada harga.

Fokus pasar kini beralih ke laporan IEA pada 11 Desember yang diperkirakan menegaskan surplus pasokan 2026, serta keputusan The Fed yang berpeluang besar menurunkan suku bunga 25 bps. Penurunan suku bunga biasanya positif bagi permintaan minyak, tetapi analis memperkirakan dampaknya saat ini terbatas karena kelebihan suplai menjadi faktor utama pelemahan harga.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish — Karena suplai meningkat, potensi surplus lebih besar, dan risiko tambahan jika terjadi perdamaian Ukraina–Rusia membuka lebih banyak minyak Rusia ke pasar, sehingga menekan harga minyak lebih lanjut meski ada peluang penurunan suku bunga The Fed.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi CAD:

BoC Interest Rate Decision (CAD) – 2.25% (sesuai ekspektasi)

Keputusan suku bunga Bank of Canada yang tetap di 2.25% menunjukkan sikap netral dan tidak menambah tekanan baru terhadap CAD. Potensinya, CAD bergerak stabil tanpa volatilitas besar karena pasar sudah memperkirakan hasil ini.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: