Pernahkah kamu mendengar tentang forex? Mungkin kamu pernah membaca atau mendengarnya di internet. Tapi, karena saking banyaknya informasi tentang forex, kamu akhirnya masih saja bingung untuk memahaminya. Tenang, MagnetFX sudah menyiapkan penjelasan ringkasnya berikut yang semoga bisa mudah kamu pahami.

Apa Itu Forex?

Sederhananya begini, forex adalah pasar keuangan global yang memungkinkan kamu untuk memperdagangkan mata uang. Hah? Memperdagangkan mata uang? Iya, kamu tahu kan IDR adalah mata uang Indonesia? Nah, mata uang ini ternyata bisa lho diperdagangkan dalam pasar dunia.

Katakanlah kamu traveling ke Amerika, maka kamu perlu menukarkan uang Rupiah yang dimiliki menjadi USD. Kamu pun akan mencari loket money changer di bandara atau loket lainnya.

Saat tiba di konter, kamu akan melihat layar menampilkan nilai tukar yang berbeda untuk mata uang negara tersebut. Lalu, saat kamu balik ke Indonesia, kamu ingin menukarkan kembali dolar tersebut ke dalam bentuk rupiah.

Nah, dari selisih nilai tukar inilah yang dimanfaatkan untuk menghasilkan cuan saat trading forex. So, bisa disimpulkan kalau trading forex adalah menukarkan satu mata uang dengan mata uang lainnya untuk mendapat selisih harga yang akhirnya bisa profit buat kamu.

Pengetahuan Dasar Forex

Sebelum terjun langsung ke dalam trading forex, sangat penting buat kamu untuk mengetahui bagaimana trading forex itu bekerja. Kamu perlu yang namanya mengenal bahasa keseharian saat trading. Jangan sampai saat menjalankan transaksi dari hari ke hari, kamu justru enggak tahu berbagai istilah di dalamnya.

Tahu enggak sih? Ada banyak banget lho istilah dalam trading forex seperti spread, leverage, likuiditas, dan lainnya. Istilah-istilah ini perlu kamu ketahui sebelum melakukan trading. 

Sama halnya ketika kamu lagi mau naik pesawat, kalau kamu enggak tahu istilah soal boarding pass, arrival, departure, delay, dsb, maka kamu bakal kebingungan pas udah sampai bandara dan malah bisa saja salah masuk pesawat. Nah, begitu juga ketika kamu lagi trading forex. Kamu bakal bingung sendiri dan enggak tahu arah sebenarnya kamu trading itu untuk apa.

Selain itu, kamu juga perlu memahami dulu bagaimana trading plan, money management, dan manajemen risiko yang sangat memengaruhi bagaimana kamu ber-trading. Nah, untuk mengetahui lebih lanjut soal trading forex, kamu bisa terus pelajari lewat pembahasan di bawah ini, ya.

Cara Kerja Trading Forex

Di dalam market forex, pembeli dan penjual saling bertemu untuk memperjualbelikan pasangan mata uang. Misalnya saja kamu ingin “buy” pasangan EUR/USD, maka secara bersamaan kamu membeli mata uang euro dan menjual mata uang dollar Amerika. Apabila benar, maka grafik akan naik dan kamu pun akan profit. 

Sementara, saat melakukan “sell” EUR/USD, maka kamu menjual mata uang euro dan membeli mata uang dollar Amerika sekaligus. Nah, ketika melakukan “sell” EUR/USD maka kamu mempercayai bahwa nilai dollar Amerika akan menguat kedepannya jika dibandingkan dengan nilai mata uang euro. Apabila terbukti benar, maka grafik akan menurun dan kamu bisa mendapat keuntungan.  

Misalnya begini:

Trader Action

Note:

*EUR 10,000 x 1.20 = US $12,000

** EUR 10,000 x 1.25 = US $12,500

Setelah transaksi tersebut terjadi di bursa atau didaftarkan di bursa ICDX, maka transaksi akan diselesaikan oleh lembaga kliring yakni ICH atau KBI. Untuk mengetahui lebih lanjut soal regulasi trading forex di Indonesia, ikuti terus penjelasannya di bawah ya!

Pairs dalam Forex

Pernahkah kamu bertanya-tanya saat belajar forex, sebenarnya apa sih yang diperdagangkan dalam forex market? Jawaban simpelnya adalah uang, khususnya mata uang. Pada perdagangan forex, kamu tidak membeli apapun secara fisik. Namun, nilai dari mata uang ini akan terus berubah, mengikuti kondisi pasar.

Sekarang coba kamu bayangkan saat ingin membeli cabai di pasar. Harganya turun naik karena berbagai faktor, entah karena berkurangnya jumlah petani, hasil panen yang kurang, dsb. Sama halnya dengan forex.

Harga forex pun juga dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi dan politik negaranya masing-masing.

Sebagai contoh, misalnya kamu membeli mata uang yen Jepang. Pada dasarnya kamu juga turut trading dengan kondisi perekonomian Jepang. Kamu yakin banget kalau ekonomi Jepang saat ini akan baik-baik saja, bahkan jadi lebih baik kedepannya. Akhirnya, kamu pun berharap bisa mendapatkan keuntungan ketika membeli yen ini.

Mata Uang dan Forex Trading

Simbol mata uang selalu memiliki 3 huruf, dimana 2 huruf pertama menunjukkan nama negara dan huruf ketiga menunjukkan nama mata uang negara tersebut yang biasanya diambil dari huruf pertama nama mata uangnya. Seperti, USD adalah singkatan dari US dolar dan IDR adalah singkatan dari Indonesia rupiah. 

Kalau dalam forex, mata uang selalu diperdagangkan dalam bentuk berpasangan atau disebut dengan “currency pairs”. Hmm, terus kenapa berpasangan ya? Iya, soalnya ketika kamu trading forex, secara otomatis kamu akan membeli satu mata uang dan menjual yang satunya secara bersamaan.

Anggaplah kamu ingin membeli pasangan mata uang USD/IDR, maka artinya kamu membeli US dolar dengan menjual Indonesia rupiah. 

Cara Membaca Pasangan Mata Uang Forex untuk Pemula

Gimana cara membaca pasangan mata uang forex untuk pemula? Biasanya, satu pasangan mata uang terbagi jadi mata uang dasar dan mata uang kutipan. Misalnya EUR/USD, maka EUR adalah “mata uang dasar” dan USD adalah “mata uang kutipan” atau dikenal juga dengan “mata uang lawan”.

Anggaplah EUR ini adalah handphone yang ingin kamu beli, lalu USD adalah jumlah lembaran uang yang kamu miliki. Maka, untuk bisa membeli 1 unit handphone, kamu butuh beberapa lembar uang dolar. Sama halnya dengan forex, untuk bisa membeli 1 EUR (mata uang dasar), maka kamu butuh beberapa lembar USD (mata uang kutipan).

Sebagai contoh, nilai EUR/USD = 1,02. 

Ini berarti nilai 1 euro jika ditukar dengan dolar adalah 1,2 USD. Maka kamu harus membayar 1,2 USD jika ingin membeli 1 euro. Dan sebaliknya, kalau kamu ingin menjual 1 euro yang dimiliki, maka kamu akan mendapatkan 1,2 USD.

Jenis-Jenis Pasangan Mata Uang dalam Forex

Ada berbagai jenis pasangan mata uang yang diperdagangkan dalam forex. Sebelum melakukan trading, ada baiknya untuk kamu mengetahui secara lebih mendalam tentang pasangan mata uang berikut ini.

1. Pasangan Mata Uang Utama

Pasangan mata uang utama atau disebut “Major Currency Pairs” merupakan pasangan mata uang negara yang paling sering diperdagangkan. Mata uang ini biasanya dipasangkan dengan Dolar Amerika Serikat (USD). Ada 7 major currency pairs, berikut tabelnya.

Major Currency Pairs

Pasangan ini memanglah yang paling likuid di dunia. Nah, kata likuiditas sendiri digunakan untuk menggambarkan tingkat aktivitas di pasar keuangan. Kalau di forex, likuiditas didasarkan dari jumlah pedagang aktif yang membeli dan menjual pasangan mata uang tertentu dan volume yang diperdagangkan. 

Jadi, semakin sering diperdagangkan, maka volatilitas harganya semakin besar dan likuiditasnya juga semakin tinggi. Volatilitas sendiri adalah jarak naik turunnya harga mata uang dalam periode tertentu. Misalnya, pasangan mata uang EUR/USD lebih banyak diperdagangkan dibandingkan AUD/USD. Hal ini mengartikan EUR/USD lebih likuid daripada AUD/USD.

2. Pasangan Mata Uang Silang

Pasangan mata uang yang dikenal dengan “cross currency pairs” atau “minors currency pairs” merupakan pasangan yang masih cukup likuid dan masih memberikan cukup keuntungan dalam perdagangan forex. 

Tidak seperti major currency, pasangan mata uang ini tidak mencakup USD. Persilangan yang paling banyak diperdagangkan adalah EUR, JPY, dan GBP.

Euro Crosses

Euro Crosses

Yen Crosses

Yen Cross

Pound Crosses

Pound Crosses

Crosses Pairs Lainnya

Other Crosses

3. Pasangan Mata Uang Eksotik

Bukan karena indah dan cantik, mata uang ini dinamakan eksotik karena berasal dari negara-negara dengan kondisi ekonomi yang berkembang. 

Nah, biasanya pasangan eksotik memiliki satu mata uang utama yang dipasangkan dengan mata uang negara berkembang seperti Brazil, Chili, Turki, Meksiko, Indonesia, dan negara berkembang lainnya. Untuk selengkapnya, yuk lihat tabel berikut.

Exotic Currency

Perlu kamu ingat ya bahwa pasangan eksotik tidak banyak diperdagangkan seperti “major” atau “crosses”. 

Tingkat likuiditas yang lebih rendah, membuat pasangan mata uang eksotis cenderung lebih sensitif terhadap peristiwa ekonomi dan geopolitik. Misalnya, ada skandal politik atau hasil pemilu yang tidak terduga, maka bisa menyebabkan nilai mata uang eksotik berayun dengan hebat. Alhasil biaya spread-nya lebih besar, cost-nya juga lebih besar.

Berikut adalah daftar lainnya untuk pasangan mata uang eksotik.

Other Exotic Currency

Kelompok Mata Uang Lainnya di Forex

Penjelasan soal mata uang enggak hanya selesai di sini. Selain dari tiga pasangan mata uang tadi, ada juga “kelompok” mata uang lain yang beredar di dunia FX. Kamu bisa lihat penjelasan lengkapnya berikut, ya!

1. Mata Uang G10

Kelompok yang satu ini bisa dibilang sebagai “Top 10” dimana mata uangnya paling banyak diperdagangkan alias paling likuid di dunia. Bisa kamu cek sendiri nih, negara asalnya juga enggak main-main. 

G10 Currency

2. Scandies

Pernah mendengar tentang daerah Skandinavia? Buat kamu yang belum pernah mendengar, Skandinavia adalah subregion di Eropa Utara yang memiliki ikatan sejarah, budaya, dan bahasa yang kuat. Wilayah yang masuk kedalamnya adalah tiga kerajaan seperti Denmark, Norwegia, dan Swedia.

Scandies Currency

Kalau kamu perhatikan, nama mata uang ketiga negara itu mirip lho. Untuk kata “krone atau krona” secara harfiah memiliki arti “mahkota”. Nah, untuk SEK dan NOK juga ada kepanjangannya yakni “Stockie” dan “Nokie”.

3. Mata Uang CEE

CEE Currency

“CEE” atau Central and Eastern Europe merupakan istilah yang mencakup negara-negara di Eropa Tengah, Eropa Timur, Eropa Tenggara (Balkan), dan Baltik.

4. BRIICS

BRIICS Currency

Merupakan kelompok gabungan dari negara-negara berkembang baru dengan pertumbuhan yang tinggi saat ini. Adapun anggotanya seperti Brasil, Rusia, India, Indonesia, Cina dan Afrika Selatan.

Kamu tahu enggak sih kalau pada awalnya BRIICS merupakan BRIC yang hanya beranggotakan 4 negara (Brazil, Russia, India and China). Nah, istilah BRIICS dibuat oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) ketika menambahkan anggota baru yakni Indonesia dan Afrika Selatan.

Oh iya, dengar-dengar, tahun 2023 BRIICS juga akan menambah anggota baru lagi lho yakni Arab Saudi, Turki, dan Mesir.

The Dollar is King dalam Forex Market

Kamu udah mulai “ngeh” gak sih kalau dolar AS atau USD seringkali disebut-sebut dalam pasar keuangan, terutama di forex? Faktanya menurut International Monetary Fund (IMF), dolar AS memang merupakan 62% dari cadangan devisa resmi dunia, lho!

Cadangan devisa sendiri merupakan aset yang disimpan sebagai cadangan oleh bank sentral dalam mata uang asing. Mengapa? Karena setiap bisnis, investor, dan bank sentral pasti merujuk pada dolar AS.

So, yup dollar is king!

Terus, kenapa sih si USD ini begitu spesial? Apa yang menyebabkan seolah-olah seluruh dunia menuju kepadanya? Yuk, simak beberapa alasannya berikut:

  • Ekonomi Amerika Serikat adalah ekonomi TERBESAR di dunia
  • Dolar AS adalah mata uang cadangan dunia
  • Amerika Serikat memiliki pasar keuangan terbesar dan paling likuid di dunia
  • Amerika Serikat memiliki sistem politik yang stabil
  • Amerika Serikat adalah satu-satunya negara adidaya militer di dunia
  • Dolar AS mewakili sekitar setengah dari pinjaman dan obligasi internasional. Banyak negara dan perusahaan asing meminjam dalam USD
  • Dolar AS adalah alat tukar untuk banyak transaksi lintas batas. Misalnya, harga minyak dalam dolar AS atau disebut dengan “petro dollar.” Jadi jika Jepang ingin membeli minyak dari Arab Saudi, hanya bisa dibeli dengan dolar AS. Jika Jepang tidak memiliki dolar, Jepang harus menjual yennya terlebih dahulu lalu membeli dolar AS.

Forex: Investasi atau Bisnis?

Mungkin jawaban ini bakal mengejutkan, tapi forex adalah bisnis. Kenapa bisnis? Sekarang coba kamu bayangkan punya coffee shop. Ada beberapa biaya di dalamnya seperti sewa tempat, listrik, air, beli alat-alat pembuat kopi, biaya maintenance, biaya promosi, dan biaya tak terduga lainnya. 

Kamu harus melakukan promosi supaya bisa menarik banyak calon pelanggan. Dan kamu mengambil keuntungan dari selisih harga jual dengan harga beli kopi dan operasional, kan?

Sama halnya dengan trading forex. Saat trading forex sendiri umumnya ada 3 biaya yang akan ditanggung oleh trader yakni spread, komisi, dan swap (Kalau di MagnetFX malah free swap loh). Kemudian, cara kamu bisa mendapatkan profit adalah selisih dari harga jual dengan harga beli. 

Lalu, kenapa enggak bisa dibilang sebagai investasi? Saat kamu berinvestasi, maka kamu harus menginapkan dana dalam jangka waktu yang cukup lama untuk menunggu tren harga naik. Mungkin bisa berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun kamu menginapkan dana.

Sementara, saat trading forex itu ada biaya menginap (swap) sehingga saat ada posisi yang belum close melewati jam perdagangan, maka akan kena charge biaya. Itulah mengapa, trading forex tidak bisa dijadikan sebagai investasi.

Forex Halal (Akun Syariah) 

Mungkin kamu bertanya-tanya, apakah forex itu halal atau haram? Menurut hukum islam, trading forex diperbolehkan sehingga hukumnya dianggap halal, mengingat produk yang diperjual belikan wujud dan nilainya jelas ada yakni mata uang.

Lalu, apakah masuk ke riba? Riba dan trading forex adalah dua hal yang jauh berbeda. Trading forex adalah transaksi murni jual-beli yang memperdagangkan mata uang, bukan meminjam uang dengan harapan kembalian lebih. 

Kalau menurut ketetapan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 28/DSN-MUI/III/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (al-Sharf), beberapa syarat yang membuat transaksi forex halal, di antaranya:

  • Tidak untuk spekulasi.
  • Ada kebutuhan transaksi atau untuk berjaga-jaga (sebagai simpanan).
  • Apabila transaksi dilakukan terhadap mata uang sejenis maka nilainya harus sama dan secara tunai (at-taqabudh).
  • Apabila berlainan jenis, maka dilakukan dengan nilai tukar (kurs) yang berlaku pada saat transaksi dilakukan dan secara tunai.

Tempat Trading Forex

Untuk bisa melakukan transaksi trading forex, kamu perlu mendaftar lewat pialang (broker). Broker forex adalah perusahaan yang menjembatani antara pembeli dan penjual untuk melakukan transaksi forex. Singkatnya, kamu bisa trading online forex hanya dengan bantuan broker forex. 

Nah, biasanya broker forex itu menyediakan layanan dan program trading secara aman. Jadi, kalau kamu pernah dengar ada penipuan forex, itu berarti kamu sudah terjebak dari oknum broker nakal.

Broker memungkinkan kamu sebagai trader untuk melihat harga mata uang secara langsung atau real time serta melakukan order membeli atau menjual posisi (mata uang) hanya dalam beberapa klik. 

Ada beberapa tipe broker yang penting untuk kamu ketahui, seperti:

  • Electronic Communication Network (ECN): Broker yang menghubungkan trader perorangan dengan broker besar sehingga mereka bisa melakukan transaksi langsung satu sama lain tanpa melalui perantara. 
  • Dealing Desk (DD): Biasa juga disebut broker bandar merupakan tipe broker yang menciptakan pasar dan menentukan sendiri harga pasar untuk para trader. 
  • No Dealing Desk (NDD): Broker yang hanya bertugas meneruskan order langsung kepada pasar, lembaga keuangan atau bank- bank besar, ataupun kepada likuidator lain.
  • Straight Through Processing (STP): Penghubung dengan liquidity providers yang memiliki akses pasar antar bank (interbank market).
  • Direct Market Access (DMA) adalah suatu broker yang memungkinkan para trader mengakses ke beberapa likuidator (bank besar) sekaligus, yang bertujuan untuk mendapatkan tingkat spread dan eksekusi harga cepat dan terbaik.

Kelebihan Trading Forex

Trading forex memang menjadi salah satu peluang bisnis yang jadi pilihan banyak orang. Hal ini karena trading forex memiliki banyak kelebihan yang ditawarkan jika dibandingkan dengan instrumen market lainnya. Yuk, simak beberapa kelebihan trading forex berikut ini.

1. Bisa Trading Di Manapun

Sifatnya yang fleksibel, memungkinkan kamu untuk trading dimanapun secara online. Transaksinya pun bisa dilakukan melalui komputer, laptop, bahkan smartphone kamu. Hanya lewat aplikasi yang broker sediakan, kamu sudah bisa melakukan transaksi. Ssttt, asal pastikan kamu punya kuota internet, ya.

2. Pasarnya Global dan Besar

Karena pasarnya buka selama 24 jam, otomatis trader di seluruh penjuru dunia menjual dan membeli pasangan mata uang setiap saatnya. Profitabilitas untuk kamu mendapatkan cuan tentunya akan lebih besar jika dibandingkan investasi di instrumen keuangan lainnya.

3. Bisa Simulasi Trading dengan Akun Demo

Aksesibilitas adalah salah satu keuntungan terbesar saat trading forex. Jika dibandingkan dengan pasar lainnya, forex market relatif paling mudah untuk dimasuki karena tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. 

Kalau kamu merasa belum matang dalam saat trading forex, kamu bisa mencoba akun demo secara gratis. Lewat akun ini kamu bisa berlatih trading forex tanpa risiko apapun. Dengan simulasi perdagangan langsung, akun demo memberi kamu kesempatan untuk membiasakan diri melakukan trading. 

4. Likuiditas Tinggi

Kelebihan lainnya dari trading forex adalah likuiditasnya yang cukup tinggi. Singkatnya, trading forex likuid karena kapanpun dan dimanapun kamu bisa dengan mudah melakukan withdraw atau mencairkan dana.

Jumlah transaksinya sangat tinggi di seluruh dunia sehingga jumlah pembelian dan penjualan yang terjadi pada waktu tertentu juga sangat tinggi. Hal inilah yang akan memudahkan para trader membeli dan menjual mata uang.

5. Bisa Trading dalam Dua Arah (Long atau Short)

Enggak seperti pasar keuangan lainnya, kamu bisa trading forex dalam dua arah. Kalau di pasar saham sendiri, sangat sulit untuk melakukan untuk short selling karena keterbatasan likuiditas atau regulasi. 

Berdasarkan Pengumuman BEI No. Peng-00250/BEI.POP/08-2021 tentang Daftar Efek yang bisa Ditransaksikan dan Dijaminkan dalam Rangka Transaksi Marjin, transaksi short selling masih dilarang.

Sebelumnya, menurut aturan BEI memang enggak semua saham bisa ditransaksikan dengan short selling. Hanya beberapa saham yang ditetapkan bursa bisa ditransaksikan dengan short selling. Bukan hanya itu, tidak semua inventor bisa melakukan short selling saat investasi saham.

Regulator menetapkan setidaknya ada tiga syarat bagi para investor yang ingin melakukan short selling, yakni:

  1. Punya rekening efek reguler supaya riwayat transaksi bisa diketahui. 
  2. Punya rekening efek khusus short selling .
  3. Setoran jaminan awal minimal Rp 200 juta.

Lalu, kenapa ya BEI bisa melarang tindakan short selling ini? Situasi pasar saham pernah terguncang saat kuartal I/2020 hingga akhir 2020, sehingga BEI melarang tindakan short selling. Keputusan ini karena short selling berpotensi menekan harga saham kian dalam. Namun, sampai awal 2021, keputusan itu belum dicabut. 

Sebelum 2020, BEI juga pernah melarang short selling di tahun 2008 dan 2015. Salah satu kondisi dimana BEI melarang short selling adalah ketika IHSG turun drastis hanya dalam waktu singkat. Untuk itulah, short selling seperti ini tidak disarankan untuk para investor pemula. 

Sementara, ketika trading forex, kamu bisa trading long atau short. Misalnya menganalisis mata uang akan jatuh maka buka posisi jual (short). Sebaliknya, jika mata uang akan naik, maka buka posisi beli (long). Kamu bisa menghasilkan keuntungan atau kerugian dari kedua arah. 

Bagaimanapun juga, trading forex adalah market yang sangat menjanjikan. Namun, memang membutuhkan pengetahuan dan pelatihan agar kamu bisa memaksimalkan profit yang akan didapatkan. Gimana? Dengan mengetahui kelebihan trading forex, kamu jadi makin tertarik kan untuk berbisnis di forex?

Market Size ​

Mungkin kamu pernah mendengar atau membaca sekilas soal berita forex market yang ukuran transaksinya sangat besar? Bahkan, ada yang membandingkannya dengan 4 bursa trading terbesar di dunia, salah satunya New York Stock Exchange.

Enggak main-main, ada juga yang membandingkannya dengan total keseluruhan trading di bursa dunia, lho. Eh tapi, tunggu sebentar! Ada baiknya kamu enggak langsung buru-buru percaya ya dengan gambaran yang menakjubkan itu. 

Seberapa Besar Market Forex?

Pernahkah kamu bertanya-tanya, apa itu forex market? Forex market adalah pasar global yang memungkinkan kamu untuk melakukan jual beli satu mata uang dengan mata uang lainnya. Ukuran pasar ini, bisa dibilang besar, bahkan sangat besar.

Menurut laporan dari IMARC Group, ukuran pasar forex market secara global mencapai US$ 702 Miliar dan memprediksi tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 6% dalam lima tahun ke depan. 

Enggak hanya itu, mengutip dari Triennial Central Bank Survey of FX and OTC Derivatives Markets bahwa pada April 2019, perdagangan forex mencapai $6,6 triliun per harinya, naik $5,1 triliun dari tiga tahun sebelumnya. 

Wow, angka yang sangat fantastik yang tentunya buat kamu ngiler mau nyemplung ke dunia forex. Siapa coba yang enggak mau jadi bagian dan mengambil untung dari market sebesar itu?

Tapi, sabar dulu deh. Angka itu merupakan total dari keseluruhan jenis transaksi yang terdiri dari transaksi forwards, spot, swaps, options, dan produk lainnya. Trader individu seperti kita ini masuk ke dalam spot market yang menurut laporan Triennial Central memiliki share sebesar 30% atau bernilai $1,98 triliun. 

Yah, memang tetap besar. Tapi, perlu digaris bawahi banyak dari sumber yang menyatakan angka totalnya saja, enggak menyatakan transaksi spot dimana kita rata-rata bermain di dalamnya. Lalu, emang kenapa?

Enggak kenapa-napa sih, tapi hal tersebut sedikit menyembunyikan fakta yang sebenarnya. Kan, ada baiknya dijelaskan sehingga kamu jadi tahu “jatah” kamu sebagai individu trader nyatanya hanya 30% dari total market. Memang forex market sangatlah besar, tapi enggak sebesar yang sering digembor-gemborkan. Meski begitu, tetap saja lho 30% itu adalah angka yang fantastik!

Lalu, sisanya kira-kira siapa ya yang memegang pasar forex? Melansir dari Euromoney Institutional Investor PLC pada tahun 2019, lima bisnis pemegang 40% pasar forex secara global yakni:

Market Forex 2019

Siapa Saja yang Berperan Dibalik Forex Market?

Setelah kamu mengetahui apa itu forex market, kamu juga perlu mengetahui seberapa besar pasar ini. Tahu enggak sih? Kalau pada mulanya, forex hanya diperuntukkan bagi para bankir, institusi besar, dan mereka yang memiliki uang sekitar 10-50 juta dolar untuk memulai lho.

Namun, adanya teknologi internet seperti sekarang, memungkinkan trading forex dilakukan secara online. Hal ini tentu memberi kesempatan bagi para trader “jalanan” seperti kita yang ingin ikut meraup cuan dari forex.

Inilah yang juga membawa forex menjadi pasar keuangan terbesar dan terpopuler di dunia sejauh ini. Forex diperdagangkan secara global oleh banyaknya individu bahkan organisasi. 

Secara otomatis, pasar sebesar ini sudah pasti melibatkan banyak pemain di dalamnya. Supaya proses belajar forex kamu lebih matang, berikut adalah beberapa pemain utama dalam forex market.

1. Bank Sentral (Pemerintah)

Kamu pernah mendengar tentang Bank Indonesia kan? Nah, ini adalah salah satu contoh dari bank sentral. Kalau contoh lainnya di dunia itu ada Bank Sentral Eropa, Bank Inggris, dan Federal Reserve. 

Rupanya, mereka-mereka ini juga mempengaruhi nilai mata uang lho. Saat tingkat inflasi sedang tinggi, bank sentral cenderung akan meningkatkan suku bunganya sehingga nilai mata uang negara itu menguat.

Sebaliknya, kalau terjadi deflasi atau kondisi dimana harga-harga di level konsumen terus menurun dan mata uangnya terus menguat, maka bank sentral akan melemahkan nilai mata uang negaranya dengan membeli surat berharga berupa bon (obligasi) atau menurunkan suku bunga dalam jumlah besar.

2. Bank Komersial​

Transaksi di bank komersial dan investasi sangat mempengaruhi nilai forex, lho.

Bank mengambil perannya dalam menetralisir risiko mereka sendiri dan para nasabahnya. Mereka juga berusaha untuk melipatgandakan kekayaan para pemegang sahamnya.

Setiap bank pun memiliki kebijakan yang berbeda saat memperdagangkan mata uang, misalnya melalui hedging, averaging, atau berbagai strategi keuangan lainnya. Jenis bank di pasar forex sendiri terbagi menjadi besar atau kecil. Standar umumnya mereka bisa berdagang 5 hingga 10 juta Dolar. Yang terbesar bahkan menangani 100 hingga 500 juta Dolar.

Adapun beberapa bank yang masuk kelompok ini seperti Citi, JPMorgan, UBS, Barclays, Deutsche Bank dan HSBC.

3. Fund Manager

Pemain yang satu ini terlibat juga dalam menentukan dan mengendalikan nilai mata uang. Mereka memiliki nilai portfolio yang cukup besar karena tujuan mereka adalah menghasilkan keuntungan dan mengembangkan portofolio para nasabahnya.

Dalam menjalankan perannya, fund manager akan mengelola dana para investor untuk kemudian ditempatkan ke berbagai instrumen investasi, seperti forex salah satunya.

4. Liquidity Providers (LP)

Sederhananya, liquidity provider merupakan pihak yang bertindak pada kedua ujung transaksi mata uang yakni menjual dan membeli mata uang tertentu dengan harga tertentu. 

Coba sekarang kamu bayangkan sedang berada di money changer karena ingin menukarkan USD ke IDR. Money changer tentunya akan melakukan transaksi penukaran tersebut. Kenapa? Karena mereka sudah memiliki “stok” berbagai mata uang asing.

Tahu enggak sih apa alasan mereka melakukan ini? Sebenarnya, mereka berharap bisa membuat spread (selisih antara harga beli dan harga jual) yang membuat mereka bisa meraup keuntungan. Lalu, dari mana ya mereka mendapatkan mata uang tersebut? Jawabannya adalah dari bank sentral dengan harga grosir atau dengan spread lebih kecil.

Dalam contoh kasus ini, money changer menjadi liquidity provider bagi kamu, sementara bank bertindak sebagai liquidity provider bagi mereka. Begitulah yang juga terjadi di forex market. 

Lalu, siapa sih sosok di balik liquidity provider ini? Well, mereka adalah institusi yang menjembatani antara perusahaan broker forex dengan institusi keuangan yang punya banyak cadangan mata uang, seperti international bank, perusahaan hedge fund dan lain sebagainya. Pernah mendengar tentang Morgan Stanley? Maka doi adalah salah satu contoh liquid provider. 

Biasanya, perusahaan broker yang menggunakan LP merupakan broker yang punya model bisnis ECN (Electronic Communications Networks) atau yang langsung mentransmisikan transaksi antar trader dan investor menggunakan sistem elektronik.

Lebih lanjut, LP menjadi Tier 1 dan Tier 2. Tier 1 berurusan dengan bank terbesar di dunia seperti Barclays, Morgan Stanley, BNP Paribas, UBS, dan pemain utama lainnya. Tier 1 bisa bernegosiasi secara langsung dengan institusi-institusi tadi sehingga bisa menjamin spread nol.

Sementara Tier 2, mereka adalah yang menentukan harga untuk investor atau trader retail. LP tingkat dua ini biasanya berupa interbank mediator atau bank-bank dengan skala yang lebih kecil dibandingkan tier 1.

Wah ternyata banyak banget kan pengetahuan dasar yang perlu kamu ketahui saat mau belajar forex? Enggak usah bingung ya ketika belajar forex, satu kuncinya adalah kamu hanya perlu terbiasa. Jadi, jangan menyerah untuk memahaminya, ya!

5. Broker

Broker bertindak sebagai jembatan antara para trader dengan pasar forex, memungkinkan kamu untuk ikut meraup cuan dari forex. Tugas utamanya adalah memberikan kamu akses mudah ke pasar trading forex. 

Nah dulu, sebelum adanya broker forex, orang yang ingin ikut berdagang mata uang harus memiliki modal yang besar dan hubungan khusus dulu dengan bank untuk membeli mata uang asing.

6. Ritel Forex

Ritel forex bisa menjadi kamu, pacar, saudara, tetangga, atau kebanyakan dari kita yang enggak punya modal sampai jutaan dolar tapi tetap mau cuan dari forex. Tentu saja, kelompok pemain yang satu ini tersebar banyak di seluruh dunia yang semuanya bertransaksi melalui broker.

Banyak dari mereka yang mempelajari forex melalui internet. Mereka biasanya menyimak berita tentang politik, ekonomi, statistik, laporan bank, dan pengumuman publik saat memprediksi tren dan pergerakan harga mata uang. Namun, ada juga Si Trader Teknikal yang lebih mengandalkan indikator teknis tanpa memperhatikan segi ekonomi dan keuangan dunia. Apakah kamu salah satunya?

Likuiditas Trading Forex

Likuiditas Trading Forex_

Menurut definisinya, likuiditas merupakan kemampuan pasangan mata uang saat diperdagangkan (dibeli atau dijual) sesuai permintaan. Sebagai contoh, ketika membeli mobil, mengapa banyak orang yang akhirnya memutuskan untuk membeli mobil Toyota? Jawabannya karena harga after sale dari mobil tersebut lebih naik jika dibandingkan dengan merek mobil lainnya.

Hal itu mengartikan bahwa mobil Toyota lebih likuid, banyak orang yang melakukan jual beli pada mobil tersebut. Nah, sama juga dengan forex. Semakin banyak orang yang memperdagangkan pasangan mata uang tersebut, maka semakin likuid.

Likuiditas juga bisa diartikan dengan seberapa mudahnya suatu aset keuangan bisa dikonversi menjadi uang tunai. Pasar forex adalah pasar yang paling likuid, karena kamu bisa membuka dan menutup posisi trading dengan sangat mudah. Otomatis pencairan dananya juga lebih mudah.

Kamu pernah berinvestasi di pasar saham? Saat berinvestasi di saham kamu enggak bisa memperoleh harga buy suatu saham sesuai dengan apa yang kamu mau jika enggak ada pihak yang sell dengan harga tersebut.

Seringkali, kamu perlu masuk antrian dulu untuk mendapatkan harga buy saham sesuai yang diinginkan. Butuh waktu lebih lama untuk mencairkan dana dalam transaksi saham. Nah, antrian tersebut enggak terjadi kalau di forex.

Cara Mengetahui Likuiditas dalam Forex Market

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengetahui likuiditas dalam pasar forex, lho. Pertama adalah dengan mengetahui ukuran likuiditas sebuah pasangan mata uang. Kamu bisa melihatnya dari besaran spread yang dipatok oleh broker. 

Coba bandingkan spread antara EUR/USD dengan EUR/TRY. Terlihat, jauh bukan? Hmm, mengapa hal itu bisa terjadi, ya? Singkatnya, karena pasangan mata uang EUR/USD lebih sering diperdagangkan, menyebabkan jarak spread-nya jadi lebih kecil. Sebaliknya, pasangan mata uang EUR/TRY lebih jarang diperdagangkan, sehingga jarak spread-nya melebar dan membesar.

Likuiditas dianggap tinggi saat tingkat aktivitas penawaran dan permintaan suatu aset sangat tinggi. Katakanlah kamu memiliki beberapa rumah, kemudian kamu ingin menjualnya. Rupanya, banyak orang yang melakukan penawaran terhadap rumah itu. Rumah tersebut bisa dikatakan likuid karena kamu bisa mudah menemukan pembeli. Hal ini sama dengan forex. 

Saat suatu pasangan mata uang banyak dijual atau dibeli, maka pasangan tersebut sangat likuid. Sebaliknya, kalau para trader jangan melakukan perdagangan terhadap suatu pasangan mata uang, maka likuiditasnya dianggap “rendah”. 

Selanjutnya, likuiditas pasangan mata uang juga bisa ditentukan melalui besaran volume perdagangan. Semakin sedikit suatu pasangan mata uang diperdagangkan, maka likuiditas dari pasangan mata uang tersebut juga semakin rendah.

Beberapa pasangan cross mata uang utama yang jarang diperdagangkan juga tergolong kurang likuid, sehingga spread-nya relatif tinggi, misalnya AUD/NZD dan GBP/CHF. 

Kenapa Sih Kamu Harus Tahu Tentang Likuiditas dalam Trading Forex?

Kamu tahu enggak sih, kenapa penting banget untuk mengetahui likuiditas sebagai seorang trader? Sebenarnya, alasan utamanya karena bisa berdampak pada seberapa cepat kamu membuka dan menutup posisi.

Pasangan mata uang yang lebih likuid secara otomatis memiliki risiko yang lebih kecil jika dibandingkan dengan pasangan mata uang yang enggak likuid. Mengapa? Mata uang pasangan likuid akan selalu diburu oleh para trader.

Penjual lebih cepat menemukan pembeli tanpa perlu menurunkan harga aset tersebut supaya lebih menarik. Pada sisi lainnya, pembeli enggak perlu mendapat harga yang tinggi saat membeli aset tersebut. Kalau, seperti ini tentu saja kondisi pasar jadi sama-sama menguntungkan!

Lalu, kalau likuiditas tinggi maka banyak orang yang trading di mata uang tersebut. Dengan begitu, maka pergerakan harganya (volatilitas market) akan semakin tinggi. Hal ini menghasilkan peluang mendapatkan keuntungan yang juga tinggi (Karena harga bergerak cepat dan pergerakan hariannya jadi tinggi).

Coba bayangkan saat kamu berinvestasi di emas perhiasaan, instrumen investasi ini terbilang kurang likuid karena mengalami penurunan harga ketika dijual. Iya penurunan, karena dikenakan berbagai biaya seperti biaya pembuatan emas dan potongan normal. 

Belum lagi, kalau saat mau jual toko emas yang kamu datangkan ramai sehingga harus mengantri atau bahkan tutup. Sebenarnya, instrumen tersebut sudah enggak layak untuk dijadikan sebagai investasi. 

Nah, sekarang bandingkan ketika kamu trading di forex. Suatu pasangan mata uang bisa dijual atau dibeli secara lebih mudah. Enggak perlu menunggu antrian dan biaya yang dikenakan seperti komisi, spread, dan swap lebih stabil.

Selain itu, kalau saat investasi saham, maksimal batas waktu pencairan dana adalah 7 hari kerja. Sementara trading forex, saat kamu melakukan WD (withdraw) maka dana akan cair di hari yang sama.

Likuiditas juga menjadi faktor bagi broker dalam menentukan spread. Broker forex terhubung dengan sejumlah penyedia likuiditas untuk mendapatkan deal rate. Dengan demikian, mereka bisa menawarkan harga terbaik kepada kamu yang menjadi trader.

Cara Memanfaatkan Likuiditas Saat Trading Forex

Saat kamu melakukan bisnis forex, likuiditas sangat penting untuk dipertimbangkan sebelum posisi buka atau tutup. Seperti yang tadi sudah dijelaskan, kalau kamu menjual mata uang yang laku keras di pasaran, pastinya pembeli lebih banyak dan memudahkan kamu menutup posisi. 

Sementara, untuk mata yang yang kurang laku di pasaran, mencari pembelinya lebih sulit. Kamu pun akan lebih susah menutup posisi.

Namun, satu hal yang perlu kamu ingat bahwa likuiditas pasar enggak tetap, selalu bergerak secara dinamis. Hal ini juga disebabkan oleh berbagai faktor seperti volume perdagangan. Jadi, dalam pasar forex, likuiditas berkaitan dengan kemampuan mata uang untuk dibeli dan dijual.

Jadi, bisa disimpulkan kalo mengetahui likuiditas itu penting, ya! Dengan mengetahui likuiditas bisa mengurangi risiko slippage, memberikan eksekusi order yang lebih cepat, dan spread bid-offer yang lebih ketat. Bisnis forex kamu pun bisa lebih cuan!

Keuntungan Dua Arah dalam Forex

Kalau dalam trading forex, keuntungan bisa kamu dapatkan dua arah lho atau yang dikenal dengan istilah “two-way opportunity”. Artinya kamu bisa memperoleh keuntungan kemanapun arah harga bergerak. Bila harga naik bisa untung, harga turun juga masih bisa untung. 

Misalnya begini, kamu punya uang sebesar Rp50.000 yang ingin ditukarkan ke dolar dimana waktu itu nilai tukarnya adalah $1 = Rp10.000. Hasil pertukaran tersebut kamu mendapatkan $5.

Setelah 3 minggu, nilai tukar dolar mengalami kenaikan dengan nilai Rp15.000. Kalau saat itu $5 kamu jual, artinya nilainya menjadi Rp75.000 maka kamu akan mendapat keuntungan sebesar IDR 25.000.

Lalu, gimana cara kamu mendapat keuntungan pas harga lagi turun? Misalnya kamu punya uang Rp50.000 dan ingin tukar ke dolar (nilai tukarnya adalah $1 = IDR 10.000). Namun, muncul berita ekonomi dunia yang bisa menyebabkan nilai tukar dolar terhadap rupiah melemah. 

Akhirnya, kamu enggak jadi menukarkan uang kamu dan memilih menggunakan leverage (pinjam modal) ke broker sebanyak $10. Kamu tukar dolar tersebut ke rupiah sehingga sekarang uangmu Rp100.000. 

Ternyata analisa kamu tepat! Dolar melemah mencapai $1 = 5.000, kamu buru-buru menukarkan Rp100.000 tadi. Sekarang $20 ada di genggamanmu. 

Beberapa hari kemudian, dolar kembali menguat ke titik awal mencapai $1 = 10.000. Uang dolar $20 kamu tukar ke rupiah, sehingga nilainya sekarang adalah Rp200.000. Kamu kembalikan pinjaman modal tadi ke broker Rp100.000 dan voila! kamu tetap bisa menghasilkan keuntungan Rp100.000.

Modal Trading Forex

Dalam menjalankan bisnis apapun, pastinya kamu butuh modal untuk bisa menghasilkan uang. Hal ini juga berlaku sama dengan trading forex, kamu butuh modal.  Lalu, berapa banyak sih yang dibutuhkan seseorang untuk memulai trading forex?

Saat kamu membuka akun forex di Magnet, ada ketentuan kamu perlu deposit minimal 2 juta. Namun, nominal tersebut bukanlah modal minimum yang kamu gunakan saat hendak buka posisi. 

Coba kita analogikan seperti saat kamu membuka rekening tabungan di sebuah bank. Tentunya akan ada setoran minimum. Lalu, apakah setiap bank punya setoran minimum yang berbeda? Jawabannya, tentu saja. 

Nah, kalau kamu buka rekening untuk bisnismu, apakah modal yang dibutuhkan sama dengan setoran minimum di bank tersebut? Ya, jelas enggak. Nah, begitu juga kalau kamu mendepositokan uang pada broker forex, enggak ada hubungannya dengan modal minimum bisnis trading forexmu.

Jadi, Berapa Besar Modal yang Kamu Butuhkan?

Pertama-tama, kamu perlu memahami sebenarnya apa yang ingin dicapai saat bertrading forex dan seberapa besar risiko yang mau kamu ambil.

Apakah kamu bisa trading dengan 2 juta tersebut? Tentu saja bisa, namun pilihan kamu akan terbatas. Sebagai contoh, saat kamu memiliki modal $200, maka 1 pipnya senilai dengan pair EUR/USD menunjukan harga 1.23450.

Pip = 100,000 (lot standar) * 0.00010 = 10.

Jadi setiap pip pada EUR/USD dengan trading 1 lot standar bernilai $10.

Anggaplah kamu sedang memanah. Semakin banyak anak panah yang kamu miliki, maka kesempatan mengenai target akan lebih besar. Mungkin akan ada beberapa anak panah yang melesat gak mengenai sasaran, tapi coba deh kalau cadangan anak panahnya masih banyak? 

Percobaan pertama kamu bisa menghasilkan 10 poin, lalu panah kedua menghasilkan 9 point, panah ketiga menghasilkan 9 poin, dan seterusnya. Kamu masih bisa coba berkali-kali sampai salah satu atau bahkan beberapa anak panah mengenai sasaran. Jumlah poinnya? Tentu poin yang bisa dihasilkan akan semakin banyak saat kesempatan yang dimiliki semakin besar.

Begitu pun dengan forex. Semakin besar modalmu, maka semakin besar pula kesempatan dalam menghasilkan profit. Juga, dengan modal lebih banyak, maka kesempatan kamu mengembalikan kerugian di trading sebelumnya jauh lebih besar.

Tapi ingat ya, modal minimum yang kamu butuhkan untuk memulai trading adalah sejumlah uang yang memang siap untuk ditradingkan. Jangan memaksa hingga kamu harus berhutang sana-sini.

Waktu Fleksibel (24 Jam) Saat Trading Forex

Masih ingat kan kalau perdagangan di forex itu mengandalkan perubahan nilai tukar mata uang? Itu artinya, perubahan nilai akan terus terjadi setiap saat, menyebabkan kondisi pasar forex terus bergerak.

Yah, bisa dikatakan kalau pasar forex itu memang jarang tutup. Pasar forex buka 24 jam sehari selama 5 hari dalam seminggu, jadi tutupnya hanya selama akhir pekan saja (Benar-benar kerja lembur bagai kuda!). Untuk itu, kamu tetap bisa bertransaksi forex mulai dari Senin hingga Jumat. Hal ini berbeda dengan pasar saham yang hanya buka di jam 09.00 sampai 16.00.

Lalu, kenapa ya bisa buka selama 24 jam? Seperti yang tadi sudah disebutkan kalau perdagangan forex dilakukan dengan OTC, ini berarti forex bukan hanya beroperasi di satu lokasi saja.

Sesi pasarnya sendiri terbagi menjadi Sydney, Tokyo, London, dan New York. Jadi, ketika jam kerja satu wilayah berakhir, maka yang lain buka. Katakanlah market dimulai dari Auckland/Wellington, lalu pindah ke Sydney, Singapura, Hong Kong, Tokyo, Frankfurt, London, dan di New York, yang kemudian dimulai lagi di Selandia Baru.

Wah, benar-benar fleksibel banget, cocok buat kamu yang pergi pagi pulang malem alias super sibuk! Kamu enggak perlu khawatir lagi deh jam buka dan tutup pasar karena bebas atur perdagangan kapan saja (asalkan punya kuota). 

Sistem Online dalam Trading Forex

Tahu enggak sih? Sekarang trading tuh semudah kamu belanja online. Cuman dari satu aplikasi trading seperti Metatrader 5, kamu sudah bisa melakukan berbagai eksekusi seperti memilih posisi buy/sell atau bahkan tampilan grafik dan indikator yang memudahkanmu menganalisis pergerakan pasangan mata uang setiap saat.

Ketika membuka akun, kamu sudah bisa trading forex dimanapun dan kapanpun. Bahkan pas bangun tidur di kasur, kamu juga bisa langsung trading lewat smartphone.

Forex vs Futures

Banyak orang yang menganggap kalau forex dan futures sama. Padahal keduanya punya perbedaan yang cukup jauh. Nah, biar kamu enggak terjebak dan kebingungan, yuk simak beberapa perbedaannya berikut ini.

1. Modal

Saat melakukan trading futures, pada dasarnya bukan barangnya yang diperdagangkan, tapi kontrak atas barang tersebut yang diperdagangkan. Karena futures diperdagangkan di bursa terpusat, maka kamu bisa tahu persis berapa harga untuk setiap jenis mata uang. Sementara, ketika trading forex harga lebih fluktuatif mengikuti kondisi pasar.

Enggak ada peraturan berapa modal yang kamu butuhkan saat mulai trading forex atau futures, semua tergantung dari penetapan deposito masing-masing broker. Untuk MagnetFX sendiri baik forex maupun futures, modal deposit yang diperlukan adalah $200.

2. Regulasi

Futures atau dikenal dengan perdagangan derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya berkaitan dengan kinerja aset lain, dalam hal ini komoditas. Untuk regulasinya sendiri sebenarnya sama dengan forex. Kamu bisa membeli kontrak berjangka, kontrak derivatif syariah, atau kontrak derivatif lainnya melalui broker yang sudah terdaftar di BAPPEBTI.

Perbedaannya terletak pada bagian kliring yang bertanggung jawab. Jika, forex memiliki PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesia Clearing House (ICH), maka futures memiliki Lembaga Kliring Berjangka.

3. Likuiditas

Market futures menjual kontrak seperti manufaktur, mata uang obligasi, keuangan, dan produk pertanian. Sementara, forex merupakan pasar yang memperdagangkan pasangan mata uang. 

Meski begitu, market forex tetap memiliki likuid terkuat di dunia. Pasar forex sendiri memperdagangkan $6,6 triliun setiap hari yang menjadikannya sebagai pasar terbesar di dunia. Sementara, pasar berjangka memperdagangkan setidaknya $30 miliar per hari. Apalagi likuiditas futures juga relatif terbatas.

Untuk forex, mereka enggak memiliki tanggal kadaluarsa pada transaksi jual beli forex. Berbeda dengan kontrak futures yang memiliki tanggal kadaluarsa. Kontrak pada futures bisa diperdagangkan asalkan sebelum habis masa berlakunya. Beberapa kontrak futures diperdagangkan sekitar 1-1,5 tahun sampai masa kadaluarsanya.

Contohnya “March 1999 Treasury Bond Contract” maka kontrak ini memiliki masa kadaluarsa pada bulan Maret 1999. Jadi, apabila kontrak berjangka tersebut didiamkan berapa lama pun, tetap jadi kontrak posisi dengan nilai yang sama.

4. Fundamental

Harga komoditi sangat fluktuatif karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah besaran supply dan demand terhadap komoditi tersebut. MIsalnya saja saat para petani atau produsen menginginkan harga naik, akan tetapi konsumen, prosesor atau pabrikan justru menginginkan harga bahan baku turun.

5. Risiko

Pada futures harga aset pada kontrak sudah terlebih dahulu ditentukan. Kamu sudah bisa tahu di awal berapa banyak aset yang bisa dibeli atau dijual. 

Sebagai gambaran, misalnya seorang penjual dan pembeli mengadakan kontrak pada saat ini, pada tiga bulan mendatang penjual berjanji menjual kontrak tersebut kepada pembeli dengan harga yang sudah ditentukan. Kemudian, kontrak tersebut akan dibayarkan tiga bulan setelah kontrak diadakan, baru kemudian kontrak akan diserahkan.

Hal ini menandakan bahwa tidak ada fluktuasi harga pada futures, risikonya pun jauh lebih kecil jika dibandingkan trading forex. Namun, tentu saja tingkat potensi yang didapatkan lebih besar dan luas dalam trading forex jika dibandingkan dengan futures. 

Forex vs Saham

Sebagai dua pasar global yang populer, forex vs saham tentunya sudah sering kamu dengar. 

Namun, untuk sebagian besar pemula, banyak yang menganggap kalau trading saham dan forex merupakan dua hal yang sama. Pada nyatanya, kedua hal ini punya prinsip yang sangat jauh berbeda, lho. Lalu, apa ya yang menjadi perbedaan antara keduanya? Simak ulasannya berikut ini.

1. Modal

Dalam pasar saham, instrumen yang diperdagangkan adalah surat bukti kepemilikan atas perusahaan atau perseroan terbatas. Ada ratusan perusahaan yang terdaftar dalam bursa saham (BEI), seperti PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BBRI), Astra International Indonesia (ASII), Adaro Energy Tbk (ADRO), dan lain-lain. 

Sementara, pasar forex memperdagangkan instrumen yakni mata uang negara-negara di dunia. Umumnya, mata uang yang diperdagangkan berbentuk pasangan, seperti EUR/USD, USD/JPY, GBP/USD, dll. 

Berbeda dengan trading forex yang membandingkan nilai mata uang sebuah negara dengan mata uang negara lainnya, pada trading saham, nilai saham sebuah perusahaan tidak dibandingkan dengan nilai saham perusahaan lainnya.

Untuk modalnya sendiri, kamu bisa mulai investasi saham dengan modal yang kecil, yaitu Rp100.000. Sedangkan, untuk trading forex, minimal deposit yang kamu butuhkan adalah $200 atau Rp2.000.000.

2. Regulasi

Untuk investasi saham, ada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang mengawasi kegiatan sehari-hari pasar modal. Sementara dalam trading forex, broker harus terdaftar di bawah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

3. Likuiditas

Pasar forex adalah pasar keuangan yang paling likuid jika dibandingkan dengan pasar keuangan lainnya. Dana selalu tersedia di pasar, sehingga semua penjual bisa dengan mudah menemukan pembeli. Jadi, kamu enggak perlu takut saat menjual mata uang enggak akan laku.

Sementara, likuiditas di pasar saham masih bergantung pada popularitas dan kapitalisasi saham yang akan dibeli. Saham-saham populer dan besar (blue chips) akan lebih mudah dijual kembali. Namun, saham lapis ketiga atau small cap stocks, lebih sulit untuk dijual kembali.

4. Fundamental

Enggak seperti pasar keuangan lainnya, kamu bisa lho melakukan trading forex dalam dua arah.

Di forex, kamu bisa trading long atau short. Saat menargetkan mata uang akan naik, maka kamu bisa buka posisi beli (LONG). Jika menargetkan mata uang akan jatuh, kamu bisa buka posisi jual (SHORT). Ini mengartikan kalau “bear market” di forex itu enggak ada, kamu bisa menghasilkan keuntungan saat harga turun maupun naik.

Sementara, kalau di pasar saham Indonesia, sulit untuk short selling karena keterbatasan regulasi atau likuiditas. Jangan lupa untuk sesuaikan kembali dengan kesanggupan tradingmu, ya!

5. Risiko

Pernah mendengar soal volatilitas? Well, singkatnya volatilitas merupakan ukuran seberapa besar kemungkinan harga pasar mengalami fluktuasi atau perubahan. 

Pasar yang memiliki volatilitas tinggi, maka harganya cenderung akan lebih cepat berubah dan risikonya juga lebih besar. Sementara, pasar dengan volatilitas rendah cenderung memiliki perubahan harga yang lebih lambat dengan risiko lebih kecil.

Kemudahan yang kamu dapatkan saat trading forex, membuat pasar ini memiliki volatilitas yang tinggi. Lewat pasar forex, kamu bisa dengan mudah membuka atau menutup posisi. Jadi enggak ada istilah “nyangkut” hanya karena faktor likuiditas. 

Biar kamu enggak rugi, kamu perlu mengikuti perkembangan peristiwa politik, ekonomi, dan sosial sekitar karena pasar forex rentan terhadap pergerakan harga yang tiba-tiba bahkan drastis. 

Sementara, saham cenderung memiliki volatilitas rendah. Untuk saham-saham blue chip biasanya memiliki pola harga yang lebih stabil. Namun, kamu berisiko “nyangkut” saat ternyata harga saham tersebut menurun atau berada dibawah harga beli kamu.

Forex vs Crypto

Sebelum memutuskan mau pilih trading forex dan crypto, kamu tentunya perlu mengetahui apa saja perbedaan di antara keduanya. Jangan sampai salah memilih dan ternyata enggak sesuai dengan kepribadian kamu ya. So, berikut adalah penjelasannya.

1. Modal

Modal yang dibutuhkan untuk trading crypto berbeda-beda, tergantung dari platform yang kamu gunakan. Namun, untuk saat ini ada yang menetapkan Rp10.000. Namun, tentu saja keuntungan yang kamu dapatkan juga minim. Sementara trading forex, minimal deposit yang dibutuhkan adalah $200 atau Rp2.000.000.

2. Regulasi

Sama seperti forex, BAPPEBTI adalah lembaga yang menjadi regulator dari transaksi cryptocurrency. Aset crypto masuk sebagai komoditi yang dapat diperdagangkan di Bursa Berjangka. Mengutip dari CNN Indonesia, regulasi BAPPEBTI ini menetapkan 229 jenis aset kripto yang terdaftar dan boleh diperdagangkan.

Sementara dalam trading forex, broker harus terdaftar di bawah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Supaya broker bisa dinyatakan legal, maka broker tersebut harus punya izin resmi dari BAPPEBTI. 

Selain itu, broker juga akan terdaftar sebagai anggota dari salah satu bursa berjangka seperti Jakarta Future Exchange (JFX) dan Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX).

3. Likuiditas

Market forex memiliki ukuran yang besar karena mereka terdiri dari transaksi entitas seperti perusahaan, bank, investor, dan individu yang bergantung pada sistem ini untuk menukar mata uang asing secara real time.

Sementara, size pasar crypto global bernilai $1,5 miliar dan diperkirakan akan mencapai $2,3 miliar pada tahun 2028,2. Namun, jumlah ini belum sebanding dengan size market forex tentunya. 

Harga forex tentunya cenderung lebih stabil dan likuid jika dibandingkan mayoritas crypto. Apalagi kalau forex yang diperdagangkan adalah major pair seperti USD, CHF, EUR, JPY yang berasal dari negara-negara maju.

4. Fundamental

Harga bitcoin cenderung lebih fluktuatif jika dibandingkan dengan forex. Ada kalanya berita baik justru menjatuhkan harga bitcoin atau bahkan enggak berpengaruh sama sekali. Naik turun harga bitcoin enggak bisa dipastikan dengan indikasi informasi yang beredar. Nilainya enggak ada yang mengendalikan karena semua tergantung dari kinerja trader yang memainkan harga sesuka hati. 

Sementara, forex sangat bergantung pada segala informasi yang beredar baik ekonomi, politik, bencana, perang dan lainnya. Apalagi untuk negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang, harga mata uang mereka bisa naik dan turun akibat berita yang sedang beredar.

5. Risiko

Trading forex memiliki stabilitas dan likuiditas lebih tinggi jika dibandingkan crypto. Dalam trading forex, fluktuasi harga untuk pasangan mata uang mayor saja umumnya hanya sekitar 1 persen dalam satu hari. Sementara, fluktuasi harga bitcoin pada hari-hari biasa bisa lebih dari 5 persen. Nah, besarnya volatilitas harga ini bisa mengakibatkan risiko trading crypto yang lebih tinggi.

Forex vs Binary

Banyak yang menyangka kalau forex dan binary itu memiliki kesamaan. Padahal keduanya berbeda loh. Berikut adalah perbedaannya.

1. Modal

Untuk memulai trading binary, minimum depositnya adalah $5. Sedangkan, untuk trading forex, minimal deposit yang kamu butuhkan adalah $200 atau Rp2.000.000.

2. Regulasi

Trading forex merupakan instrumen yang legal atau diperbolehkan beroperasi di Indonesia. Dengan satu syarat broker tersebut harus terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) seperti MagnetFX.

Sementara, belum ada satupun broker binary option yang memiliki izin resmi di Indonesia seperti Olymp Trade, IQ Option, FBS, dan masih banyak broker lain yang ditetapkan BAPPEBTI sebagai broker trading yang ilegal.

3. Likuiditas

Pada sistem binary option, biasanya trading hanya tersedia dalam waktu tertentu saja dan paling sering harga sudah ditentukan broker. Meski kamu sudah memikirkan terlebih dahulu pergerakan pasar dalam jangka waktu tertentu, pilihannya enggak banyak tersedia.

Sementara kalau trading forex, kamu bisa bebas buka dan tutup posisi kapanpun selama sesi perdagangan berlangsung. Jika trader memprediksi akan ada trend jangka panjang dan kamu ingin memaksimalkan profit maka kamu bisa menahan posisi selama mungkin.

4. Fundamental

Di binary option ada istilah “payout” yang minim yakni di bawah 100%. Ini mengartikan kalau keuntungan yang kamu dapatkan akan dibatasi. Dengan demikian risiko yang diambil oleh trader binary option akan selalu lebih besar dari rewardnya. Dan Rasio risk to reward binary akan selalu merugikan tradernya. 

Misalkan payout adalah 60%, berarti rasio risk to reward adalah 1 : 0,6. Ini berarti mengorbankan satu hanya untuk dapat 0,6 (itu juga kalau dapat).

Nah, berbeda dengan trading forex dimana tidak ada batasan keuntungan yang bisa kamu hasilkan. Rasio risk to reward bisa 1:2, 1:3, atau 1:4 dan seterusnya.

Di binary kalau perubahan posisi yang kamu letakkan benar dalam jangka waktu tertentu, maka kamu bisa mendapatkan keuntungan yang dijanjikan. Sebaliknya, kalau ternyata tebakan kamu salah, maka kamu bisa kehilangan semua uang yang ada di deposit. Bisa ditarik kesimpulan, kalau cara ini sudah memenuhi unsur-unsur perjudian secara online.

5. Risiko

Trading forex memang lebih bergejolak jika dibandingkan binary karena enggak ada ketetapan tenggat waktu dan batasan keuntungannya. Tentu saja, tingkat potensi yang didapatkan lebih besar dan luas dalam trading forex jika dibandingkan dengan binary. Demikian juga potensi risikonya. 

Namun, di trading forex kamu bisa menggunakan stop loss yang membatasi kerugian di suatu angka tertentu. Sementara, binary memiliki risiko bersifat fixed alias tetap. Risiko yang diambil selalu maksimal yang mengartikan 100% uang yang dipakai buka posisi pasti akan habis kalau loss.

Keamanan Trading Forex

Ketika memilih pialang (broker), rasa-rasanya memang sulit ya dan mungkin kamu menemukan kendala. Hal ini wajar banget kok, karena bagaimanapun juga memilih broker forex sama halnya dengan memilih rekan berbisnis dalam dunia trading. Kamu perlu membangun kepercayaan dengan broker tersebut ketika bertransaksi melalui mereka.

Ada beberapa standarisasi yang perlu diperhatikan ketika memilih broker, seperti:

  • Regulasinya jelas, apakah benar memiliki lisensi dari regulator.
  • Lokasi kantornya benar-benar ada.
  • Pastikan broker menggunakan segregated account.
  • Track record, apakah broker tersebut pernah terlibat dalam suatu kasus penipuan atau tidak. Lihat juga ulasan dari orang lain, apakah di broker tersebut mudah untuk melakukan transaksi dan penarikan dana.
  • Menyediakan layanan edukasi untuk memastikan informasi yang didapat para tradernya tetap up-to-date.

Hmm, lalu kenapa sih regulasi begitu penting? Dengan adanya regulasi broker, kamu sebagai trader bisa terhindar dari kecurangan-kecurangan yang mungkin saja dilakukan oleh broker, seperti:

  • Edit transaksi 
  • Mempersulit saat transaksi (requote atau reject order)
  • Manipulasi transaksi
  • Tidak membayar profit
  • Hingga yang paling apesnya adalah jika broker kabur atau tutup.

Untunglah, ada regulator dan pengawas yang bisa menjadi jaminan kamu ketika trading forex. Regulasi atau aturan-aturan ini disusun untuk mengawasi dan mengatur para broker. Selain itu, regulasi memastikan agar tingkat fitur, pelayanan, dan fasilitas suatu broker tetap bisa terjaga kualitasnya. 

Nah, badan yang membuat aturan tersebut dinamakan dengan regulator. Kalau di Indonesia sendiri kita punya regulator bernama BAPPEBTI.

Untuk kamu yang sudah berpengalaman dalam dunia trading forex, nama BAPPEBTI mungkin enggak asing ya. Tapi, buat kamu yang masih newbie, pastinya bertanya-tanya tentang BAPPEBTI.

Singkatnya, BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi Indonesia) merupakan badan yang secara hukum menjadi pengawas dan penetap regulasi aktivitas perdagangan berjangka di Indonesia, yang dimana salah satunya adalah trading forex. Badan ini berada di bawah Kementerian Perdagangan.

Untuk itu, enggak ada alasan lagi kamu ragu lagi melakukan trading forex. Asalkan dengan catatan, bahwa kamu memilih broker yang sudah terdaftar di BAPPEBTI sehingga bisa diawasi penuh olehnya.

Terus, kamu enggak perlu takut bakalan ngantri kalau melakukan pengaduan ke BAPPEBTI. Mereka sudah berinovasi dengan layanan go digital. Jadi, pelayanannya bisa diakses secara online, baik itu pengaduan, perizinan, maupun uji profesi kelayakan pialang berjangka. 

Nah, untuk informasi lebih lengkapnya kamu bisa mengunjungi laman resminya di Bappebti.go.id. 

Bagaimana Trading Forex Aman di Indonesia? Ini Regulasinya

Selain BAPPEBTI, ada dua institusi lainnya yang berperan dalam industri forex di Indonesia, yakni bagian kliring dan bursa. Mereka berfungsi dalam menjaga agar tidak ada manipulasi harga dan menjamin keamanan dana.

Setelah kamu mentransfer dana melalui broker (seperti MagnetFX), maka dana akan disimpan di kliring melalui segregated account. Buat kamu yang belum tahu, segregated account merupakan rekening terpisah yang dibuat khusus untuk memisahkan dana klien dengan dana broker. Sehingga, kamu enggak perlu takut kalau dana akan digunakan sembarangan oleh broker. Untuk lebih memahaminya, berikut adalah ilustrasinya.

Soalnya, banyak banget oknum broker scam dan penipu yang memanfaatkan dana trader untuk kepentingan pribadi. Makanya penting banget, kamu perlu mengetahui informasi soal keanggotaan broker dalam PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) atau Indonesia Clearing House (ICH). Mengapa demikian? Karena semua broker legal harus menjadi anggota KBI atau ICH agar bisa memproses orderan klien.  

ICH (Indonesia Clearing House) adalah badan usaha yang membantu dan menjamin penyelesaian transaksi perdagangan berjangka di bursa berjangka ICDX. Sederhananya, setelah transaksi terjadi di bursa atau didaftarkan di bursa ICDX, maka transaksi akan diselesaikan oleh lembaga kliring.

Nah, setelah transaksi ini masuk ke bagian kliring, maka orderan kamu akan diteruskan ke pihak bursa. Bursa sendiri merupakan tempat untuk pencatatan transaksi antara penjual dengan pembeli. Nah, tempat yang mempertemukan buyer dan seller sendiri adalah spot market.

Kalau biasanya pasar digunakan untuk perdagangan yang melibatkan produk secara langsung, kalau bursa untuk perdagangan yang tidak menjual produk secara fisik.

Jadi, lewat bursa transaksi yang kamu lakukan lewat broker akan dicatat. Lalu, apa ya yang diperdagangkan di bursa? Kalau di Bursa Efek Indonesia yang diperdagangkan adalah saham (stock). 

Sementara, kalau kamu mau melakukan trading forex, maka bursa yang mengurus hal itu adalah ICDX (Indonesia Commodity & Derivatives Exchange) dan BBJ (Bursa Berjangka Jakarta).

Kenapa Trader Lebih Tertarik dengan Broker Luar?

Oke, setelah kamu mengetahui bagaimana regulasi trading forex di Indonesia, muncul pertanyaan baru. Kalau begitu, kenapa ya orang-orang lebih memilih trading di broker luar negeri dibandingkan di Indonesia sendiri?

Manusia itu memiliki kecenderungan memilih barang dengan harga yang lebih murah saat berbelanja tanpa memperhatikan kualitas dan keamanannya. Kalau di broker luar, memang kamu bisa melakukan trading dengan lot lebih kecil yakni 0,001. 

Namun, tentu saja hal ini enggak akan sebanding dengan jaminan keamanannya. Lalu, pencairan dana di broker luar bisa dilakukan lebih cepat selama 24 jam. Ya, wajar sih soalnya regulasinya enggak seketat broker lokal. 

Kalau di broker luar itu legalitasnya kurang dan kantornya pun enggak jelas di mana. Jadi, jika terjadi masalah kamu bakalan bingung harus ngadu dan klaim ke mana. Beda banget kalau kamu trading di broker lokal seperti di MagnetFx. Regulasinya sudah jelas karena terdaftar di BAPPEBTI dan kantornya pun benar-benar real.

Enggak cuman itu, kalau kamu belum berani melakukan trading dengan uang beneran, kamu bisa kok melakukan simulasinya dulu dengan mencoba akun demo di MagnetFx. Dengan akun demo, kamu bisa berlatih strategi dan aspek teknis perdagangan tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.

Nah, kalau sudah tahu strateginya, baru deh kamu bisa trading dengan membuka akun real di MagnetFx. Pokoknya aman banget, yuk buruan trading di MagnetFx ya!

Kasus Penipuan Forex

Pada akhir Januari 2022 pernah ada kasus penipuan forex yang dialami oleh satu kampung. Mengutip dari CNBC disebutkan kalau penipuan tersebut terjadi di Gorontalo, Sulawesi. Nah, hampir satu kampung atau sebanyak 95% dari total penduduknya terkena tipu.

Hmmm, lalu kenapa ya hal ini tuh bisa terjadi? Sebenarnya selain pengawasan yang kurang ketat, fenomena ini dinilai menjadi cerminan tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap produk forex yang masih kurang. Minimnya edukasi disebut sebagai salah satu penyebab terjadinya penipuan forex.

Ada berbagai modus yang biasanya digencarkan oknum broker untuk melakukan penipuan. Berikut adalah beberapa modusnya yang perlu kamu waspadai, seperti:

  • Menggunakan metode ponzi dimana para oknum melakukan penawaran paket investasi forex berkedok penjualan robot trading dengan menggunakan sistem member get member.
  • Menjanjikan keuntungan tinggi yang enggak masuk akal atau too good to be true.
  • Menduplikasi situs dari pialang berjangka yang memiliki perizinan dari BAPPEBTI.
  • Mengumbar janji bahwa trader bisa mencairkan semua dana.
  • Nasabah tidak diberikan kesempatan melakukan demo account.
  • Trader harus melakukan deposit dana secara setor tunai.
  • Tidak dijelaskan terkait dokumen adanya Risiko dan Perjanjian Amanat.
  • Menawarkan jasa titip dana atau jasa kelola dana.

Sekarang ini udah banyak banget broker asing legal yang beroperasi dengan menawarkan biaya transaksi lebih rendah, bahkan ada juga yang tanpa biaya. 

Modal yang dibutuhkan juga lebih kecil dan kamu bisa bertransaksi dengan jumlah lot lebih kecil. Nah, justru yang kayak gini tuh perlu diwaspadai. Risiko trading di broker asing yang enggak terdaftar di BAPPEBTI itu besar banget. Modal yang kamu tanamkan bisa aja dibawa kabur lho.

Untuk itu, kalau mau trading forex, sebaiknya gunakan broker lokal yang sudah terdaftar di BAPPEBTI seperti Magnetfx. Soalnya saat kamu trading, akun rekeningmu akan dibuat terpisah atau dikenal dengan segregated account yang hanya bisa kamu gunakan sendiri.

Sebenarnya, trading forex memang seharusnya dilakukan oleh nasabah itu sendiri. Kalau ada oknum dari broker yang menawarkan diri untuk melakukan transaksi dan kamu hanya cukup menanamkan modal, maka sebenarnya hal itu udah menyalahi aturan dari BAPPEBTI.

Lalu, kamu juga perlu berhati-hati kalau ada yang menawarkan janji profit besar dan pasti (fix income) ketika trading forex. 

Coba deh sekarang kamu pikirkan, kalau memang robot trading tersebut bisa menghasilkan profit besar dan pasti, lalu kenapa mereka harus repot-repot menawarkan ke orang lain? Kenapa enggak mereka gunakan untuk memperkaya dirinya sendiri? Dari sini saja, sudah terlihat jelas penipuannya. Perlu kamu ingat ya kalau trading forex itu bisa menghasilkan profit besar, tapi risikonya juga besar, high risk high return.

Psikologi Trading

Psikologi Trading Forex

Emosi merupakan perubahan kimiawi dalam sistem saraf yang menyebabkan reaksi instan pada suatu peristiwa, sementara suasana hati merupakan produksi emosi yang bertahan lebih lama.

Adanya emosi, bisa sangat berbahaya lho buat seorang trader. Emosi bisa mengendalikan keputusan kamu saat trading yang justru bisa membuat risiko loss semakin besar. Lalu, apa aja ya emosi yang berbahaya banget buat seorang trader? Simak ulasannya berikut ini.

1. Fear

Ketakutan atau fear merupakan sikap seorang trader yang enggak pede dengan kemampuan tradingnya. Biasanya para trader pemula atau yang jam terbangnya masih kurang dalam trading akan lebih terpengaruh oleh ketakutan dan ketidakpastian jika dibandingkan dengan para trader profesional. 

Kamu tahu enggak sih kenapa hal ini bisa terjadi? Soalnya para trader profesional udah banyak mengalami kerugian jika dibandingkan trader yang baru memulai. Mereka jadi lebih banyak belajar bagaimana menghindari kegagalan di trading selanjutnya.

Nah, salah satu cara untuk mengurangi ketakutan saat trading adalah membuat rencana trading yang matang serta melakukan analisis teknis dan fundamental secara memadai. Hal ini bisa kamu lakukan sebelum membuka posisi trading.

2. Greedy

Dorongan dalam bertindak dengan cara yang enggak rasional dalam mengejar keuntungan yang berlebih adalah sikap dari greedy atau serakah. Kamu biasanya jadi terlalu antusias dan bahkan melebihi limit kemampuan ketika trading. Kamu jadi lebih banyak membuka posisi dari biasanya atau menahan posisi terlalu lama karena ngejar keuntungan lebih besar.

Kenapa orang bisa serakah? Hal itu karena trader tersebut biasanya enggak punya data tentang metode yang digunakan bahwa loss itu bisa berkali-kali terjadi. 

Untuk mencegah terjadinya greed, kamu bisa melakukan strategi manajemen risiko. Strategi manajemen risiko bisa membantu kamu memahami risiko dari leverage.

Nah, salah satu cara kamu bisa mengelola risiko menggunakan rasio risiko terhadap imbalan, yang membandingkan potensi kerugian dengan potensi keuntungan untuk setiap perdagangan yang kamu buka. Contohnya adalah rasio risk-to-reward. Misalnya kamu membuka perdagangan £300 yang berpotensi menghasilkan keuntungan £600. Saat menggunakan rasio risk-to-reward, akan menjadi 1:2 karena kamu mendapat untung 2x lipat dari kerugian jika analisis kamu benar.

3. Hope

Hope atau harapan merupakan perasaan yang dikaitkan dengan optimisme, kepercayaan diri, atau pengalaman. Iya, harapan itu memang penting kalau lagi trading. Tapi, kalau berlebihan justru mengubah untung jadi buntung.

Misalnya saja, kamu mungkin percaya ketika trading rugi, tren akan berbalik arah dan justru memberikan keuntungan. Well, sebenarnya ini memang wajar terjadi. Menurut studi dari Nofsinger, trader akan lebih sulit meng-cut kerugian ketika sulit mengakuinya. Sebuah khayalan gembel bukan? Padahal, ketika kamu mempertahankan posisi rugi lebih lama, kerugian malah bisa jauh lebih besar.

Terus, apa sih yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya harapan berlebihan? Yakni dengan menetapkan tujuan. Kalau kamu tahu persis apa yang kamu mau, maka kamu enggak akan berkhayal ketinggian. Kamu bisa melakukan keputusan trading berdasarkan analisis, bukan sebuah mimpi dan khayalan. Kalo udah bisa kontrol diri, kamu juga gak serakah deh ketika trading forex.

4. Frustasi

Frustasi ketika trading adalah gangguan yang dirasakan para trader saat pasar bergerak enggak sesuai ekspektasi. Penyebab terbesar dari rasa frustasi adalah ketika kamu mengalami kerugian atau enggak mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang diperkirakan.

Selain itu, trader yang jam terbangnya masih sedikit juga lebih terpengaruh oleh emosi negatif seperti frustasi dibandingkan trader yang sudah berpengalaman. Lalu, bagaimana cara mencegah terjadinya frustasi? 

Frustasi bisa dicegah dengan memahami kalau kerugian bisa saja terjadi ketika trading dan itu hal yang wajar. Yang terpenting adalah bahwa kerugian bisa diperkecil, salah satunya dengan melakukan manajemen risiko saat trading.

5. Bosan

Kamu tahu enggak? Bosan juga bisa melanda para trader ketika mereka merasa rutinitas tradingnya menjadi monoton. 

Kebosanan memang bisa terjadi ketika pasar bergerak lambat atau ketika trader enggak mendapat keuntungan sebanyak yang diperkirakan. Kalau terus dibiarkan, para trader bisa menyimpang dari plan trading yang sudah dibuat dengan mencari pengalaman baru untuk memerangi kebosanan.

Kebosanan dapat dicegah dengan menggunakan akun demo untuk membuat dan menguji strategi baru di lingkungan yang memang bebas risiko. Akun demo sangat cocok buat kamu yang mau coba sesuatu yang baru.

Strategi Entry & Exit

Strategi entry & exit butuh rencana yang matang. Entry adalah suatu posisi dimana trader harus terjun ke pasar forex. Sementara, exit merupakan kebalikan dari entry, dimana posisi ini trader harus keluar dari pasar forex. 

Titik masuk dan keluar adalah waktu di mana kamu membeli atau menjual mata uang. Tentunya, kamu ingin membeli saat nilai tukar rendah dan menjual saat tinggi. Tapi, tentu saja enggak sesederhana itu. Untuk menentukan entry dan exit kamu perlu sesuaikan dulu dengan metode trading kamu.

Money Management

Money management merupakan senjata yang paling enggak disadari dan sangat penting dalam trading forex. Kamu tahu enggak kalau sebagian besar trader gagal karena mereka enggak punya konsep money management yang kuat. 

Money management adalah cara mengatur dana yang berhubungan dengan anggaran, tabungan, pengeluaran, dan juga penggunaan modal yang berasal dari individu maupun kelompok.

Dan ketika kamu enggak menerapkan konsep money management, secara enggak sadar kamu melakukan judi. Lalu, bagaimana money management yang bisa kamu terapkan ketika trading? Simak ulasannya berikut ini.

1. Ketahui Metode yang Kamu Gunakan

Dengan melihat sebuah pola, maka kamu sudah bisa menentukan metode yang ingin kamu gunakan. Penting juga lho kamu merasa nyaman ketika menggunakan metode tersebut. Makanya, sebaiknya lakukanlah backtest pada demo account untuk menguji metode yang akan kamu gunakan. 

Hal ini juga untuk mengetahui probabilitas, risk reward, dan SL/TP dari metode tersebut. So, kalau kamu lagi mengalami loss, maka it’s okey. Selalu ada probabilitas untuk loss dan ada probabilitas untuk profit yang memang sudah kamu tentukan rasionya sejak awal. 

Nah, yang terakhir adalah pastikan bahwa kamu nyaman dengan metode tersebut. And finally, barulah kamu bisa terjun langsung menggunakan real account.

2. Penting Mengatur Risk per Trade

Kamu tahu enggak? Betapa pentingnya untuk mengatur risiko per trade yang bisa kamu tanggung. Dan sebaiknya, atur risiko per trade kecil supaya probabilitas loss kamu juga mengecil. Oke, kalau kamu masih bingung, simak perbandingan risk per trade 2% dengan 10% lewat tabel berikut.

Risk on Trade

Dari tabel di atas, keliatan banget kan perbedaannya ketika kamu menetapkan risk per trade 2% dengan 10%. Kalau kamu mengalami loss berturut-turut hingga 10x trade seperti di table, maka dengan risk per trade 2% kamu masih memiliki sisa $8,337 atau dengan kata lain kamu mengalami loss sebesar 16%. 

Sementara, kalau risk per trade kamu adalah 10%, maka sisanya adalah $3,874 atau dengan kata lain loss yang kamu alami sebesar 61%! Bikin mental breakdown? Wah udah pasti.

Jadi, intinya lakukanlah manajemen risiko atau atau atur risk per trade sehingga ketika kamu mengalami loss berturut-turut, kamu masih memiliki cukup modal untuk bisa trade. Bisa dibayangkan kan kalau kamu sudah mengatur risk per trade 100% di awal dan ternyata kamu loss? Sudah pasti enggak bisa trade lagi, kamu perlu top up modal lagi.

3. Mengantisipasi Consecutive Loss

Pernah dengar soal consecutive loss? Consecutive loss merupakan kondisi loss berturut-turut yang bisa saja terjadi sama kamu. Masalahnya, kondisi ini bisa mengganggu mental kamu saat trading. Mungkin kalau loss 1-2x masih no problem. Tapi gimana kalau kamu loss sampai 7-8 kali berturut-turut? Duhhh, udah pasti panik.

Berbeda kalau kamu menerapkan risk per trade hanya 2%, maka loss 7x dengan persentase 14% saja. Lebih mending kan dibanding risk per trade 5%, maka loss 7x berturut-turut mencapai 35%. Waw, siap enggak mentalnya? So, pastikan kamu antisipasi terjadinya consecutive loss ya.

4. Mengetahui Drawdown

Drawdown atau penurunan aset yang terjadi selama trading merupakan perbandingan jumlah loss yang didapat dengan deposit awal. 

Katakanlah kamu trading dengan dana awal $10,000. Kemudian, kamu mencapai profit dan sekarang sudah mencapai $20.000. Ternyata, kamu mengalami loss di trading kedua sehingga saldo yang kamu punya saat ini mencapai $15,000. Nah, saat kamu mengalami loss tersebut dikenal dengan drawdown.

Sangat penting buatmu untuk mengatur batas maksimum drawdown untuk menyiapkan diri kalau terjadi loss berturut-turut seperti pembahasan pada poin sebelumnya.

Manajemen Risiko

Setiap bisnis tentunya punya risikonya masing-masing, begitu juga dengan bisnis trading forex. Dan bentuk risiko yang sering dihadapi para pebisnis adalah kerugian. Meski risiko ini enggak bisa ditiadakan, tapi kamu tetap bisa mengendalikannya.

Nah, untuk memaksimalkan peluang profit yang ada sekaligus meminimalisir risiko atau loss, kamu bisa menggunakan manajemen risiko atau biasa disebut dengan “risk management”. Dalam manajemen risiko, kamu perlu mengetahui berapa risiko yang bisa kamu tolerir untuk per transaksi, per bulan, dan keseluruhan dalam 1 sesi trading.

Menentukan Teknik Trading

Saat merencanakan sebuah trading plan, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya kalau memilih teknik trading sangatlah penting. 

Istilahnya begini, saat kamu belajar mengendarai motor. Tentunya kamu akan memilih kan, mau motor matic atau manual? Terus kenapa kamu memilih salah satu teknik itu? Tentunya, karena kamu merasa nyaman dan aman menggunakannya. 

Sama halnya dengan teknik saat trading forex, kamu cukup pilih satu teknik yang menurut kamu “paling gue banget” lalu konsisten melakukannya. 

Konsistensi adalah poin yang sangat penting ketika trading dan menjalankan bisnis, karena tanpa konsisten, kamu bakalan kebingungan sendiri. Kamu bakal bingung apa sih sebenarnya yang mau kamu capai? 

So, penting banget memilih teknik trading sebelum terjun langsung trading ya.

Analisa Teknikal

Analisa teknikal merupakan teknik analisis yang membantu trader membuat keputusan jual beli saat trading. Para trader biasanya menganalisa naik turun harga dalam rentang waktu tertentu. Analisis teknik itu mengandalkan:

  • Tren pasar
  • Support atau resistance melalui penggunaan grafik harga.

Analisa teknikal merupakan sebuah teknik trading berdasarkan harga historis untuk mengidentifikasi pola kemudian yakin bahwa pola tersebut akan terbentuk atau terulang lagi di masa mendatang. 

Pola-pola ini kemudian dianalisis untuk membantu trader mengidentifikasi kondisi pasar dan titik untuk masuk dan keluar market. So, analisa teknikal ini bukanlah sebuah prediksi, melainkan kemungkinan. 

Analisa Fundamental

Kalau analisa teknikal menganalisis soal harga, maka analisis fundamental lebih ke menganalisis laporan data ekonomi dan berita utama. Bahkan, terkadang tweet dari seorang pemimpin dunia juga ikut dianalisis lho.

Analisis fundamental adalah cara menganalisis potensi pergerakan mata uang melalui kekuatan atau kelemahan prospek ekonomi negara tersebut. Kalau kamu mau menggunakan analisa fundamental, maka kamu perlu memahami bagaimana berita ekonomi, keuangan, dan politik yang bisa memengaruhi nilai tukar mata uang.

Kalau sebelum rilis berita, sentimen pasar condong ke satu arah, maka hal tersebut bisa mengubah harga bahkan sebelum dirilis.

Signal Forex

Trading signal atau biasa disebut dengan sinyal trading merupakan rangkuman dari informasi mengenai suatu potensi pergerakan harga yang sudah dipilih trader. Sinyal ini bisa kamu gunakan sebagai referensi untuk membuka posisi, baik jual atau beli di level harga dan juga jangka waktu tertentu. 

Lalu, atas dasar apa ya signal forex ini dibuat? Sinyal-sinyal exit dan entry tersebut biasanya dibuat berdasarkan analisa dari pergerakan pair-pair mata uang berdasarkan strategi tertentu. Tapi, apakah trading signal menjamin kamu untuk profit? Belum tentu. 

Trading signal hanyalah referensi yang memungkinkan trader untuk bertransaksi lebih cepat. 

Enggak ada yang bisa menebak pergerakan harga pasar secara pasti karena ada saja peristiwa yang menyebabkan pergerakan harga melenceng dari analisis. So, perlu diingat ya bahwa signal forex hanyalah sebuah alat bantu dan enggak bisa menjadi patokan atau rekomendasi trading yang pasti untung buat kamu.

Semua keputusan saat kamu trading tetap jadi tanggung jawabmu, jangan gegabah dan main ikut sinyal begitu saja. Cocokkan kembali dengan strategi dan risiko trading kamu. Buatlah keputusan trading dengan bijak tanpa melibatkan emosi.

Robot Forex

Saat belajar trading forex, mungkin sekilas kamu membaca robot forex. Ini adalah salah satu teknik trading yang umum digunakan oleh para trader. Tapi, apakah kamu tahu apa maksud dari robot forex sendiri? 

Kalau menurut Kementerian Perdagangan (Kemendag), robot trading adalah perangkat lunak komputer yang bisa bekerja secara otomatis dalam memonitor pasar, melakukan manajemen risiko, melakukan kalkulasi peluang entry, dan menempatkan transaksi.

Secara singkat, robot forex atau dikenal dengan Expert Advisor (EA) merupakan alat yang digunakan untuk trading forex secara otomatis. 

Dengan kata lain, robot trading ini merupakan sebuah program komputer yang dibuat berdasarkan algoritma untuk bisa melakukan transaksi buy atau sell secara otomatis pada pasangan mata uang.

Kalau dilihat dari cara kerjanya sendiri, robot forex memang akan terhubung dengan platform trading kamu sehingga bisa membuka, mengelola, dan menutup posisi secara otomatis.

Sebagian besar robot ini dibuat dengan MetaTrader menggunakan bahasa skrip MQL. Hal ini memungkinkan trader menghasilkan sinyal buy atau sell dan mengelola trading. Untuk menggunakan robot trading, kamu bisa mendapatkannya melalui lokapasar atau membuatnya sendiri. Namun, kamu perlu berhati-hati memilih robot trading yang akan digunakan karena ada banyak kasus dan modus penipuan terkait robot trading.

Sebenarnya sah-sah saja jika kamu mau menggunakan robot saat trading di MagnetFX. Mengingat, robot juga dibuat berdasarkan suatu metode yang mungkin saja cocok dengan gaya trading dan trading plan kamu.

Memahami Risiko Trading Forex

Mendengarkan cerita sukses dari para trader yang berhasil meraup profit fantastis, emang menggiurkan banget, ya. Tapi, hal ini jadi pemicu para trader pemula yang jadinya malah ikut-ikutan trading.

Belajar dari keberhasilan orang emang bisa jadi semangat banget. Tapi, selain ngeliat potensi keuntungannya, kamu juga perlu memahami bagaimana risiko saat trading forex. Dibalik kesuksesan meraup profit tinggi, pastinya ada risiko juga dibaliknya. Lalu, apa saja risiko dalam trading forex? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

1. Volatilitas

Merupakan besaran jarak antara fluktuasi harga atau kecepatan naik turunnya nilai sebuah mata uang. Jika volatilitas semakin tinggi, maka risiko kegagalan juga semakin tinggi demikian pula dengan potensi keuntungannya. 

Adanya volatilitas sebenarnya bisa mempersulit kamu melakukan analisis fundamental dan teknikal, sebab pasar bergerak cukup cepat yang membuat kamu jadi sulit mengambil keputusan. Kalau trader pemula pastinya udah paham kalau pasar sangat volatile, mereka enggak trading dulu karena engga mau mengambil risiko.

2. Leverage

Merupakan aktivitas meminjam uang dalam jumlah tertentu kepada broker atau pialang untuk digunakan ketika trading forex. Aktivitas ini sebenarnya memang sangat lazim terjadi di dunia forex. Namun, leverage memang seperti pedang bermata dua, di mana artinya leverage bisa saja membuat kerugian kamu justru menjadi dua kali lipat.

Kenapa? Banyak broker yang mengharuskan trader menyisihkan uang dalam jumlah tertentu sebagai jaminan. Bahkan, jumlahnya bisa jadi lebih tinggi untuk mata uang tertentu. Nah, adanya jaminan ini menyebabkan kamu enggak bisa kembali mengambilnya ketika mengalami kerugian dan bahkan enggak bisa mengembalikan uang leverage tersebut.

3. Broker Scam

Memilih broker merupakan langkah krusial sebelum kamu memulai trading. Trading hanya bisa kamu lakukan di platform yang disediakan oleh broker atau pialang. Lalu, gimana ya kalau ternyata kamu salah memilih broker? Tentunya akan banyak risiko yang kamu tanggung, misalnya biaya fee dan administrasi yang tersembunyi, hingga platform yang sering downtime.

Keberadaan broker scam alias broker palsu memang bukanlah hal yang asing dalam trading forex. Beberapa oknum broker berpura-pura memikat para trader pemula dengan diimingi-imingi keuntungan yang besar.

4. Aspek Psikologis

Bukan enggak mungkin kalau pikiran buruk bisa muncul ketika melakukan trading. Berbagai tantangan psikologis seperti rasa cemas, ambisi terlalu tinggi, takut, dsb bisa menyebabkan kamu mengambil keputusan tanpa pertimbangan logis saat trading. 

5. Faktor Eksternal

Selain dari faktor internal seperti masalah psikologis, ada juga faktor eksternal yang enggak bisa kamu kendalikan. Contoh yang paling mudahnya adalah pandemi covid-19, karena enggak ada yang bisa memprediksi hal ini akan terjadi. Tentunya enggak ada yang bisa memprediksi seberapa parah dan sampai kapan pandemi akan berlangsung.

Faktor eksternal seperti ini memang bisa memengaruhi dunia forex. Kebijakan yang diambil oleh pemerintah suatu daerah bisa memengaruhi nilai tukar mata uangnya. Faktor eksternal lainnya adalah masalah sosial, politik, dan kebijakan moneter sebuah negara.

6. Meminimalisir Loss

Loss atau kerugian yang kamu alami ketika trading forex merupakan hal yang lumrah. Namun, peluang loss ini bisa diminimalisir jika kamu menerapkan strategi. Kamu bisa menganalisa trend dan harga-harga pada periode tertentu. 

Nah, biasanya broker pada umumnya akan menyediakan sejumlah tools yang bisa kamu manfaatkan dalam melakukan analisis. Dari hasil analisis inilah kamu bisa mengambil keputusan trading.

7. Money Management

Istilah yang satu ini berkaitan dengan bagaimana kamu mengelola uang. Misalnya ketika pasar sedang volatile, maka kamu dianjurkan untuk enggak mentradingkan semua uang yang kamu miliki hanya dalam satu waktu. 

Bayangkan kalau kamu melakukan itu, terus tau-tau pasarnya drop. Wah, bisa-bisa uang kamu lenyap seketika! Di sinilah pentingnya analisis teknikal dan fundamental yang perlu terus kamu pelajari ketika trading forex.

8. Risiko Saat Transaksi

Risiko yang satu ini berkaitan dengan perubahan kurs mata uang akibat dari perbedaan waktu antara transaksi dimulai hingga selesai. Trading forex itu berlangsung selama 24 jam, jadi kursnya bisa saja berubah sebelum trading selesai dieksekusi. 

Kalau nilai mata uangnya lebih tinggi, maka kamu akan untung, namun jika ternyata mata uang yang kamu tradingkan drop, maka kamu akan mengalami kerugian. Semakin tinggi selisih nilai mata uang, maka semakin tinggi pula risiko trading forex yang akan kamu tanggung. 

Buat Trading Plan

Buat Trading Plan

Kamu tahu nggak sih betapa pentingnya “To be your own trader”? Saat trading, jangan hanya mendengarkan saran trading dari orang lain yang cuman katanya, tapi kamu juga harus lihat faktanya. Hanya karena temanmu berhasil menggunakan satu metode, bukan berarti kamu juga ikutan berhasil.

Kita semua tentunya tumbuh dengan sudut pandang pasar, proses berpikir, tingkat toleransi risiko, dan pengalaman trading yang berbeda. Dengan memiliki trading plan sendiri, bisa menjadi personal reminder-mu yang mampu memperkecil kesalahan saat trading dan meminimalkan kerugian yang mungkin terjadi.

Oke, terus apa aja ya isi dari sebuah trading plan itu? Trading plan yang baik haruslah berisikan step by step kamu melakukan trading. Tujuan trading yang masuk ke dalamnya pun mencangkup jangka pendek dan jangka panjang. Tapi, bukan berarti trading plan yang kamu buat harus panjang atau terperinci banget. 

Lalu, kenapa sih kamu butuh trading plan? Trading forex itu merupakan kegiatan yang sangat menguras emosi. Jadi, kalau kamu enggak menerapkan trading plan atau bahkan enggak ngebuat sama sekali, kamu akan gampang banget trading pakai emosi dan jadinya enggak objektif. Jadi, sebelum trading, yuk, simak beberapa cara membuat trading plan berikut ini.

1. Apa yang Jadi Motivasi Kamu Saat Trading?

Kalau kamu cuman berpikir hanya untuk menghasilkan uang, maka stop pikiranmu itu sekarang juga! Kalau kamu berpikir dengan trading adalah salah satu cara untuk menghasilkan uang secepat mungkin, kamu salah besar. 

Kamu harus menetapkan goals yang lebih spesifik saat trading forex. Living by forex? Atau mau menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga dan teman? Belum cukup spesifik!

Kamu butuh sesuatu kayak, “Aku mau ngehasilin 1% setiap minggunya” atau “Aku enggak mau ngelakuin kesalahan trading untuk hari ini.”

2. Putuskan Kapan Entry dan Exit Saat Trading

Mencari tahu berapa lama waktu yang bisa kamu gunakan untuk komitmen sama trading emang enggak gampang. Apalagi trading itu butuh konsistensi, kamu enggak bisa ngelakuinnya setengah-setengah. 

Ketersediaan waktu yang bisa kamu gunakan akan menentukan gaya trading apa sih yang cocok buat kamu? Dan part paling pentingnya, kamu jadi tahu kapan harus entry dan kapan harus exit.

3. Tetapkan Rasio Risk and Reward

Sebelum memulai trading, kamu harus memastikan dulu ya kalau kamu tau seberapa besar risiko yang memang siap kamu tanggung. Mengingat harga di market memang akan selalu berubah. 

Banyak yang menggunakan rasio risk-reward 1:3 atau lebih tinggi, sehingga kemungkinan keuntungan yang dihasilkan 2x lipat dari potensi kerugian. 

Nah, buat kamu yang mau menghitung rasio risk and reward, maka bandingkanlah risiko loss dengan potensi keuntungannya. Misalnya, kamu melakukan trading $100 dan potensi keuntungannya adalah $400, maka rasio risk and reward nya adalah 1:4.

Kalau kamu belum berani memulai trading sekarang, maka berlatihlah trading di akun demo sampai kamu yakin melakukannya. Ingatlah, trading plan dibuat berdasarkan kenyataan, bukan harapan.

4. Metode Apa yang Mau Kamu Gunakan?

Trading punya cara dan strategi yang sama. Kepribadian seorang trader lah yang membedakan cara trading trader dengan trader yang lainnya. Beberapa mungkin lebih agresif, beberapa lagi lebih santuy. 

So, it’s important to know yourself. Kamu perlu tahu, bagaimana gaya hidup dan kepribadianmu untuk bisa mengidentifikasi apa sih kekuatan dan kelemahan yang kamu miliki saat trading. 

Trading plan adalah sistem trading yang kamu kembangkan sendiri berdasarkan analisis dan pandangan pasar sambil mempertimbangkan manajemen risiko dan psikologi pribadi. Jadi, mau sebagus apapun trading plan yang sudah dibuat, bakalan percuma kalau kamu enggak mengikutinya. 

Sama halnya ketika lagi trip, kamu perlu menyiapkan plan dengan sebaik-baiknya. Begitu pula dengan trading plan. Tapi, bedanya trading plan ini enggak bisa kamu otak-atik. Trading plan menjadi acuan supaya kamu enggak bisa mengintervensi transaksi misalnya tutup posisi kalau belum capai target TP/SL. Soalnya, bahaya banget kalau kamu enggak punya acuan batas, trading kamu malah jadi enggak konsisten.

Tapi, gimana ya kalau seandainya kamu malah mengalami loss terus-terusan bahkan kena margin call setelah mengikuti trading plan yang sudah dibuat? Maka, kamu harus mengoreksi trading plan yang sudah dibuat. 

Trading plan is a work in progress. Lingkungan pasar enggak statis, dinamis dan selalu berubah. So, trading plan kamu juga perlu di-update terus menerus. Lakukan adaptasi terhadap perubahan pasar, maka kamu bisa survive.

Daftar dan Buat Akun

Sudah tertarik untuk trading forex? Kamu bisa membuat akun di MagnetFX dan caranya mudah banget kok. Simak tutorialnya berikut, ya.

  1. Daftar terlebih dahulu melalui website MagnetFX.
  2. Isi form dengan melengkapi data pribadi seperti nama, alamat email, nomor telepon, dan password.
  3. Setelahnya, lakukan aktivasi untuk menerima detail akun demo.
  4. Lakukan verifikasi email dengan klik link verifikasi yang dikirimkan pada email kamu.
  5. Setelah aktivasi berhasil, maka klik tombol Lengkapi/Comply.
  6. Kamu akan dialihkan ke halaman Registrasi Akun Online.
  7. Untuk melakukan registrasi akun, ada 5 tahap yang harus kamu lewati yakni Informasi Pribadi, Tipe Akun, Pernyataan, Peraturan Trading, dan Profil Perusahaan. Jika sudah selesai maka klik tombol “Submit Form”.
  8. Setelah pendaftaran akun berhasil maka bagian compliance akan mengecek dokumen kamu. Jika data sudah benar kamu akan dihubungi perihal konfirmasi dan verifikasi data.
  9. Jika data sudah terverifikasi maka status akun kamu di cabinet area akan berubah yang sebelumnya “Belum Lengkap” menjadi “Aktif”.
  10. Selamat, sekarang kamu sudah bisa melakukan trading di MagnetFX!

Share on: