Dolar Terpukul, Trump Klaim Damai dengan Iran: Pasar Mulai Tinggalkan Aset Safe Haven
Trump mengklaim kesepakatan damai AS-Iran hampir final, membatalkan serangan militer dan membuka peluang pembukaan kembali Selat Hormuz.
ECB menaikkan suku bunga 25 bps, sementara inflasi produsen AS tetap tinggi sehingga ekspektasi suku bunga tinggi global masih bertahan
Dolar AS melemah pada Kamis setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai dan berpotensi ditandatangani dalam beberapa hari ke depan. Trump juga membatalkan serangan militer yang sebelumnya direncanakan terhadap Iran, sehingga meningkatkan optimisme pasar terhadap berakhirnya konflik Timur Tengah. Harapan pembukaan kembali Selat Hormuz turut mendorong sentimen risk-on dan mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti dolar AS.
Di sisi lain, data inflasi produsen (PPI) AS menunjukkan tekanan harga masih tinggi. PPI tahunan naik 6,5%, level tertinggi sejak November 2022, sementara pasar tenaga kerja AS tetap solid. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve belum akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat, bahkan masih membuka peluang kebijakan yang lebih ketat jika tekanan inflasi berlanjut.
Sementara itu, euro menguat setelah Bank Sentral Eropa (ECB) secara mengejutkan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin sebagai respons terhadap lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah. Keputusan tersebut menjadi kenaikan suku bunga pertama ECB sejak 2023 dan mendorong penguatan euro terhadap dolar. Kombinasi optimisme perdamaian Iran dan penguatan euro membuat indeks dolar AS bergerak lebih rendah.
Sumber materi berita: investing.com
Sentimen negatif untuk Dollar AS: Prospek perdamaian AS-Iran mengurangi permintaan aset safe haven dan berpotensi menurunkan tekanan harga energi global. Selain itu, penguatan euro setelah kenaikan suku bunga ECB turut menekan dolar AS. Meskipun data inflasi AS masih relatif tinggi, fokus pasar saat ini lebih tertuju pada meredanya risiko geopolitik yang mengurangi daya tarik dolar sebagai aset perlindungan.
Harga Emas Bangkit Dari Jurang! Trump Batalkan Serangan Iran, Pasar Mulai Bertaruh pada Perdamaian
Trump membatalkan serangan terhadap Iran dan mengklaim kesepakatan damai hampir final, meningkatkan harapan berakhirnya konflik Timur Tengah.
Dolar AS dan harga minyak melemah, sementara emas rebound kuat meski tekanan inflasi AS masih tinggi dan peluang kenaikan suku bunga The Fed tetap terbuka.
Harga emas melonjak tajam pada Kamis setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan lanjutan terhadap Iran dan mengumumkan bahwa poin-poin akhir kesepakatan damai telah disetujui oleh seluruh pihak terkait. Pernyataan tersebut memicu pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak, sehingga mendukung rebound emas setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari enam bulan. Harga emas spot ditutup naik 2,4% ke US$4.169,42 per ons, sementara kontrak berjangka naik 1,4% ke US$4.189,72 per ons.
Pergerakan emas berlangsung sangat volatil sepanjang sesi perdagangan. Awalnya pasar diguncang oleh ancaman Trump untuk menyerang Iran dan mengambil alih Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran. Namun sentimen berubah drastis setelah Trump menyatakan serangan dibatalkan karena proses negosiasi damai telah mencapai tahap final. Trump bahkan menyebut kesepakatan besar dengan Iran dapat ditandatangani dalam beberapa hari ke depan dan Selat Hormuz akan dibuka kembali segera setelah penandatanganan resmi dilakukan.
Di sisi lain, data inflasi produsen (PPI) AS menunjukkan tekanan harga masih tinggi dengan kenaikan tahunan sebesar 6,5%, tertinggi sejak November 2022. Kondisi ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama bahkan berpotensi menaikkan suku bunga kembali pada semester kedua tahun ini. Meskipun faktor tersebut secara fundamental menjadi hambatan bagi emas, optimisme terhadap potensi perdamaian Iran-AS dan pelemahan dolar berhasil menjadi katalis utama penguatan harga emas pada perdagangan Kamis.
Sumber materi berita: investing.com
Sentimen positif: Pembatalan serangan AS terhadap Iran dan meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan damai mendorong pelemahan dolar AS serta meningkatkan minat beli pada emas. Walaupun data inflasi AS masih tinggi dan berpotensi mendukung kebijakan suku bunga ketat The Fed, pasar lebih fokus pada meredanya risiko geopolitik dan pelemahan dolar yang menjadi pendorong utama kenaikan harga emas dalam jangka pendek.
Trump membatalkan serangan terhadap Iran dan mengindikasikan kesepakatan damai semakin dekat, sehingga menekan premi risiko geopolitik di pasar minyak.
Persediaan minyak mentah AS turun jauh di atas ekspektasi, namun dampaknya tertutupi oleh optimisme berakhirnya konflik Timur Tengah.
Harga minyak dunia turun tajam pada Kamis setelah Presiden Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran hanya beberapa jam sebelum operasi dijalankan. Keputusan tersebut memicu optimisme bahwa negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran akhirnya mendekati kesepakatan setelah lebih dari tiga bulan konflik berlangsung. Harga minyak Brent turun 2,7% ke US$90,60 per barel, sementara WTI melemah 2,6% ke US$87,71 per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya menopang harga energi.
Trump menyatakan bahwa pembahasan perdamaian telah mencapai tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan melibatkan koalisi luas negara-negara kawasan Timur Tengah. Meski Iran belum memberikan tanggapan resmi, laporan dari sumber Iran dan pejabat Barat menunjukkan bahwa pembicaraan tidak langsung mengenai kesepakatan awal perdamaian semakin intensif. Pernyataan ini memperkuat keyakinan pasar bahwa peluang berakhirnya konflik kini lebih besar dibandingkan eskalasi militer baru.
Di tengah optimisme tersebut, situasi Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama pasar. Iran sebelumnya mengumumkan penutupan jalur pelayaran strategis tersebut, namun militer AS menyatakan kapal-kapal komersial masih dapat melintas. Sementara itu, data EIA menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 7,2 juta barel, jauh lebih besar dari ekspektasi penurunan 4 juta barel. Meski data stok yang lebih ketat biasanya mendukung harga minyak, sentimen pasar lebih didominasi oleh harapan tercapainya perdamaian yang berpotensi memulihkan pasokan energi global.
Sumber materi berita: investing.com
Sentimen negatif: Pembatalan serangan AS terhadap Iran meningkatkan peluang tercapainya kesepakatan damai dan potensi normalisasi arus energi melalui Selat Hormuz. Berkurangnya risiko gangguan pasokan global membuat pasar mengurangi posisi spekulatif bullish pada minyak, sehingga tekanan jual lebih dominan meskipun stok minyak AS menunjukkan penurunan signifikan.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi GBP:
Gross Domestic Product (GDP) – (GBP)
Penjelasan Forecast Ekonomi Inggris diprediksi mengalami penyusutan menjadi -0.1%, turun dari bulan sebelumnya yang masih tumbuh positif di angka 0.3%.
Dampak:
Angka pertumbuhan yang minus (kontraksi) adalah sinyal bahwa ekonomi sedang melambat. Kondisi ini membuat mata uang negara tersebut menjadi kurang menarik di mata investor, sehingga nilai GBP berpotensi turun.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
