Wall Street Cetak Rekor Baru, Harapan Damai AS–Iran Picu Reli Saham

  • Wall Street cetak rekor baru, S&P 500 dan Nasdaq naik tajam didorong optimisme damai dan earnings kuat.

  • Harapan damai AS–Iran jadi katalis utama, pernyataan Trump dan potensi negosiasi menenangkan pasar.

Bursa saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Rabu, namun tetap menunjukkan kekuatan signifikan seiring meningkatnya optimisme terhadap negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Indeks S&P 500 melonjak 0,8% ke rekor tertinggi baru, sementara NASDAQ Composite naik 1,6%. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average sedikit melemah 0,2%. Reli ini menandai pemulihan kuat setelah tekanan pasar pada Maret akibat konflik Timur Tengah.

Sentimen positif didorong oleh ekspektasi gencatan senjata permanen dan dimulainya kembali pembicaraan damai, serta kinerja solid musim laporan keuangan. Pernyataan Donald Trump yang menyebut konflik dengan Iran “mendekati akhir” semakin memperkuat kepercayaan pasar. Selain itu, sektor teknologi menjadi motor utama kenaikan, dipimpin oleh saham-saham besar seperti Microsoft, Apple, dan Tesla.

Meski demikian, risiko belum sepenuhnya hilang. Blokade di Selat Hormuz masih berlangsung dan berpotensi mengganggu pasokan energi global. Namun, harga minyak yang tetap di bawah $100/barel serta indikasi pembicaraan lanjutan membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Investor kini menunggu perkembangan negosiasi geopolitik dan kelanjutan laporan kinerja perusahaan sebagai arah berikutnya.

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen positif untuk indeks saham AS: Optimisme geopolitik dan kekuatan fundamental ekonomi AS mendorong reli pasar saham, meskipun risiko konflik dan energi masih membayangi.

 
 

Emas Tergelincir: Harapan Damai AS–Iran Picu Aksi Risk-On Global

  • Optimisme damai AS–Iran mendorong peralihan ke aset berisiko dan menekan harga emas.

  • Yield tinggi dan ekspektasi suku bunga tetap menjadi tekanan utama bagi emas.

Harga emas melemah hampir 1% seiring meningkatnya optimisme terhadap potensi kesepakatan antara AS dan Iran. Pernyataan Donald Trump yang menyebut konflik “hampir berakhir” mendorong investor beralih ke aset berisiko seperti saham, dengan indeks S&P 500 menembus level psikologis 7.000. Akibatnya, XAU/USD turun dari puncak $4.871 dan diperdagangkan di bawah $4.800.

Tekanan terhadap emas juga datang dari kenaikan imbal hasil obligasi AS, di mana yield Treasury 10-tahun naik ke sekitar 4,27%. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga lebih lama semakin mengurangi daya tarik emas sebagai aset non-yielding. Meski dolar AS sedikit melemah, arus dana tetap mengalir ke pasar saham, mempercepat pelemahan logam mulia tersebut.

Namun, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Ketegangan di Selat Hormuz masih menjadi perhatian utama pasar, di tengah blokade AS dan potensi gangguan pasokan energi. Selain itu, inflasi AS yang masih bertahan di kisaran tinggi memperkuat sikap hawkish The Fed, yang berpotensi menekan harga emas lebih lanjut jika suku bunga tetap tinggi dalam jangka panjang.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Sentimen negatif: Penurunan permintaan safe haven, kenaikan yield, serta ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama menjadi kombinasi kuat yang menekan harga emas meskipun risiko geopolitik masih ada.

Minyak Tertahan di Tengah Ketegangan: Harapan Damai vs Ancaman Pasokan Global

  • Pasokan minyak global masih terganggu meski ada harapan negosiasi damai AS–Iran.

  • Selat Hormuz belum pulih sepenuhnya, menjaga risiko tinggi pada harga energi global.

Harga minyak dunia bergerak stabil pada Rabu di tengah tarik-menarik antara kekhawatiran gangguan pasokan dan harapan berakhirnya konflik AS–Iran. Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa perang bisa segera berakhir memberikan sentimen positif, namun pasar tetap waspada karena gangguan distribusi energi belum sepenuhnya pulih. Brent ditutup di $94,93 per barel, sementara WTI berada di $91,29, mencerminkan pasar yang masih berhati-hati.

Di sisi lain, Iran membuka kemungkinan kompromi dengan mengizinkan kapal melintas melalui sisi Oman dari Selat Hormuz jika kesepakatan tercapai. Namun realitas di lapangan menunjukkan arus kapal masih jauh di bawah normal sejak penutupan jalur tersebut oleh Iran. Kerugian pasokan minyak Timur Tengah telah mencapai ratusan juta barel, sementara blokade AS terhadap pelabuhan Iran semakin menekan aliran energi global.

Tekanan terhadap ekonomi global juga meningkat, dengan lembaga seperti IMF memperingatkan dampak lanjutan dari gangguan energi dan rantai pasok. Meski ada tanda-tanda pemulihan terbatas pada lalu lintas tanker, pasar tetap menyimpan premi risiko karena ketidakpastian tinggi. Faktor tambahan seperti kebijakan suku bunga AS dan dinamika politik semakin memperumit outlook energi dan inflasi global.

Sumber materi berita: investing.com

Sentimen negatif: Meskipun ada harapan de-eskalasi konflik, gangguan pasokan minyak yang masih besar, blokade, serta ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global tetap mendominasi sentimen pasar.

 

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

  • CPI (YoY) (Mar) – EUR

Inflasi tahunan zona Eropa diprediksi melonjak ke 2.5% dari sebelumnya 1.9%.

Dampak: Potensi Bullish EUR karena lonjakan inflasi yang signifikan akan memicu sentimen Hawkish dari ECB untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

  • Philadelphia Fed Manufacturing Index (Apr) – USD

Indeks manufaktur wilayah Philadelphia diperkirakan melambat ke level 10.3 dari angka sebelumnya 18.1.
Dampak: Potensi Bearish USD karena penurunan aktivitas manufaktur menunjukkan pendinginan ekonomi di sektor produksi.

Initial Jobless Claims – USD
Klaim pengangguran mingguan diprediksi turun menjadi 213K dibandingkan minggu sebelumnya di level 219K.

Dampak: Potensi Bullish USD jika rilis aktual sesuai atau lebih rendah dari forecast, karena menunjukkan pasar tenaga kerja AS yang masih cukup kuat dan tangguh.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: