Dolar AS Melemah di Tengah Bayang-Bayang Tarif Trump dan Laporan Nvidia
Tarif Trump dan ketidakpastian kebijakan perdagangan menekan prospek dolar dalam jangka menengah.
Laporan keuangan Nvidia menjadi katalis utama sentimen pasar global, terutama sektor teknologi dan aset berisiko.
Dolar Amerika Serikat melemah pada perdagangan Rabu, melanjutkan pola pergerakan fluktuatif sepanjang pekan ini. Indeks Dolar (DXY) turun sekitar 0,2% ke level 97,69, meskipun masih mencatat kenaikan hampir 1% dalam sebulan terakhir. Pelemahan terjadi di tengah perhatian pasar terhadap laporan keuangan raksasa chip AI, Nvidia, yang dinilai berpotensi menggerakkan sentimen global. Investor menanti apakah kinerja dan proyeksi perusahaan mampu meredakan kekhawatiran atas valuasi tinggi sektor teknologi dan belanja besar di bidang kecerdasan buatan.
Di sisi kebijakan perdagangan, Presiden Donald Trump tetap melanjutkan agenda tarifnya setelah tarif global 10% resmi berlaku dan berpotensi dinaikkan menjadi 15%. Meski Mahkamah Agung sebelumnya membatasi kewenangan tarif darurat, Trump menegaskan kebijakan dapat dijalankan melalui otoritas lain. Ketidakpastian arah kebijakan ini dinilai dapat membebani prospek dolar dalam jangka menengah, terutama jika memicu kekhawatiran deglobalisasi dan tekanan terhadap status dolar sebagai mata uang cadangan utama dunia.
Di pasar global, euro menguat setelah data menunjukkan ekonomi Jerman tumbuh 0,3% pada kuartal IV 2025, sementara poundsterling juga rebound tipis. Sebaliknya, yen Jepang melemah akibat spekulasi bahwa tekanan politik dapat membatasi pengetatan kebijakan oleh Bank of Japan. Dolar Australia melonjak setelah data inflasi lebih tinggi dari perkiraan, memicu spekulasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh bank sentral Australia.
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen negatif untuk Dollar AS: Dipicu ketidakpastian tarif dan potensi volatilitas pasar dari sektor teknologi, meskipun pergerakan masih dalam rentang terbatas.
Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Tarif dan Sinyal Dovish The Fed
Emas naik lebih dari 1% dipicu ketidakpastian tarif AS dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Proyeksi bullish dari JPMorgan memperkuat sentimen positif terhadap emas hingga akhir tahun.
Harga emas dunia melonjak lebih dari 1% pada perdagangan Rabu, didorong ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat serta ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh Federal Reserve sepanjang tahun ini. Pasangan XAU/USD diperdagangkan di level $5.204 setelah sempat menyentuh titik terendah di $5.121. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah dinamika kebijakan tarif dan risiko geopolitik global.
Dalam pidato kenegaraan, Presiden AS Donald Trump menyatakan ekonomi berada dalam “era keemasan”, dengan inflasi menurun dan upah meningkat. Namun, pernyataan terkait potensi kenaikan tarif global hingga 15% serta isu negosiasi nuklir dengan Iran kembali memicu kekhawatiran pasar. Di sisi lain, pejabat The Fed seperti Jeffrey Schmid dan Thomas Barkin menegaskan masih adanya tantangan inflasi, meski pasar swap memperkirakan pemangkasan suku bunga sekitar 51 basis poin hingga akhir tahun.
Prospek emas semakin diperkuat oleh proyeksi optimistis dari JPMorgan yang memperkirakan harga emas dapat mencapai $6.300 per ounce pada akhir tahun, ditopang permintaan bank sentral, pelemahan dolar AS, serta ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada data klaim pengangguran AS dan pidato lanjutan pejabat The Fed yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter.
Sumber materi berita: fxstreet.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen positif: Karena kombinasi potensi pelonggaran moneter, ketidakpastian tarif, serta risiko geopolitik meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Harga Minyak Tertahan di Tengah Lonjakan Stok AS dan Bayang-Bayang Konflik Iran
Lonjakan stok minyak mentah AS sebesar 16 juta barel gagal menekan harga secara signifikan karena tertutup risiko geopolitik.
Ketegangan AS-Iran serta rencana peningkatan produksi OPEC+ menciptakan ketidakpastian arah pasokan global.
Harga minyak dunia ditutup relatif stabil pada perdagangan Rabu meskipun data menunjukkan lonjakan besar persediaan minyak mentah Amerika Serikat. Minyak Brent berakhir naik tipis 8 sen ke level US$70,85 per barel, sementara WTI turun 21 sen menjadi US$65,42 per barel. Data dari Energy Information Administration mencatat stok minyak mentah AS melonjak 16 juta barel pekan lalu—jauh di atas perkiraan analis sebesar 1,5 juta barel—seiring turunnya utilisasi kilang dan meningkatnya impor.
Meski laporan tersebut secara fundamental bersifat bearish, dampaknya terhadap harga terbatas karena pasar lebih fokus pada risiko geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah Donald Trump menyampaikan sikap tegas terhadap Iran dan membuka kemungkinan aksi militer guna menekan program nuklir Teheran. Potensi konflik berkepanjangan dikhawatirkan mengganggu pasokan dari Iran, produsen terbesar ketiga dalam OPEC, terutama jika distribusi melalui Selat Hormuz terdampak.
Di sisi lain, Arab Saudi dilaporkan menyiapkan rencana peningkatan produksi jangka pendek untuk mengantisipasi gangguan suplai, sementara kelompok OPEC+ mempertimbangkan kenaikan output 137.000 barel per hari mulai April. Ketidakpastian tarif impor AS yang berpotensi naik hingga 15% juga menambah kekhawatiran investor terhadap prospek permintaan global. Pasar kini bergerak hati-hati menanti hasil pertemuan diplomatik AS-Iran di Jenewa.
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen negatif: Karena lonjakan stok dan potensi kenaikan produksi membebani harga. Namun, risiko geopolitik menjaga pasar tetap dalam kondisi waspada dan volatil.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi USD:
- Initial Jobless Claims – USD
Klaim pengangguran diperkirakan naik ke 217K dari sebelumnya 206K, mengindikasikan adanya peningkatan jumlah pengajuan tunjangan pengangguran. Kenaikan ini mengindikasikan potensi pelemahan pasar tenaga kerja secara bertahap.
Dampak:
USD berpotensi melemah jika klaim > 217K.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
