Rotasi Menghantam Teknologi, Wall Street Tertekan di Awal Februari
Saham teknologi melemah tajam, dipicu kinerja AMD dan kekhawatiran atas biaya besar AI.
Terjadi rotasi signifikan ke sektor defensif, menekan indeks berbasis teknologi.
Wall Street ditutup mayoritas melemah pada Rabu, seiring tekanan lanjutan pada saham teknologi setelah AMD anjlok pasca rilis kinerja. NASDAQ turun 1,5% dan S&P 500 melemah 0,5%, meski berhasil bangkit dari level terendah intraday. Sebaliknya, Dow Jones justru menguat 0,5% berkat lonjakan saham Amgen. Investor juga mencermati data tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan serta menunggu laporan keuangan Alphabet yang menjadi fokus utama pasar.
Sentimen terhadap sektor teknologi memburuk karena kekhawatiran atas persaingan AI baru dan mahalnya investasi infrastruktur yang belum menunjukkan imbal hasil cepat. AMD terperosok 17% meski membukukan rekor pendapatan, memicu rotasi ke sektor defensif seperti material, consumer staples, dan energi. Analis menilai pergeseran kepemimpinan sektor ini signifikan dan dapat menyeret S&P 500 jika tekanan berlanjut, terutama jika indeks menembus level support kunci.
Di sisi makro, laporan ADP menunjukkan kenaikan tenaga kerja swasta yang lebih rendah dari ekspektasi, sementara PMI jasa tetap ekspansif. Investor juga mencerna kabar komunikasi Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang menyinggung perdagangan dan energi, memberi harapan stabilisasi hubungan. Namun, fokus pasar tetap pada kinerja emiten besar teknologi dan arah rotasi sektor yang sedang berlangsung.
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen negatif untuk indeks saham AS: Karena rotasi sektor dan ketidakpastian prospek AI.
Dolar Menguat & Geopolitik Mereda, Emas Terkoreksi dari Puncak $5.091
Penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi yang stabil menekan daya tarik emas.
Meredanya ketegangan geopolitik global mengurangi permintaan safe haven.
Harga emas terkoreksi lebih dari 1% pada sesi Amerika Utara, Rabu, setelah menyentuh level tertinggi tiga hari di $5.091. Tekanan datang dari penguatan moderat dolar AS serta sentimen pasar yang cenderung campuran, sehingga XAU/USD bergerak turun ke area $4.901. Pelaku pasar masih mencerna data ekonomi AS yang beragam, di mana sinyal pelemahan tenaga kerja tertahan oleh aktivitas sektor jasa yang tetap solid dan tekanan harga yang meningkat.
Meski data ADP menunjukkan penambahan tenaga kerja yang lebih lemah dari perkiraan, laporan ISM Services PMI justru berada di atas ekspektasi, dengan komponen harga naik ke level tertinggi dua bulan. Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap stabil, menopang daya tarik dolar. Di sisi geopolitik, percakapan positif antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping turut menenangkan pasar, sehingga mengurangi permintaan aset lindung nilai seperti emas.
Dari Timur Tengah, ketegangan memang masih ada setelah insiden drone Iran yang ditembak jatuh AS, namun rencana perundingan di Oman meredam kekhawatiran eskalasi besar. Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik, sementara pasar uang masih memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed hingga akhir tahun. Kombinasi faktor tersebut membuat emas kehilangan momentumnya meski risiko global belum sepenuhnya hilang.
Sumber materi berita: fxstreet.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen negatif: Karena faktor makro dan geopolitik saat ini lebih menekan permintaan emas dibandingkan mendorong kenaikan.
Ketegangan AS–Iran & Stok AS Anjlok Dorong Harga Minyak Tetap Kuat Meski Volatil
Ketegangan geopolitik AS–Iran meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak global.
Stok minyak AS turun tajam akibat cuaca ekstrem yang mengganggu produksi dan ekspor.
Harga minyak dunia memangkas sebagian penguatannya pada Rabu setelah laporan menyebutkan bahwa pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran kembali dibuka, usai sebelumnya dikabarkan batal. Dinamika hubungan kedua negara menjadi faktor utama pergerakan harga. Meski sempat berfluktuasi, pasar tetap mendapat dukungan dari data industri yang menunjukkan penurunan tajam stok minyak AS akibat cuaca ekstrem yang mengganggu produksi.
Pada pukul 14:55 ET, kontrak Brent naik 1,9% ke level USD 68,61 per barel, sementara WTI menguat 1,7% ke USD 64,27 per barel. Axios melaporkan bahwa pembicaraan nuklir sempat runtuh karena perbedaan format dan lokasi, namun kemudian kembali berjalan setelah adanya tekanan dari sejumlah pemimpin Arab dan Muslim. Menteri Luar Negeri Iran mengonfirmasi pertemuan akan digelar di Muscat, meski masih terdapat perbedaan tuntutan terkait ruang lingkup negosiasi.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik meningkat setelah AS menembak jatuh drone Iran di dekat kapal induk dan muncul laporan kapal perang Iran mendekati tanker berbendera AS di Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump juga mengancam aksi militer lebih lanjut jika Iran tidak memenuhi tuntutan terkait program nuklirnya. Kondisi ini memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah, yang semakin diperkuat oleh data API yang menunjukkan stok minyak AS anjlok 11,1 juta barel, jauh dari perkiraan kenaikan.
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen positif: Karena kombinasi risiko geopolitik dan penurunan pasokan global memperketat keseimbangan pasar.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi USD:
BoE Interest Rate Decision (Feb)
Suku bunga diperkirakan tetap di 3.75%, yang mengindikasikan Bank of England masih berhati-hati menunggu perkembangan inflasi dan pertumbuhan. Kebijakan ini mencerminkan sikap wait and see tanpa sinyal pelonggaran cepat.
Kesimpulan Dampak:
➡️ GBP cenderung stabil, namun bisa menguat jika pernyataan BoE bernada hawkish.
- Initial Jobless Claims (AS)
Kenaikan klaim ke 212K dari 209K mengindikasikan pelemahan ringan di pasar tenaga kerja. Meski masih rendah secara historis, tren ini dapat memperkuat spekulasi bahwa ekonomi mulai mendingin.
Kesimpulan Dampak:
➡️ USD berpotensi melemah ringan, terutama jika klaim naik lebih tinggi dari perkiraan.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
