Wall Street Menguat Didukung Lonjakan Saham Teknologi dan Redanya Risiko Geopolitik
Lonjakan saham teknologi, terutama Meta, menjadi motor utama penguatan indeks.
Redanya ketegangan geopolitik dan data ekonomi AS yang kuat memperkuat sentimen risiko.
Indeks saham utama AS ditutup menguat pada Kamis, memperpanjang reli untuk hari kedua berturut-turut, seiring meredanya ketegangan geopolitik dan lonjakan saham sektor teknologi yang dipimpin Meta Platforms. Dow Jones naik 306 poin atau 0,6%, S&P 500 menguat 0,5%, dan Nasdaq melonjak 0,9%. Penguatan ini terjadi setelah pasar sebelumnya sempat mencatat penurunan terbesar sejak Oktober.
Saham Meta melesat lebih dari 5% setelah Jefferies menegaskan kembali rekomendasi “top pick”, menilai potensi kecerdasan buatan (AI) sebagai pendorong utama pertumbuhan. Sektor teknologi juga mendapat sentimen positif dari Alibaba, yang dikabarkan berencana melantai-kan unit chip AI-nya. Di tengah musim laporan keuangan, kinerja emiten menunjukkan ketahanan ekonomi AS, meskipun beberapa saham seperti Mobileye dan McCormick tertekan akibat hasil yang di bawah ekspektasi.
Sentimen pasar semakin membaik setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kerangka kesepakatan dengan NATO terkait Greenland, yang membuatnya membatalkan rencana tarif terhadap delapan negara Eropa. Di sisi makro, data menunjukkan ekonomi AS tetap solid, dengan klaim pengangguran lebih rendah dari perkiraan dan pertumbuhan PDB kuartal ketiga melampaui ekspektasi. Pasar kini menantikan keputusan The Fed pekan depan, yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga.
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish untuk Indeks Saham AS: Didorong oleh optimisme terhadap sektor teknologi, stabilitas ekonomi, dan meredanya risiko global.
Emas Tembus USD 4.900, Pasar Abaikan Data Kuat AS
Emas tetap reli meski data ekonomi AS kuat dan ketegangan geopolitik mereda.
Ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dan melemahnya dolar menopang harga emas.
Harga emas dunia kembali mencetak rekor baru pada Kamis, menembus level USD 4.906 per troy ounce, naik sekitar 1,6% dalam sehari dan mencatat kenaikan untuk hari keempat berturut-turut. Kenaikan ini terjadi meskipun sentimen risiko global membaik setelah ketegangan antara AS dan Eropa mereda menyusul kesepakatan terkait Greenland. Pada saat laporan ini dibuat, XAU/USD bergerak di sekitar USD 4.903.
Optimisme pasar meningkat setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana tarif terhadap delapan negara Eropa usai bertemu dengan Sekjen NATO Mark Rutte. Di sisi lain, data ekonomi AS menunjukkan kinerja yang lebih kuat dari perkiraan, dengan pertumbuhan PDB kuartal ketiga mencapai 4,4% dan inflasi inti PCE tetap stabil. Kondisi ini memangkas harapan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, namun tidak menghentikan reli emas.
Pasar uang saat ini masih memperkirakan sekitar 41 basis poin pelonggaran kebijakan The Fed hingga akhir tahun, menjaga prospek jangka menengah emas tetap positif. Tekanan tambahan datang dari melemahnya dolar AS, yang turun ke 98,32, sementara imbal hasil obligasi AS relatif stabil. Kombinasi ekspektasi pelonggaran suku bunga jangka menengah dan pelemahan dolar terus menopang tren naik emas.
Sumber materi berita: fxstreet.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen positif: Karena dukungan dari prospek pelonggaran moneter dan pelemahan dolar masih lebih dominan dibanding faktor penekan jangka pendek.
Redanya Risiko Geopolitik Tekan Harga Minyak ke Level Terendah Sepekan
Redanya ketegangan Greenland, Iran, dan potensi damai Rusia–Ukraina menekan premi risiko minyak.
Lonjakan stok minyak AS dan potensi tambahan pasokan dari Rusia serta Venezuela memperburuk tekanan harga.
Harga minyak dunia jatuh sekitar 2% pada Kamis dan menyentuh level terendah dalam sepekan, setelah Presiden AS Donald Trump melunakkan ancamannya terhadap Greenland dan Iran. Optimisme akan kemajuan menuju perdamaian Rusia–Ukraina juga mengurangi premi risiko geopolitik. Brent ditutup turun 1,8% ke USD 64,06 per barel, sementara WTI melemah 2,1% ke USD 59,36 per barel.
Tekanan semakin besar setelah Trump menyatakan telah mengamankan akses permanen AS ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO, sehingga meredakan kekhawatiran konflik. Di sisi lain, peluang kesepakatan damai Ukraina berpotensi membuka kembali ekspor minyak Rusia yang saat ini dibatasi sanksi. Pasokan tambahan juga bisa datang dari Venezuela, seiring reformasi sektor migas dan izin terbatas bagi ekspor ke pasar global, yang diperkirakan menambah tekanan pada harga.
Sentimen negatif semakin kuat setelah data menunjukkan lonjakan stok minyak AS. EIA melaporkan persediaan minyak mentah meningkat 3,6 juta barel, jauh di atas perkiraan pasar. Meski Aramco menyatakan prediksi kelebihan pasokan global terlalu dibesar-besarkan, pasar tetap bereaksi terhadap kombinasi peningkatan suplai dan menurunnya risiko geopolitik.
Sumber materi berita: investing.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen negatif: Karena risiko geopolitik mereda dan prospek peningkatan pasokan global semakin besar.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi USD
- BoJ Interest Rate Decision
Bank of Japan diperkirakan mempertahankan suku bunga di 0,75%, menandakan stabilitas kebijakan dan kehati-hatian terhadap pemulihan ekonomi.
Kesimpulan Dampak:
➡️ JPY netral hingga bullish ringan, jika nada kebijakan tetap hawkish.
- S&P Global Services PMI (Jan)
PMI jasa diproyeksikan naik ke 52,9, menunjukkan ekspansi sektor jasa yang tetap solid.
Kesimpulan Dampak:
➡️ Bullish USD, karena mendukung sentimen ekonomi AS yang kuat.
- S&P Global Manufacturing PMI (Jan)
PMI manufaktur diperkirakan meningkat ke 51,9, menandakan aktivitas industri kembali ekspansif.
Kesimpulan Dampak:
➡️ Bullish USD, memperkuat pandangan ekonomi AS masih resilien.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
