Dolar AS Tetap Tangguh di Tengah Data Kuat, Pasar Tunda Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

  • Data ekonomi AS yang kuat memperkuat ekspektasi The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

  • Sikap hawkish pejabat The Fed menjaga daya tarik dolar meski terjadi pelemahan harian terbatas.

Dolar AS bergerak sedikit melemah pada perdagangan Jumat, namun tetap berada di jalur penguatan mingguan untuk pekan ketiga berturut-turut. Kinerja ini ditopang oleh serangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan, khususnya penurunan klaim pengangguran awal ke 198 ribu, jauh di bawah proyeksi pasar. Kondisi ini menegaskan bahwa pasar tenaga kerja AS masih solid dan ekonomi tetap berada dalam fase ekspansi moderat.

Data ekonomi yang solid tersebut mendorong pelaku pasar untuk menunda ekspektasi pemangkasan suku bunga pertama oleh Federal Reserve ke pertengahan tahun. Sejalan dengan itu, sejumlah pejabat The Fed menegaskan fokus utama bank sentral masih pada pengendalian inflasi. Pernyataan ini memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat lebih lama, sehingga mendukung daya tarik dolar AS di pasar global.

Sementara itu di Eropa, euro mencatat penguatan terbatas setelah data inflasi Jerman menunjukkan tekanan harga yang masih terkendali. Namun, minimnya katalis ekonomi di kawasan euro dan sikap hati-hati Bank Sentral Eropa membuat pergerakan euro cenderung terbatas. Di sisi lain, kesepakatan dagang besar antara Uni Eropa dan Mercosur berpotensi memberikan dukungan jangka panjang, meski masih menghadapi tantangan ratifikasi dan kekhawatiran politik.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen kuat untuk Dollar AS: Didukung oleh fundamental ekonomi yang solid dan ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang tetap ketat.

Emas Tertekan Profit Taking, Data Ekonomi AS yang Solid Perkuat Dolar

  • Data ekonomi AS yang kuat memperkuat dolar dan menekan harga emas melalui kenaikan imbal hasil obligasi.

  • Meredanya risiko geopolitik mengurangi permintaan emas sebagai aset safe haven.

Harga emas dunia (XAU/USD) mencatat penurunan lebih dari 0,70% pada perdagangan Jumat seiring aksi ambil untung investor dan meningkatnya keraguan pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga agresif oleh Federal Reserve. Serangkaian data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pasar tenaga kerja masih cukup solid, sehingga ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih dari satu kali mulai dikurangi. Pada saat laporan ini disusun, emas diperdagangkan di kisaran USD 4.580 per troy ounce.

Tekanan terhadap emas semakin besar setelah data produksi industri AS bulan Desember naik 0,4%, jauh melampaui ekspektasi penurunan. Data tenaga kerja yang tetap tangguh turut menopang penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, yang secara langsung mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil. Di saat yang sama, ketidakpastian seputar arah kebijakan The Fed dan dinamika politik terkait penunjukan Ketua The Fed juga memicu volatilitas di pasar keuangan.

Dari sisi geopolitik, meredanya premi risiko turut menekan permintaan emas sebagai aset lindung nilai. Laporan bahwa ketegangan antara Israel dan Iran belum mengarah pada aksi militer langsung membuat pelaku pasar mengurangi posisi safe haven. Kombinasi penguatan dolar, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, serta berkurangnya risiko geopolitik membuat ruang penguatan emas dalam jangka pendek menjadi terbatas, meskipun ketidakpastian kebijakan moneter AS masih membayangi pasar.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Lemah: Dipicu oleh penguatan dolar AS, data ekonomi yang solid, serta berkurangnya dorongan safe haven.

Minyak WTI Bangkit Terbatas, Redanya Ketegangan Iran Tertahan Isu Kelebihan Pasokan

  • Redanya ketegangan geopolitik Iran mendorong pemulihan harga minyak, namun hanya bersifat sementara.

  • Kekhawatiran kelebihan pasokan global dan lemahnya permintaan membatasi potensi kenaikan WTI.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berhasil rebound setelah dua sesi penurunan beruntun, seiring meredanya kekhawatiran geopolitik terkait Iran. Pada perdagangan Jumat, WTI diperdagangkan di sekitar USD 59,80 per barel, menguat sekitar 1,60%. Penguatan ini dipicu oleh pernyataan lebih hati-hati dari Gedung Putih, di mana Presiden AS Donald Trump menyatakan menunda opsi aksi militer setelah menerima jaminan bahwa eskalasi kekerasan di Iran akan mereda.

Sentimen pasar turut membaik setelah laporan menyebutkan Israel dan sekutu regional AS mendorong Washington untuk menahan diri guna menghindari potensi balasan yang dapat mengganggu stabilitas Timur Tengah. Kekhawatiran akan gangguan pasokan dari Iran—anggota penting OPEC—sempat menambah premi risiko pada harga minyak. Namun, meredanya ancaman konflik dalam jangka pendek membuat pelaku pasar kembali menilai ulang risiko geopolitik, meski potensi ketegangan belum sepenuhnya hilang.

Meski demikian, penguatan WTI masih bersifat terbatas karena faktor fundamental tetap membayangi pasar. Ekspektasi kelebihan pasokan global pada 2026, data persediaan minyak AS yang cenderung meningkat, serta permintaan global yang dinilai rapuh terus menekan prospek kenaikan harga. Pandangan jangka panjang yang lebih optimistis terhadap permintaan energi global belum mampu mengimbangi sentimen jangka pendek yang didominasi kekhawatiran oversupply.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Lemah: Secara struktural, dengan penguatan saat ini lebih bersifat teknikal dan sementara, tertahan oleh tekanan fundamental pasokan global.

 

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Hari ini tidak ada rilis data ekonomi penting yang karena beberapa negara besar masih libur. Meski demikian, para pelaku pasar tetap akan mengamati perkembangan teknikal dan sentimen global sebagai acuan arah selanjutnya.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: