Dolar AS Tertahan di Level Terendah, Pasar Valuta Global Sepi Jelang Akhir Tahun

  • Dolar AS berada di dekat level terendah 12 minggu akibat ekspektasi penurunan suku bunga The Fed dan turunnya imbal hasil obligasi.

  • Data ekonomi Jepang yang beragam menjaga yen bergerak terbatas, sementara euro dan pound melemah tipis.

Pasar mata uang utama bergerak terbatas pada perdagangan Jumat seiring volume transaksi yang menipis menjelang akhir tahun. Dolar AS bertahan di dekat level terendah 12 minggu terhadap sekeranjang mata uang utama, mencerminkan sikap hati-hati investor yang tengah menilai data ekonomi Jepang dan prospek kebijakan suku bunga Amerika Serikat ke depan. Aktivitas perdagangan yang rendah di Asia dan Eropa membuat pergerakan nilai tukar cenderung datar.

Tekanan terhadap Dolar AS dipicu oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga pada 2026 seiring meredanya tekanan inflasi. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut melemahkan daya tarik dolar, sekaligus memberikan dukungan terbatas bagi mata uang Asia. Indeks Dolar bergerak stabil, namun tetap berada di area terlemah sejak awal Oktober.

Di Jepang, yen bergerak relatif terbatas setelah data menunjukkan inflasi konsumen Tokyo melandai, meski masih berada di atas target Bank of Japan (BOJ), menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan. Sementara produksi industri Jepang melemah, penjualan ritel justru menguat, mencerminkan kondisi ekonomi yang beragam. Di Eropa, euro dan pound sterling melemah tipis terhadap dolar dalam suasana pasar yang sepi.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Berish untuk Dollar AS: Karena tekanan dari ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter dan imbal hasil yang lebih rendah masih mendominasi, meski volatilitas terbatas akibat likuiditas akhir tahun yang tipis.

Emas dan Perak Pecahkan Rekor di Tengah Gejolak Geopolitik dan Pelemahan Dolar AS

  • Emas dan perak mencetak rekor tertinggi baru, didorong ketegangan geopolitik dan permintaan safe haven yang kuat.

  • Pelemahan Dolar AS serta ekspektasi penurunan suku bunga The Fed memperkuat minat investor pada logam mulia.

Harga emas dan perak melonjak ke rekor tertinggi baru pada perdagangan Jumat, didorong oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah eskalasi ketegangan geopolitik global dan pelemahan Dolar AS. Emas spot naik 1,1% ke kisaran USD 4.527 per troy ounce, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menguat lebih dari 1%. Sepanjang pekan, harga emas mencatat kenaikan sekitar 3%, mencerminkan kuatnya minat investor terhadap logam mulia.

Lonjakan harga terutama dipicu oleh meningkatnya risiko geopolitik, termasuk langkah Amerika Serikat yang memperketat tekanan terhadap ekspor minyak Venezuela serta laporan aksi militer AS di Nigeria. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas regional dan mendorong arus dana ke aset lindung nilai. Perak ikut mencetak rekor baru dengan kenaikan tajam, tidak hanya karena fungsi safe haven, tetapi juga dukungan permintaan industri, khususnya dari sektor teknologi dan energi bersih.

Dari sisi makroekonomi, pelemahan Dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi AS turut memperkuat reli logam mulia. Pasar semakin memproyeksikan pelonggaran kebijakan moneter The Fed pada 2026, sehingga meningkatkan daya tarik aset non-yielding seperti emas dan perak. Meski volatilitas berpotensi meningkat akibat likuiditas tipis selama periode libur, prospek jangka menengah logam mulia tetap dinilai positif.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish: Karena kombinasi risiko geopolitik, kebijakan moneter yang lebih longgar, dan momentum teknikal yang solid terus menopang kenaikan harga emas dan perak.

 
 

Harga Minyak Tertekan oleh Ancaman Surplus Global dan Harapan Perdamaian Ukraina

  • Proyeksi kelebihan pasokan minyak global tahun depan menekan harga dan memperkuat sentimen negatif pasar.

  • Potensi perdamaian Rusia–Ukraina dapat membuka kembali pasokan minyak Rusia dan memperbesar risiko oversupply.

Harga minyak dunia ditutup melemah lebih dari 2% pada perdagangan Jumat, seiring kekhawatiran pasar terhadap potensi surplus pasokan global yang membayangi prospek tahun depan. Minyak Brent turun 2,57% ke level USD 60,64 per barel, sementara WTI melemah 2,76% ke USD 56,74 per barel. Tekanan ini terjadi meskipun harga sempat mendapat dukungan jangka pendek dari risiko gangguan pasokan dalam beberapa sesi terakhir.

Secara fundamental, pasar semakin fokus pada meningkatnya produksi minyak global yang diperkirakan melampaui permintaan. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pasokan minyak dunia pada tahun depan akan melebihi permintaan sekitar 3,84 juta barel per hari. Kondisi ini menegaskan narasi kelebihan pasokan, yang membuat harga minyak berada di jalur penurunan tahunan terdalam sejak 2020, dengan Brent dan WTI masing-masing turun hampir 20% sepanjang tahun ini.

Sentimen negatif juga diperkuat oleh meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Jika perdamaian terwujud, sanksi terhadap sektor minyak Rusia berpotensi dilonggarkan, sehingga menambah pasokan ke pasar global. Sementara itu, langkah Amerika Serikat dalam menekan ekspor minyak Venezuela dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap keseimbangan pasar, membuat perhatian investor tetap tertuju pada risiko surplus global.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish: Karena dominasi kekhawatiran surplus pasokan global dan potensi tambahan suplai dari Rusia terus membebani prospek harga minyak ke depan.

 

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

USD – Crude Oil Inventories
Forecast penurunan stok yang lebih besar dari sebelumnya mengindikasikan pasokan minyak semakin ketat. Kondisi ini berpotensi mendorong harga minyak naik, meningkatkan tekanan inflasi, dan dalam jangka pendek dapat melemahkan USD.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: