Akhir Era Dolar Perkasa: 2026 Jadi Titik Balik Tren Melemah.
Deutsche Bank memprediksi dolar akan melemah hingga 10% pada 2026, mengakhiri siklus bullish selama satu dekade.
Kebijakan Trump, risiko utang, dan ekspektasi Fed dovish menjadi beban utama dolar, sementara faktor AI menciptakan potensi risiko dua arah.
Harga emas stabil di sekitar $4,158 pada sesi Amerika, bergerak dalam volume tipis karena libur Thanksgiving di AS. Pasar kini menilai peluang 85% bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada Desember, membuat emas tetap bertahan kuat. Yield Treasury 10 tahun yang turun di bawah 4% semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Data ekonomi AS terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih solid dan inflasi yang terus mendingin, memperkuat ekspektasi kebijakan dovish The Fed. Meski demikian, optimisme terhadap potensi perdamaian Rusia–Ukraina berpotensi mengurangi permintaan safe haven emas. Namun, ketegangan geopolitik baru antara China–Jepang mengenai Taiwan menjaga permintaan terhadap aset lindung nilai ini tetap hidup.
Di sisi lain, klaim pengangguran AS turun ke level terendah sejak April dan ekspor emas fisik dari Hong Kong ke China ikut melemah, mengindikasikan permintaan fisik mungkin belum pulih. Meskipun ada faktor penekan, kombinasi yield rendah dan peluang besar Fed cut menjadikan tekanan penurunan emas tetap terbatas.
Sumber materi berita: fxstreet.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish untuk Dollar AS: Pelemahan struktural, ekspektasi Fed dovish, dan kekhawatiran kebijakan fiskal memberi tekanan kuat terhadap dolar.
Emas Diam tapi Mengancam: Fed Siap Potong, Pasar Siap Lonjak.
Probabilitas Fed cut mencapai 85%, menekan yield dan memberi dukungan kuat pada harga emas.
Geopolitik campuran: peluang damai Rusia–Ukraina menekan safe haven, namun tensi China–Jepang menjaga permintaan emas tetap solid.
Harga emas stabil di sekitar $4,158 pada sesi Amerika, bergerak dalam volume tipis karena libur Thanksgiving di AS. Pasar kini menilai peluang 85% bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada Desember, membuat emas tetap bertahan kuat. Yield Treasury 10 tahun yang turun di bawah 4% semakin memperkuat daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Data ekonomi AS terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja yang masih solid dan inflasi yang terus mendingin, memperkuat ekspektasi kebijakan dovish The Fed. Meski demikian, optimisme terhadap potensi perdamaian Rusia–Ukraina berpotensi mengurangi permintaan safe haven emas. Namun, ketegangan geopolitik baru antara China–Jepang mengenai Taiwan menjaga permintaan terhadap aset lindung nilai ini tetap hidup.
Di sisi lain, klaim pengangguran AS turun ke level terendah sejak April dan ekspor emas fisik dari Hong Kong ke China ikut melemah, mengindikasikan permintaan fisik mungkin belum pulih. Meskipun ada faktor penekan, kombinasi yield rendah dan peluang besar Fed cut menjadikan tekanan penurunan emas tetap terbatas.
Sumber materi berita: fxstreet.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish: Dovish Fed + yield turun <4% memberikan fondasi penguatan yang lebih kuat dibandingkan tekanan dari sentimen damai Rusia–Ukraina.
Minyak Menunggu Kepastian: Antara Damai Ukraina dan Banjir Pasokan 2026.
Stok minyak AS melonjak 2.8 juta barel, memperkuat kekhawatiran oversupply hingga tahun 2026.
Rencana damai Rusia–Ukraina dapat membuka kembali ekspor energi Rusia, menambah tekanan pasokan.
Harga minyak bergerak stabil pada Kamis dalam kondisi volume tipis akibat libur Thanksgiving di AS. Brent berada di $62.64, sementara WTI naik tipis ke $58.81. Pasar mencermati perkembangan rencana perdamaian Rusia–Ukraina yang didukung Washington, yang bisa membuka peluang pencabutan sebagian pembatasan energi Rusia dan meningkatkan pasokan global.
Data EIA menunjukkan stok minyak AS naik 2.8 juta barel, jauh di atas ekspektasi, memperkuat kekhawatiran bahwa pasokan global bisa melampaui permintaan hingga 2026. Laporan tersebut menahan kenaikan harga minyak dan menegaskan pandangan bahwa pasar energi sedang menuju situasi pasokan melimpah dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, pelaku pasar menunggu pertemuan OPEC+ akhir pekan ini, yang diperkirakan tidak akan mengubah tingkat produksi. Ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed pada Desember memang dapat mendukung permintaan minyak, tetapi pengaruhnya saat ini tertutupi oleh kekhawatiran surplus pasokan dan potensi tambahan minyak Rusia jika tercapai kesepakatan damai.
Sumber materi berita: fxstreet.com
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bearish: Dominasi risiko oversupply + potensi tambahan pasokan Rusia mengalahkan sentimen positif dari ekspektasi Fed cut.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Prediksi EUR
EUR (CPI): Perkiraan inflasi kontraksi -0.2% (turun tajam dari 0.3%). Deflasi ini menekan ECB untuk bersikap Dovish. EUR berpotensi melemah.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
