Wall Street Naik Tipis Jelang Akhir Shutdown AS: Investor Alih Fokus ke Saham Blue-Chip.

  • Dolar AS menguat kuat, memangkas kenaikan emas meski imbal hasil obligasi turun, dan peluang rate cut Desember merosot ke 42%.

  • Rumor rencana damai AS–Rusia untuk Ukraina menekan permintaan safe-haven dan menjadi faktor bearish tambahan bagi emas.

Saham sektor retail mencatat pergerakan beragam setelah serangkaian laporan pendapatan. Lowe’s melonjak setelah menaikkan target penjualan tahunan dan melaporkan laba kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi, menandakan ketahanan terhadap kondisi makro yang menantang. TJX Companies juga menguat setelah meningkatkan proyeksi penjualan dan laba, didukung jejaring sourcing yang luas dan permintaan konsumen terhadap produk diskon.

Berbeda dengan keduanya, Target justru merosot setelah melaporkan penurunan penjualan kuartalan yang lebih dalam dari perkiraan dan memangkas proyeksi laba tahunannya. Pelaku pasar semakin fokus pada kondisi konsumen AS menjelang musim belanja akhir tahun, sementara ketidakpastian kebijakan moneter menambah tekanan pada sentimen.

Risalah FOMC terbaru menunjukkan perpecahan tajam di internal Federal Reserve mengenai langkah Desember. Sebagian anggota ingin menahan suku bunga karena kemajuan inflasi yang melambat, sementara lainnya menilai pemotongan suku bunga dibutuhkan untuk menahan pelemahan pasar tenaga kerja. Ketidaksepakatan ini membuat peluang rate cut Desember anjlok menjadi 26% dari 94% bulan lalu, menekan ekspektasi pelonggaran cepat.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish untuk indeks saham AS: Tekanan berasal dari peluang rate cut yang anjlok, data konsumen yang melemah, dan ketidakpastian jalur kebijakan Fed. Namun, tidak sepenuhnya bearish karena beberapa sektor ritel masih menunjukkan ketahanan.

Emas Tersendat: Dolar Menguat, Damai Ukraina Menggoyang Safe-Haven.

  • Harga emas melonjak di atas $4,200 karena dolar AS dan imbal hasil obligasi melemah.

  • Data tenaga kerja AS yang lemah memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember.

Harga emas memang masih menguat tipis di level sekitar $4.081, namun kenaikannya terpangkas signifikan setelah sebelumnya sempat naik lebih dari 1%. Penguatan tajam Dolar AS menjadi faktor utama yang menekan harga emas, meskipun imbal hasil obligasi AS justru turun. Pelaku pasar kini menunggu rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) yang sempat tertunda dan dipandang sangat penting menjelang keputusan kebijakan The Fed.

Sentimen pasar sempat membaik seiring pemulihan di Wall Street, sekaligus meningkatnya kekhawatiran bahwa reli saham AI mulai membentuk gelembung. Namun, harga emas kembali tertekan setelah muncul rumor bahwa AS dan Rusia tengah menyusun rencana perdamaian Ukraina, mengurangi kebutuhan pasar akan aset aman. Pada saat yang sama, peluang pemotongan suku bunga The Fed pada Desember turun menjadi 42% setelah peringatan hawkish dari Jerome Powell.

Dari sisi fundamental, permintaan emas tetap didukung oleh pembelian berkelanjutan dari bank sentral dunia, terutama People’s Bank of China, yang diperkirakan kembali menambah 15 ton pada cadangannya. Meski begitu, pergerakan emas dalam jangka pendek tetap sangat ditentukan oleh FOMC Meeting Minutes dan rilis NFP, yang keduanya dianggap sebagai pemicu volatilitas besar pada perdagangan minggu ini.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish: Tekanan terbesar berasal dari USD yang menguat + ekspektasi rate cut yang runtuh + rumor perdamaian Ukraina, sehingga emas kehilangan momentum reli meski fundamental jangka menengah tetap kuat.

Tekanan Damai Ukraina Guncang Pasar Minyak: Harga Anjlok, Risiko Geopolitik Memudar.

  • Dorongan AS untuk kesepakatan damai Rusia-Ukraina menekan harga minyak karena potensi meningkatnya pasokan Rusia ke pasar global.

  • Fundamental pasar melemah dengan ancaman surplus pasokan, meskipun EIA mencatat penurunan stok minyak AS yang lebih besar dari perkiraan.

Harga minyak jatuh tajam pada Rabu setelah laporan menunjukkan bahwa Amerika Serikat kembali mendorong upaya mengakhiri perang Rusia–Ukraina melalui kerangka perdamaian yang telah disusun Washington. Brent turun 2,1% menjadi $63,51 per barel, sementara WTI merosot 2,1% ke $59,44. Rencana tersebut dikabarkan mengharuskan Ukraina menerima kompromi berupa pelepasan wilayah dan sebagian persenjataan.

Prospek berakhirnya perang memicu kekhawatiran tambahan pasokan global karena potensi meningkatnya aliran minyak Rusia ke pasar, menambah tekanan pada harga. Analis memperingatkan bahwa jika sanksi berkurang dan pasokan kembali normal, harga bisa merosot lebih jauh ke kisaran rendah $50. Meski begitu, AS tetap menekan Moskow melalui sanksi terhadap Rosneft dan Lukoil dengan tenggat 21 November, yang kini sudah mengurangi pendapatan minyak Rusia.

Di sisi lain, laporan EIA menunjukkan penurunan stok minyak AS yang lebih besar dari ekspektasi, memberikan sedikit penopang harga. Namun sentimen pasar tetap lemah karena investor melihat risiko geopolitik menyusut dan fokus kembali pada fundamental yang melemah — termasuk potensi surplus pasokan dan lemahnya permintaan global. Banyak analis menilai pasar minyak kemungkinan bertahan dalam pergerakan sempit hingga ada kepastian diplomatik yang jelas terkait konflik Ukraina.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish: Tekanan damai yang berpotensi membuka kembali aliran minyak Rusia, dikombinasikan dengan surplus pasokan dan melemahnya risiko geopolitik, memberikan tekanan bearish yang dominan pada harga minyak.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi USD:

  • USD (Average Earnings & Unemployment Rate): Kedua data ini sama dengan sebelumnya (0.3% dan 4.3%). Ekspektasi stabil cenderung membuat USD Netral.

  • USD (Nonfarm Payrolls): Perkiraan 55K (naik tajam dari 22K) menunjukkan penciptaan lapangan kerja meningkat pesat. USD berpotensi menguat.

  • USD (Philly Fed Index): Perkiraan 1.0 adalah angka yang jauh lebih baik (positif vs negatif) dari sebelumnya (-12.8), mengindikasikan perbaikan manufaktur. USD berpotensi menguat.

  • USD (Home Sales): Perkiraan 4.08M (naik dari 4.06M) menunjukkan pasar perumahan membaik. USD berpotensi menguat.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: