Wall Street Naik Tipis Jelang Akhir Shutdown AS: Investor Alih Fokus ke Saham Blue-Chip.

  • Pemerintah AS hampir dipastikan dibuka kembali, meningkatkan optimisme pasar dan kepastian ekonomi.

  • Ekspektasi pemangkasan suku bunga Desember naik ke 62%, mendukung aset berisiko seperti saham.

Indeks S&P 500 ditutup sedikit menguat pada Rabu, sementara investor mulai berpindah dari saham teknologi ke saham blue-chip menjelang pengesahan kesepakatan untuk mengakhiri shutdown pemerintahan AS terpanjang dalam sejarah. Dow Jones naik 0,7%, sedangkan Nasdaq turun 0,3% karena aksi ambil untung di sektor teknologi.

Optimisme meningkat setelah Senat AS menyetujui rancangan undang-undang untuk membuka kembali pemerintahan hingga 30 Januari. RUU tersebut kini menuju ke DPR, yang diperkirakan akan menyetujui langkah itu sebelum ditandatangani oleh Presiden Donald Trump. Pembukaan kembali pemerintahan diharapkan mengakhiri “data blackout” dan memungkinkan rilis data ekonomi penting seperti laporan tenaga kerja, yang akan membantu The Fed menentukan arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Pasar kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan Desember meningkat menjadi sekitar 62%. Sementara itu, saham Cisco, Chevron, dan Alphabet menguat berkat prospek bisnis positif, sementara saham Circle Internet Group jatuh lebih dari 10% meski mencatatkan kinerja kuartalan yang kuat.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish untuk indeks saham AS: Optimisme atas akhir shutdown dan peluang pemangkasan suku bunga mendukung risk appetite, meski kenaikan terbatas oleh rotasi keluar dari saham teknologi.

Emas Menembus $4,200: Dolar Melemah, Data Tenaga Kerja Lemah Perkuat Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga.

  • Harga emas melonjak di atas $4,200 karena dolar AS dan imbal hasil obligasi melemah.

  • Data tenaga kerja AS yang lemah memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember.

Harga emas (XAU/USD) melonjak tajam menembus level $4,200 pada Rabu, naik hampir 2% seiring pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi Treasury. Kenaikan ini memperpanjang reli pemulihan dari level terendah Oktober di sekitar $3,886, meski sentimen pasar saham cenderung positif — kondisi yang biasanya menekan harga emas. Optimisme pasar meningkat menjelang pemungutan suara DPR AS untuk mengakhiri shutdown pemerintah yang telah berlangsung selama 43 hari.

Dari sisi data ekonomi, laporan ADP dan Challenger menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS yang memburuk. Perusahaan swasta memangkas rata-rata 11.250 pekerjaan per minggu pada Oktober, sementara laporan PHK naik ke level tertinggi dua dekade. Data yang lemah ini memperkuat pandangan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan Desember, dengan peluang kini mencapai sekitar 63% menurut CME FedWatch Tool.

Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun lima basis poin ke 4,12%, dan imbal hasil riil jatuh enam bps ke 1,77%, memberi dorongan tambahan bagi harga emas. Dukungan dari pelemahan dolar dan ekspektasi pelonggaran moneter semakin memperkuat posisi emas di atas level psikologis $4,200, menandai sinyal kuat kembalinya minat beli investor terhadap aset safe haven.

Sumber materi berita: fxstreet.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bullish: Pelemahan dolar, turunnya yield, dan ekspektasi penurunan suku bunga menciptakan dorongan besar bagi reli emas.

Harga Minyak Anjlok Lebih dari $2: Laporan OPEC Tekan Sentimen Pasar dengan Prospek Pasokan Seimbang 2026.

  • OPEC memperkirakan pasokan minyak global akan seimbang dengan permintaan pada 2026, menekan harga minyak.

  • Kekhawatiran kelebihan pasokan dan lemahnya permintaan jangka pendek membebani sentimen pasar energi.

Harga minyak jatuh lebih dari $2 per barel pada Rabu setelah laporan terbaru OPEC memperkirakan bahwa pasokan minyak global akan seimbang dengan permintaan pada 2026, berbalik dari proyeksi defisit sebelumnya. Brent crude ditutup turun 3,76% ke $62,71 per barel, sementara WTI anjlok 4,18% ke $58,49 per barel. Laporan tersebut memicu kekhawatiran bahwa pasar akan beralih dari kekurangan pasokan menuju kondisi jenuh.

Analis menyebut pelemahan harga dipicu oleh keyakinan pasar bahwa kelebihan pasokan mulai terbentuk, apalagi beberapa penjual minyak kesulitan menemukan pembeli. Sementara IEA dalam laporan terbarunya memproyeksikan permintaan minyak dan gas masih bisa tumbuh hingga 2050, menandakan permintaan energi fosil belum akan menurun cepat. Namun, sentimen jangka pendek tetap tertekan karena ekspektasi pasokan OPEC+ yang terus meningkat.

Meski demikian, kabar tentang kemungkinan pembukaan kembali pemerintahan AS memberi sedikit dukungan terhadap outlook permintaan minyak ke depan. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan aktivitas ekonomi AS. Namun untuk saat ini, kekhawatiran oversupply mendominasi, menekan harga minyak lebih dalam menjelang rilis laporan energi dari EIA pada Kamis.

Sumber materi berita: investing.com

Kesimpulan Sentimen:

Sentimen Bearish: Laporan OPEC tentang pasokan seimbang dan kekhawatiran oversupply memperkuat tekanan turun pada harga.

Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini

ECONOMIC CALENDAR
Real Time Economic Calendar provided by Investing.com.

Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.

Prediksi EUR dan USD:

  • GBP (GDP): Perkiraan semua rilis GDP (QoQ, YoY, dan MoM) menunjukkan angka melambat atau stagnan (0.2%, 1.3%, 0.0%) dibandingkan sebelumnya. Data pertumbuhan yang lebih lemah dari sebelumnya berpotensi menekan Bank of England (BoE) untuk tidak terlalu Hawkish. GBP berpotensi melemah.

  • USD (CPI): Angka Perkiraan (Forecast) utama belum tersedia. Karena inflasi (CPI) adalah data yang sangat penting, pergerakan harga USD akan sepenuhnya bergantung pada perbandingan antara Angka Aktual melawan Perkiraan yang akan segera dirilis. Saat ini, potensi arah cenderung Netral sampai angka Forecast dirilis.

Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.

Share on: