Dow Jones Tertahan di Puncak Rekor, Pasar Fokus pada Pemangkasan Suku Bunga The Fed di Tengah Shutdown Pemerintah AS.
Probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada 29 Oktober mencapai 95%, memperkuat euforia pasar saham.
Shutdown AS menunda data ekonomi penting, namun tidak menggoyahkan optimisme investor terhadap likuiditas dan pelonggaran moneter.
Dow Jones Industrial Average (DJIA) dibuka hati-hati pada Senin meski berada di dekat level tertingginya sepanjang masa di atas 46.800. Investor tetap waspada terhadap ketidakpastian politik akibat shutdown pemerintah AS yang kini memasuki minggu kedua, namun sentimen pasar masih condong positif berkat keyakinan kuat terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada 29 Oktober, dengan probabilitas mencapai 95% menurut CME FedWatch. Investor menilai lemahnya data ekonomi akibat shutdown—termasuk penundaan rilis Nonfarm Payrolls (NFP)—akan memperkuat alasan bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut. Fokus pasar kini tertuju pada risalah rapat FOMC yang akan dirilis Rabu ini, sebagai petunjuk arah kebijakan selanjutnya.
Meski Presiden Donald Trump kembali mengumumkan rencana tarif baru untuk kendaraan impor, pasar tampak mengabaikannya. Dorongan utama bagi pasar saham tetap berasal dari ekspektasi pelonggaran moneter dan harapan likuiditas tinggi. Dengan pasar saham yang masih bertahan di dekat rekor tertinggi, pelaku pasar tampak lebih memusatkan perhatian pada arah kebijakan The Fed ketimbang ketegangan politik domestik.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish untuk Dollar AS – Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan toleransi tinggi investor terhadap risiko tetap menjadi bahan bakar utama reli meski shutdown berlangsung, menunjukkan keyakinan kuat bahwa likuiditas akan terus menopang pasar.
Shutdown AS dan Gejolak Politik Global Dorong Emas Cetak Rekor Baru di Atas $3.900.
Shutdown AS dan ketidakpastian politik global (Prancis & Jepang) meningkatkan permintaan emas sebagai aset aman.
Ekspektasi kuat terhadap pemangkasan suku bunga The Fed (94%) memperlemah imbal hasil riil dan mendukung reli emas.
Harga emas melonjak tajam ke rekor baru di atas $3.970 per ons pada Senin, didorong oleh ketidakpastian politik global dan berlanjutnya shutdown pemerintah AS. Ketegangan meningkat setelah Partai Republik menunda pembahasan anggaran di Washington, sementara investor bersiap menghadapi potensi pemangkasan suku bunga The Fed pada 29 Oktober. Saat berita ini ditulis, XAU/USD menguat 1,73% ke $3.952.
Situasi politik dunia semakin memperkuat permintaan aset aman. Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengundurkan diri setelah kurang dari sebulan menjabat, dan Jepang menunjuk Sanae Takaichi sebagai pemimpin baru Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berpotensi menolak pengetatan moneter Bank of Japan. Ketidakpastian ini mendorong investor beralih ke emas, meski indeks dolar AS (DXY) sempat menguat. Sementara itu, imbal hasil obligasi AS turun, memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Minimnya data ekonomi akibat shutdown membuat pelaku pasar bergantung pada laporan pekan lalu yang menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja dan aktivitas bisnis AS. Dengan ekspektasi 94% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin, investor melihat peluang besar bagi harga emas untuk terus naik, terutama di tengah tekanan inflasi dan risiko stagflasi.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish — Kombinasi shutdown AS, gejolak politik global, dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter menciptakan kondisi ideal bagi reli harga emas ke level tertinggi baru.
Kenaikan Produksi OPEC+ yang Lebih Kecil Dorong Harga Minyak Menguat Tipis.
OPEC+ hanya menambah produksi 137.000 barel per hari, lebih rendah dari ekspektasi, sehingga mendukung harga minyak.
Prospek permintaan global masih lemah akibat stok AS meningkat dan aktivitas kilang menurun.
Harga minyak dunia naik sekitar 1% pada Senin setelah OPEC+ mengumumkan rencana kenaikan produksi yang lebih kecil dari perkiraan untuk November. Kenaikan yang hanya sebesar 137.000 barel per hari ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap potensi banjir pasokan, meski prospek permintaan yang lemah masih membatasi ruang penguatan harga. Brent ditutup naik 1,46% di $65,47 per barel, sementara WTI menguat 1,33% ke $61,69 per barel.
Beberapa anggota OPEC+ seperti Rusia dan Arab Saudi berbeda pandangan soal besaran peningkatan produksi. Rusia mendukung kenaikan terbatas untuk menjaga stabilitas harga, sementara Arab Saudi sempat mendorong penambahan lebih besar demi merebut pangsa pasar. Namun, keputusan akhir yang moderat dianggap realistis karena sebagian anggota sudah berproduksi mendekati kapasitas maksimum. Di sisi lain, serangan drone ke kilang minyak Kirishi Rusia yang memicu kebakaran turut mempersempit potensi pasokan jangka pendek.
Meski harga minyak menguat, permintaan global masih tampak rapuh akibat meningkatnya stok minyak mentah AS dan lemahnya aktivitas kilang. Para analis menilai harga berpotensi tertahan dalam waktu dekat, terutama jika ekonomi global tidak menunjukkan tanda percepatan signifikan di kuartal keempat 2025.
Kesimpulan Sentimen:
Sentimen Bullish — Keputusan OPEC+ yang menahan kenaikan produksi menjaga keseimbangan pasar dan menopang harga, meski permintaan global yang masih lemah membatasi potensi reli lebih lanjut.
Penggerak Pasar Forex dan Komoditi Hari Ini
Pengaruh Data Terhadap Perubahan Harga.
Tidak ada rilis data ekonomi hari ini yang diperkirakan akan menyebabkan perubahan signifikan di pasar. Namun, pelaku pasar tetap akan mencermati pergerakan harga teknikal dan sentimen global sebagai panduan arah selanjutnya.
Disclaimer:
Analisis ini hanya untuk referensi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan.
Trading adalah kegiatan berisiko, segala keputusan tetap menjadi tanggung jawab pribadi.
